free stats
banner 728x250
Berita  

Analis: Yield Terus Menanjak, Nasib Surat Utang Indonesia Mengkhawatirkan

banner 120x600
banner 468x60

Reporting journalist, Yanuar Rize Yovanda

Jakarta – Kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank Sentral AS atau Federal Reserve baru-baru ini sebesar 50 basis poin dinilai akan memberikan tekanan pada pasar utang dalam jangka pendek hingga menengah.

banner 325x300

Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Associate Director Riset dan Investasi, menjelaskan nasib pasar utang Indonesia saat ini.

Ia mengatakan melalui risetnya, Rabu (11/5), “Goncangan pasar sudah mempengaruhi imbal hasil obligasi acuan dalam negeri, yakni Surat Berharga Negara (SBN) bertenor sepuluh tahun yang saat ini terus menanjak hingga ke level terendah. level 7,33 persen.” / 2022).

Hal ini menyebabkan spread SBN bertenor 10 tahun dengan imbal hasil obligasi acuan AS, khususnya US Treasuries bertenor 10 tahun, sebesar 437 basis poin.

“Volatilitas pasar obligasi saat ini sangat mengkhawatirkan. Namun, kurva imbal hasil masih menunjukkan pergerakan yang wajar meskipun cenderung datar, terutama dalam jangka menengah hingga panjang,” kata Nikko.

Bertanya-tanya apakah arah pergerakan imbal hasil akan normal atau akan menjadi kurva datar.

Nikko memperkirakan kurva terbalik tidak akan terjadi di Indonesia, mengingat fundamental ekonomi yang baik dan spread antar periode pembayaran yang belum memberikan sinyal peringatan.

“Berbicara tentang kemungkinan kurva datar tentu sesuatu yang mungkin terjadi. Peran Bank Indonesia (BI) sangat penting sehingga kurva imbal hasil yang digunakan sebagai alat ukur prospek ekonomi dapat bergerak lebih stabil.”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.