free stats
banner 728x250
Berita  

Ancaman Resesi Buat Aktivitas Manufaktur Di Eropa Berkontraksi

banner 120x600
banner 468x60

Report of Journalist Namira Yunia Lestanti

BRUSSEL – Aktivitas manufaktur di zona euro mengalami kontraksi sejak bulan lalu hingga nilai output turun dari prediksi awal.

banner 325x300

Penurunan produksi manufaktur Eropa, terjadi setelah harga pangan dan energi di Uni Eropa melonjak ke zona tertinggi. Hal inilah yang membuat tingkat inflasi di Eropa mulai meroket sehingga memicu kekhawatiran bagi investor tentang potensi resesi.

Ancaman inflasi bahkan memaksa sejumlah pabrik besar di zona euro untuk menimbun barang-barang mereka yang tidak terjual, sebagai akibat dari menurunnya permintaan produksi.

Seperti dilaporkan oleh Reuters Purchasing Managers’ Index (PMI) Indeks manufaktur akhir S&P Global turun menjadi 49,8 pada Juli dari 52,1 pada Juni, penurunan serupa terlihat pada indeks output yang termasuk dalam PMI. komposit di mana pendapatan turun ke level terendah 49,3 di bulan Juni menjadi 46,3 di bulan Juli.

Tak hanya itu, indeks pesanan produk manufaktur baru juga turun menjadi 42,6 dari yang sebelumnya ditetapkan di 45,2, penurunan ini bahkan terendah sejak Mei 2020 saat pandemi virus corona mulai melanda dunia.

“Manufaktur zona euro tenggelam ke dalam penurunan yang semakin tajam, menambah risiko resesi di wilayah tersebut. Pesanan baru sudah turun dengan kemungkinan lebih buruk yang akan datang,” kata Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di S&P Global.

Penurunan produksi di industri otomotif tersebut tentunya meningkatkan tekanan pada tingkat inflasi di Eropa, mengingat saat ini tingkat inflasi zona euro telah meningkat sebesar 8,9 persen, jauh di atas target tahunan Eropa.

Berbagai cara dilakukan Uni Eropa untuk menghentikan laju inflasi di kawasan euro, salah satunya dengan menaikkan suku bunga pada awal bulan lalu. Namun sayangnya cara tersebut belum mampu mengendalikan percepatan laju inflasi, bahkan dampak lonjakan harga pangan dan energi global, kini Eropa berpeluang 45 persen memasuki ambang resesi.

Penyebab Resesi Ekonomi

Istilah resesi ekonomi sering terdengar di telinga masyarakat. Namun, tidak semua orang memahami istilah resesi ekonomi.

Ketika mendengar istilah resesi yang muncul di benak orang, biasanya terkait dengan masalah keuangan dan memburuknya kondisi keuangan.

Resesi juga sering disebut sebagai salah satu ancaman paling menakutkan bagi semua negara di dunia.

Penyebab resesi ekonomi:

1. Inflasi

Resesi biasanya akan muncul karena dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah guncangan inflasi yang tidak kunjung reda, kondisi ini terjadi akibat melonjaknya harga komoditas di pasar global. Jika situasi ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, dapat membuat daya beli masyarakat menurun.

2. Gelembung Aset

Tak hanya itu, penyebab lain munculnya resesi juga bisa dipicu oleh melonjaknya asset bubble suatu negara. Melonjaknya tingkat inflasi akan membuat investor melakukan safe haven dengan menjual seluruh sahamnya. Adanya panic selling tentunya dapat merusak pasar karena harga properti juga akan turun menyusul maraknya aksi jual oleh investor.

3. Lonjakan Suku Bunga

Melonjaknya inflasi memicu bank sentral untuk memperketat kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga acuan. Namun, masalah ini membuat daya beli masyarakat menurun. Kondisi ini juga akan membebani debitur dalam melakukan transaksi pembayaran. Jika utang tidak dibayar oleh debitur, sistem perbankan dapat runtuh. Dengan demikian kegiatan ekonomi suatu negara akan terhambat. Inilah yang membuat kenaikan suku bunga menjadi pemicu utama terjadinya resesi.

