free stats
banner 728x250
Berita  

AirNav: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Ganggu Operasional Penerbangan

banner 120x600
banner 468x60

Dilaporkan oleh jurnalis Cino Tre Sollistino

Jakarta – AirNav Indonesia melaporkan kenaikan status Gunung Anak Krakatau ke level tiga atau kesiapan tidak mempengaruhi kegiatan operasional penerbangannya.

banner 325x300

AirNav Indonesia Rosedi, Sekretaris AirNav Indonesia, mengatakan, AirNav telah melakukan pemantauan secara ekstensif terhadap pergerakan sebaran abu vulkanik di udara, terkait potensi bahaya bagi operasional penerbangan di wilayah tersebut.

Menurut dia, belum ada sebaran abu vulkanik yang terdeteksi, baik melalui citra satelit maupun laporan dari pilot yang terbang di jalan-jalan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Rozdi mengatakan, Kamis (28/4/2022): “Tidak ada dampak signifikan dari letusan Gunung Anak Krakatau terhadap pengoperasian layanan navigasi penerbangan oleh Airnav Indonesia.”

Ia juga menegaskan, sejauh ini belum ada rute atau jadwal penerbangan yang terkena dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“AirNav Indonesia telah menyiapkan contingency plan dan pengaturan operasional simulasi penerbangan, termasuk skema diversi untuk mengantisipasi gangguan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada saat operasi penerbangan sewaktu-waktu,” ujarnya.

“AirNav terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, mengingat potensi dampak terhadap operasional navigasi penerbangan merupakan kewaspadaan dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan penerbangan,” lanjut Rosedy.

Sebelumnya, Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level 2 (waspada) menjadi Level 3 (siaga) pada 24 April 2022.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya selalu mengutamakan proses kehati-hatian dan meminta masyarakat tetap tenang agar tidak termakan informasi yang salah.

Pada Senin (25/4/2022), Hendra mengatakan dalam praktiknya, “Level 3 atau status waspada adalah potensi bahaya dalam radius 5 km dari Gunung Anak Krakatau.”

Untuk kegiatan di luar kisaran tersebut dapat dikatakan berada dalam kondisi aman atau berada di luar zona bahaya Gunung Anak Krakatau.

”Misalnya, pelabuhan transfer dari Jawa (Merak) ke Lampung (Bakauhini) masih puluhan kilometer. Jadi relatif aman,” katanya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.