free stats
banner 728x250
Berita  

Arcandra Tahar Sebut Bisnis Hulu Migas Saka Energi Akhirnya Raup Untung

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Komisaris Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Arkandra Tahir mengatakan kinerja pekerjaan eksplorasi migas Perusahaan Gas Negara melalui PT Saka Energi Indonesia atau Saka Energi sudah mulai menghasilkan keuntungan.

“Setelah lama menderita kerugian, pada tahun 2021 alhamdulillah Saka Energi berhasil membukukan laba bersih sekitar US$6 juta. Peningkatan kinerja Saka ini tentunya juga berdampak positif bagi PGN sebagai induk usaha. perusahaan, Arcandra seperti yang dikutip dari akun Instagram pribadinya.

banner 325x300

Lantas apa yang membuat Saka Energi bisa menghasilkan profit di tahun 2021?

Arkandra mengatakan, peningkatan kinerja Saka Energi dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, Saka Energi berhasil meningkatkan volume oil lift menjadi sekitar 25 ribu barel minyak per hari selama tahun 2021. Peningkatan lift tersebut disebabkan oleh eksplorasi beberapa sumur baru, terutama di Blok Pangkah yang mampu menemukan minyak. .

Kedua, kenaikan harga minyak sepanjang tahun 2021 juga meningkatkan pendapatan Saka Energi secara signifikan. Tahun lalu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) rata-rata US$68,13 per barel, lebih tinggi dari harga rata-rata 2020 US$52,77 per barel.

Ketiga, peningkatan teknologi sumur eksplorasi dan eksploitasi sumur berdampak tidak hanya pada peningkatan volume oil lift, tetapi juga pada efisiensi operasional Saka Energi.

Ia mengatakan, “Bisnis eksplorasi migas memiliki potensi besar jika dapat dikelola melalui peningkatan teknologi dan efisiensi dalam proses bisnis yang dijalankan. Saka Energi akan terus mewujudkan komitmen tersebut saat ini dan di masa mendatang.”

Peningkatan kinerja Saka Energi sebenarnya bisa dilihat dari kemampuan perseroan mempercepat pelunasan sejumlah obligasi yang diterbitkan pada 2017. Saka Energi mempercepat pelunasan obligasi senilai $220 juta pada 25 Maret 2022.

Setelah penebusan obligasi, obligasi Saka Energy yang beredar berjumlah $405 juta. Surat utang tersebut baru akan jatuh tempo pada Mei 2024.

“Kami bersyukur bisnis dari segmen eksplorasi dan produksi PGN selama tahun 2021 tumbuh sangat positif. Secara konsolidasi, laporan keuangan PGN tahun 2021 mencatat pendapatan perseroan dari penjualan migas sebesar menjadi $331,30 juta, nilai ini meningkat sekitar 60,64 persen dibandingkan yang diperoleh pada tahun 2020 sebesar 203,70 juta dolar.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam situasi yang penuh tantangan dan dinamis saat ini, sebagai anak perusahaan gas bumi, PGN selalu tekun dan tetap disiplin dalam menjalankan seluruh kegiatan usahanya. Termasuk di dalamnya sektor eksplorasi migas yang dioperasikan oleh Saka Energy.

Sebagai perusahaan migas, PGN menyadari bahwa mengelola bisnis eksplorasi dan produksi tidak hanya padat modal, tetapi juga harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memahami teknologi, layak secara komersial dan mampu menjalankan operasi bisnis yang efisien dan akuntabel.

Arkandra menutup dengan mengatakan: “Kami berharap Saka Energi dan PGN akan selalu menjadi bagian dari upaya bangsa ini untuk terus meningkatkan ketahanan energi dan menjadikan sumber daya alam nasional untuk membawa kemakmuran yang lebih besar bagi rakyat.”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.