4. Deflasi

Deflasi adalah suatu kondisi dimana suatu negara mengalami kekurangan uang yang beredar di masyarakat. Sepintas deflasi dapat meningkatkan daya beli masyarakat, namun jika terjadi secara berlebihan akan merugikan penyedia barang dan jasa.

Dimana kondisi tersebut dapat membuat suatu barang atau jasa mengalami penurunan harga secara terus menerus. Hal inilah yang dikhawatirkan membuat konsumen menunda pembelian dan menunggu hingga nominal terendah. Jika hal ini dibiarkan maka daya beli suatu negara akan melemah, hal ini tentunya dapat memicu terjadinya resesi.

5. Guncangan Ekonomi

Munculnya guncangan ekonomi yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terencana, seperti pandemi Covid-19, bisa menjadi penyebab serius terjadinya resesi. Hal ini akan membuat pendapatan suatu negara menurun dan berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat global

6. Tumpukan Utang

Membengkaknya utang suatu negara juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya resesi. Utang yang melonjak membuat biaya pelunasan naik, bahkan hal ini bisa membuat suatu negara mengalami default atau wanprestasi.

7. Perkembangan Teknologi

The development of technology also contributes to the recession. As in the 19th century, at that time the industrial revolution was taking place due to the increase in labor-saving technology.

If large companies start to cut their employees and switch to using advanced technology, it can trigger an increase in unemployment.

It is feared that the soaring unemployment rate in the midst of the country’s sluggish economy could lead to a decline in living standards, as well as a drop in state tax revenues. That way a country can no longer carry out import activities to supply the basic needs of its citizens, such as imports of food, fuel, and medicines.

Ancaman Resesi Ekonomi Jegal Rencana Ipo Di As Bisnis Com
Kondisi penurunan itu membuat calon emiten menunda rencana ipo nya misalnya coinbase global inc yang telah mengumumkan penundaan rekrutmen

Duh Gerah Hawa Resesi Mulai Terasa Di Asia Cnbc Indonesia
Jakarta cnbc indonesia ancaman resesi global mulai menghantui pemulihan ekonomi asia melambatnya aktivitas pabrik sudah terlihat di

3 Faktor Pendorong Ekonomi Dunia Jatuh Ke Jurang Resesi
5 hari yang lalu di tengah tekanan ekonomi global yang menantang fundamental indonesia semakin membaik salah satunya terlihat dari aktivitas manufaktur yang

Krisis Eropa Amerika Dan Prospek Industri Manufaktur 2013 Bsn
Ancaman pelemahan ekspor akibat krisis eropa harus mendorong pemerintah mengambil langkah untuk fokus pada investasi dan konsumsi di dalam

Resesi Uni Eropa Dinilai Bakal Pengaruhi Ekonomi Indonesia
Uni eropa resmi masuk jurang resesi di tahun ini setelah ekonomi tumbuh minus 11 9 persen pada kuartal ii 2020

Dari Eropa Hingga Asia Negara Negara Ini Terancam Resesi
Pertumbuhan ekonomi negeri panser di kuartal ii 2019 mengalami kontraksi sebesar 0 1 qoq dengan aktivitas manufaktur yang terus memburuk

Awan Gelap Selimuti Industri Manufaktur Ancaman Resesi Sudah
Inflasi yang tinggi membuat industri manufaktur suram sebanyak 59 pemimpin industri manufaktur mengatakan ini meningkatkan risiko resesi

Penanganan Resesi Untuk Indonesia Himasta Its Website Arek
Fenomena pandemi virus covid 19 telah menimbulkan berbagai ancaman masalah pada seluruh belahan dunia terutama di bidang perekonomian

Ancaman Resesi Global Di Depan Mata Apa Yang Harus Dilakukan
Sebelumnya 2012 krisis keuangan yang melanda sejumlah negara negara di eropa lalu ada pula housing bubble pada 2008 di amerika serikat yang

Aktivitas Manufaktur Di Asia Melemah Meskipun China Mulai
Ilustrasi risiko perlambatan ekonomi yang tajam di eropa dan amerika serikat meningkatkan kekhawatiran akan resesi global

Template Jurnal Ijccs Fh Unpatti
Model pengembangan ekonomi kreatif bagi usaha mikro kecil dan menengah umkm di tengah ancaman resesi ekonomi berdasarkan syirkah mudharabah

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.