free stats
banner 728x250
Berita  

Analis: Kenaikan Harga CPO Momentum Tepat Perusahaan Sawit Melantai Di Bursa

banner 120x600
banner 468x60

Laporan pers, Rinas Abdullah

Jakarta – Direktur Utama PT Elkoranvidi Indonesia Investama Fendi Susiyanto menilai kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) merupakan dorongan yang tepat bagi perusahaan sawit untuk melakukan penawaran umum perdana.

banner 325x300

Hal itu mendukung langkah PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) yang berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia tahun ini.

“Sudah sepantasnya perusahaan komoditas, termasuk CPO, melakukan IPO saat ini karena ada momentum. Kalau dilihat dari sisi bagus, bisa dari sisi sektoral,” kata Fendi di Jakarta, Rabu (5/11/ 2022). .

Di sisi lain, keberhasilan IPO sangat ditentukan oleh kesiapan internal perusahaan.

Fendi menambahkan, perusahaan sawit dapat memposisikan diri untuk menangkap peluang bisnis dari momentum pasar.

Kesiapan internal diperlukan mulai dari sumber daya manusia, kondisi keuangan, struktur perusahaan, hingga perpajakan.

Selanjutnya, perusahaan juga harus memastikan pihak ketiga yang melakukan IPO bisa mencari kantong investor.

“Jangan sampai sektornya bagus, tapi perusahaannya belum siap. IPO akan ditentukan dari dalam terlebih dahulu. Dampak pasarnya bisa sangat tinggi karena sektor ini masih bagus. Tetapi jika penasihat keuangan atau penjamin tidak memenuhi syarat, maka Anda tidak dapat melakukan IPO.” dengan benar “.

Lebih lanjut, Fendi menyebut sejumlah momentum yang berpotensi menarik IPO.

Diantaranya adalah harga CPO yang terus naik. Pasar saham menjadi pilihan tambahan modal karena pembayaran kredit bank dibatasi selama pandemi.

Bagi investor, suku bunga bank yang lebih rendah kurang menarik, sehingga diperlukan alternatif lain untuk menempatkan uang.

Persyaratan ini menyebabkan peningkatan investor pasar modal selama pandemi, terutama ritel. Sedangkan pertumbuhan investor individu selama ini sangat lambat.

Fendi mengatakan pemulihan ekonomi global dan perang Ukraina-Rusia juga akan meningkatkan permintaan CPO dari Indonesia, menyusul terganggunya pasokan dan produksi minyak nabati dari kedua negara ke sejumlah negara, termasuk Eropa.

“Kalau kita lihat, kemungkinan ada komoditas super-cyclical. Artinya kenaikannya sangat panjang dan cukup wajar. Apalagi dari situasi global sudah pulih dan tumbuh lagi pascapandemi. Permintaan untuk bahan baku khususnya komoditas sedang meningkat.”

Sebelumnya, Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera Robiyanto mengatakan perusahaan peternakan asal Kalimantan itu berencana menggelar IPO pada 2022.

Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas komersial dan memastikan tata kelola perusahaan menjadi lebih transparan dan akuntabel karena dimiliki oleh publik.

“Targetnya naik Rp 800 miliar menjadi Rp 900 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai kegiatan pertanian baru dan membangun pabrik,” kata Rubianto.

Dalam lima tahun ke depan atau 2027, NSS menargetkan areal plasma seluas 9.500 hektare, dan 3 PKS dengan kapasitas masing-masing 60 ton per jam.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.