free stats
banner 728x250
Berita  

Akademisi: RI Perlu Genjot Ekspor Sawit Untuk Dorong Kesejahteraan Petani Swadaya

banner 120x600
banner 468x60

Laporan Jurnalis, Sanusi

JAKARTA – Meningkatnya ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dapat menyelamatkan petani sawit mandiri dari jatuhnya harga tandan buah segar.

banner 325x300

Namun, kebijakan yang menghambat industri untuk menggenjot ekspor perlu ditingkatkan, dan beberapa di antaranya dihapuskan.

“Indonesia membutuhkan peningkatan ekspor kelapa sawit yang besar untuk mendorong kesejahteraan petani, khususnya pekebun swadaya,” kata direktur tim peneliti Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini. Dr Eugenia Mardaugraha dalam diskusi virtual “Dampak Kebijakan Pengendalian Harga Minyak Goreng Bagi Petani Mandiri”, Senin (1/8/2022).

Booster l’ekspor

Dengan menggunakan estimasi ekonometrika, dalam kajiannya yang bertajuk “Analisis Dampak Kebijakan Pengendalian Harga Minyak Goreng Bagi Petani Mandiri”, Dr. Eugenia melakukan sejumlah simulasi untuk menentukan sejauh mana peningkatan ekspor harus dilakukan. dibuat, agar tangki penampung bisa segera dikosongkan, kemudian harga tandan buah segar (TBS) petani kembali.

Satu menunjukkan jumlah ekspor yang dibutuhkan untuk menaikkan harga TBS dari Rp 861 (dengan asumsi harga petani swadaya pada 9 Juli) menjadi setara dengan beban pokok penjualan Rp 2.250 per kilogram, yang membutuhkan peningkatan ekspor. sebesar 1.740 persen atau 17 kali lipat.

Sementara studi lapangan menemukan petani swadaya di Riau dan Kalimantan Barat, mereka menemukan bahwa harga jual TBS yang ideal adalah Rp 2.000 per kilogram. Untuk mencapai harga tersebut, diperlukan peningkatan ekspor minimal 200% dibandingkan dengan tingkat ekspor saat ini (April 2022).

Kemampuan Indonesia untuk meningkatkan ekspor sangat terbuka, karena berdasarkan jumlah ekspor bulanan Januari 2014 hingga April tahun ini, diketahui ekspor sawit berada pada kisaran 1 juta hingga 4,3 juta ton per bulan.

Hapus hambatan ekspor

Agar ekspor berjalan lancar, peneliti menyarankan pemerintah menghilangkan hambatan ekspor.

“Kebijakan pengendalian harga minyak goreng jangan sampai mendistorsi pasar, dan berdampak negatif bagi seluruh pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir, serta masyarakat dan pekebun swadaya. Saat ini biaya ekspor CPO masih sangat tinggi,” kata Eugenia.

Menurutnya, jika pungutan ekspor ditetapkan dari harga acuan yang akurat dan menyesuaikan dengan dinamika pasar, dapat mendorong perusahaan untuk meningkatkan ekspornya, tentunya dengan terlebih dahulu menjawab kebutuhan dalam negeri.

Pihaknya menilai jika instrumen ini berjalan dengan baik, kebijakan seperti Domestic Market Obligation (DMO), Domestic Price Obligation (DPO), Harga Eceran Tertinggi (HET) dan flush out harus dihapuskan.

Senada, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Joko Supriyono mengatakan satu-satunya cara untuk menaikkan harga TBS petani adalah dengan meningkatkan ekspor CPO dan produk turunannya. “Nah, untuk mendorong ekspor CPO, kebijakan ekspor perlu disederhanakan,” katanya.

Menurut Joko, penyebab banyaknya instrumen ekspor CPO adalah isu kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri. Padahal, kata Joko, total konsumsi minyak goreng dalam negeri dalam satu tahun hanya 2,5 juta ton. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan produksi CPO.

“Tapi kenapa masalah 2,5 juta ton ini terus berlanjut? Ya, karena ada kebijakan yang tidak tepat,” kata Joko.

Asisten sosial

Sementara itu, kebijakan penetapan harga eceran tertinggi minyak goreng dinilai Eugenia sebagai mendistorsi pasar, karena minyak goreng dijual di bawah harga keekonomiannya.

“Akibatnya, terjadi kelangkaan akibat aksi spekulan yang membeli lebih dari kebutuhan, praktik pengemasan ulang minyak goreng curah dalam kemasan, dan praktik penyelundupan.”

Eugenia menyarankan jika harga CPO naik, DMO bisa dilakukan kembali dengan penyesuaian. Jika diperlukan, bantuan sosial diberikan kepada masyarakat berupa minyak goreng kemasan, dengan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Dalam praktiknya, hal ini memerlukan revisi Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Rugikan Petani Sawit Larangan Ekspor Cpo Harus Segera Dicabut
Anggota komisi vi dpr ri rudi hartono bangun menilai pemerintah harus segera membuka kembali ekspor crude palm oil cpo dan turunannya

Genjot Ekspor Cpo Mendag Bakal Cabut Wajib Setor Dmo Minyak
Saya pertimbangkan dmo dan dpo tidak perlu lagi agar ekspornya lebih cepat kalau pelaku industri minyak goreng jamin tidak terulang lagi

Devisa Ekspor Kelapa Sawit Capai 250 Trilyun
Isu isu tersebut tentunya perlu kita sikapi dengan arif dan harus kita buktikan bahwa pembangunan perkebunan di indonesia sudah mengikuti peraturan perundangan

Ri Lebih Berpeluang Genjot Produksi Cpo Ketimbang Malaysia
Industri kelapa sawit di indonesia mempekerjakan lebih dari 3 juta orang dan menghasilkan laba ekspor us 16 miliar jadi perlu kedasama antara pemerintah

Pungutan Ekspor Cpo Gratis Jurus Terkini Genjot Ekspor Dan Tbs
Pemerintah resmi mengeluarkan kebijakan menggratiskan pungutan ekspor pe ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil cpo akibat

Ri Harus Pastikan Kelapa Sawit Jadi Bagian Aset Nasional
Bahkan komoditas sawit bisa membawa indonesia menjadi penguasa perdagangan minyak nabati di pasar internasional akademisi ipb rachmat pambudy

Kemendag Genjot Ekspor Cpo Demi Stabilkan Harga Tbs Sawit
Pemerintah menargetkan cpo yang dikeluarkan untuk ekspor sebanyak 1 040 040 ton sehingga tangki dapat kosong

Pemerintah Undang Akademisi Dunia Lihat Tata Kelola Sawit Ri
Tetapi buktinya ketika ketentuan itu ditetapkan impor mereka tetap berjalan sawit kita tetap masuk ke sana dalam jumlah besar

Polemik Baru Di Industri Cpo Antara Genjot Ekspor Atau B20
Keputusan itu disambut gembira oleh gabungan pengusaha kelapa sawit indonesia gapki karena dapat menambah daya saing cpo asal ri di pasar

Holding Bumn Perkebunan Genjot Ekspor Sawit Dan Karet
Jakarta holding perkebunan nusantara ptpn iii persero atau ptpn holding terus menggenjot penjualan ekspor komoditas minyak sawit mentah

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.