free stats
banner 728x250
Berita  

1 Tahun Beroperasi, Harita Nickel Hasilkan Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Sebesar 188.600 WMT

banner 120x600
banner 468x60

Sejak diresmikan pada 23 Juni 2021 di bawah naungan Harita Nickel, Halmahera Persada Lygend menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik.

Perusahaan ini memproduksi dan memasarkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai produk hilir nikel premium, untuk bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik.

banner 325x300

Nantinya, PLTMH tersebut diolah menjadi Nikel Sulfat (NiSO4) dan Cobalt Sulfat (CoSO4) yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Tercatat, sejak awal beroperasi hingga Juni 2022, sebanyak 188.600 WMT telah berhasil diproduksi untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik.

Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Mohammad Zaki Mubarok ST.MT mengatakan, kehadiran pabrik teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) dari Harita Nickel membawa inovasi di sektor hilir dalam negeri sebagai salah satu teknologi mutakhir pertama di Indonesia.

“Ini hal baru, pengolahan nikel kadar rendah yang selama ini belum diolah,” katanya.

Singkatnya, teknologi HPAL mampu mengubah nikel limonit yang sebelumnya tidak terpakai (low grade) menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih ramah lingkungan dengan menempatkan sisa hasil pengolahan di areal bekas tambang dan tidak mengganggu lingkungan.

“Itu (metodenya) bisa dikatakan realistis dan aman,” kata Zaki.

Tidak hanya itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maluku Utara, Fachruddin Tukuboya mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pemantauan pengelolaan lingkungan di wilayah operasional pabrik agar penerapan teknologi HPAL terjamin. pemerintah.

“Pengelolaan lingkungan masih bagus. Sejauh ini hasil uji laboratorium telah memenuhi baku mutu, sesuai dengan ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Fachruddin.

Lingkungan sekitar tetap terjaga

Bukti nyata pelestarian lingkungan sekitar dirasakan dan dibuktikan langsung oleh kelompok nelayan Desa Kawasi yang diketuai oleh Edi Karamama.

Menurutnya, biota laut di sekitar perairan Kawasi terpelihara dengan baik, sehingga menjaga sumber penghidupan.

“Di sini kami sering melaut. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya di sekitar area pantai karena kita sudah bisa mendapatkan ikan, baik itu flying fish maupun bottom fish. Masih banyak tempat ikan yang bisa kita temukan. Saat kami pulang, masyarakat sudah menunggu karena mereka suka ikan segar,” kata Edi.

Kehadiran HPAL juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pendapatan negara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara pada triwulan I 2022, perekonomian Maluku Utara tumbuh 29,63 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Angka tersebut dipengaruhi oleh industri manufaktur yang tumbuh sebesar 138,92 persen pada kuartal II dimana produksi feronikel dan PLTMH oleh Harita Nickel juga berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut.

Tak hanya itu, dengan beroperasinya pabrik HPAL, ribuan tenaga kerja lokal dan program pemberdayaan masyarakat menjadi faktor penting yang menambah kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah sekitarnya.

Harita Group Operasikan Pabrik Bahan Baku Baterai Pertama Ri
Smelter nikel hpal pt halmahera persada lygend anak usaha pt harita per tahun dan merupakan bahan baku dasar baterai kendaraan listrik

Harita Nickel Wujudkan Ketahanan Pangan Pulau Obi Melalui
Panen padi perdana program sentani harita nickel melakukan panen perdana buah semangka sebanyak 1 1 ton pada awal juni dan menghasilkan

Harita Nickel Produksi Baterai Mobil Listrik Antara News Ambon
Harita nickle telah memiliki smelter dan telah beroperasi sejak 2016 industri pengolahan dan pemurnian dengan teknologi yang mutakhir pun

Harita Operasikan Lini Produksi Kedua Untuk Pemurnian Nikel
Harita nickel merupakan bagian dari harita group yang beroperasi di pulau obi halmahera selaan maluku utara harita nickel memiliki iup

Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Pertama Di Indonesia
Menko marves luhut binsar pandjaitan menandatangani plakat peresmian halmahera persada lygend hpal foto dok harita nickel industri ini

Ikut Genjot Perekonomian Maluku Utara Ini Peran Harita Nickel
Perusahaan yang telah memproduksi feronikel sejak tahun 2016 itu terus mengembangkan pengolahan mineralnya dan kini mampu menghasilkan mixed

Harita Nickel Bantah Limbah Nikel Mereka Cemari Lingkungan
Tim buka mata narasi menemukan adanya praktik pembuangan limbah nikel oleh harita nickel yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan

Harita Bangun Smelter Nikel Di Halmahera Rp 4 1 Triliun
4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara kata general manager nickel smelter project harita handrijono dalam keterangannya

Harita Nickel Mongabay
Harita nickel perusahaan pertambangan dan hilirisasi terintegrasi hadir dan turut membangun pulau obi halmahera selatan maluku utara sejak tahun 2009

Harita Nickel Operasikan Lini Produksi Kedua Tenaga Kerja Akan
Perusahaan tambang dan hilirisasi terintegrasi harita nickel melalui 250 ribu ton per tahun campuran padatan hidroksida dari nikel dan

Harita Nickel Peringati Bulan K3 Nasional Di Masa Pandemi Rri
Pertambangan dan hilirisasi harita nickel yang beroperasi di pulau obi kesehatan kerja k3 di saat pandemi covid 19 rabu 13 1 2021

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.