free stats
banner 728x250
Berita  

Bank Tranfer Dan E-Wallet, Metode Pembayaran Populer Di Kalangan Pengguna BukuWarung

banner 120x600
banner 468x60

Pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir telah membawa banyak perubahan pada gaya hidup dan perilaku masyarakat. Untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus Corona, banyak kebiasaan yang harus bergeser dari aktivitas fisik ke aktivitas virtual, termasuk transaksi.

Untuk mendukung hal tersebut, BukuWarung sebagai start-up memberikan solusi bagi UMKM dalam menjalankan bisnisnya, dan juga menawarkan berbagai layanan keuangan untuk mendukung mereka dalam berbisnis dengan aman dan sehat dengan mengurangi konektivitas dan cashless termasuk pembayaran digital, QRIS dan Buy Now Pay Later hingga membantu pedagang mempertahankan pasokan Komoditas, pinjaman modal, dll.

banner 325x300

Data internal BukuWarung menunjukkan bahwa 93,3% dari lebih dari 7 juta penggunanya melakukan transaksi melalui transfer antar bank, baik melalui ATM, mobile banking dan internet banking.

Sejalan dengan itu, data statistik e-commerce tahun 2021 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik, menunjukkan bahwa transfer bank adalah salah satu metode pembayaran yang paling banyak digunakan oleh para pemain e-commerce.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 16,33% dari 11.928 perusahaan sampel dalam survei yang dilakukan di 34 provinsi, meliputi 303 kota/wilayah di seluruh Indonesia, sering menggunakan metode transfer antar bank baik melalui ATM, layanan perbankan Via mobile maupun internet banking.

Mayoritas responden atau hingga 78,72% menggunakan metode cash on delivery.

Sementara itu, popularitas transaksi e-wallet secara bertahap meningkat. 5,3% transaksi yang terjadi di BukuWarung selama triwulan IV tahun 2021 tercatat menggunakan e-wallet.

“Saat ini sudah banyak pilihan transaksi contactless dan cashless berkat kemajuan teknologi dan inovasi yang diperkenalkan oleh bank maupun non-bank. Hal ini tentunya sangat bermanfaat di tengah situasi pandemi yang kita hadapi selama lebih dari dua tahun. Kami berharap tren ini terus berlanjut mengingat masyarakat telah beradaptasi dengan kebiasaan baru yang berbeda selama pandemi, tidak hanya dalam hal kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan, tetapi juga gaya hidup, termasuk dalam bertransaksi. Perusahaan kami juga akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan yang terjadi sehingga kami terus relevan untuk tahun-tahun mendatang.” , kata Irwansyah Fansury, Head of Product Marketing BukuWarung.

Dalam laporan bertajuk Boku: 2021 Mobile Wallets Report yang dirilis oleh penyedia solusi pembayaran mobile berbasis di London beberapa waktu lalu, penetrasi e-wallet di Indonesia yang saat ini berada di level 25,6% diperkirakan akan tumbuh tiga kali lipat. Lima tahun ke depan dengan transaksi diperkirakan tumbuh hingga 10 kali lipat.

Berdasarkan laporan, pengguna e-wallet di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 63,6 juta dengan volume transaksi 1,7 miliar dan nilai transaksi $28 miliar.

Pada tahun 2025, diperkirakan jumlah pengguna e-wallet di Indonesia mencapai 202 juta atau 76,5% dari total populasi.

Ukuran transaksi diperkirakan mencapai $16 miliar dan nilai transaksi diperkirakan mencapai $107 miliar.

Selain transaksi melalui transfer antar bank dan e-wallet, tercatat juga 1,3% pengguna BukuWarung mulai mengadopsi standar Indonesia QR Code (QRIS) pada Januari 2022 dan 1,4% memilih bertransaksi melalui gerai ritel Alfamart.

Pergeseran transaksi ini juga terekam dalam Economic Outlook 2022 – Continuing Economic Recovery with Vigilance study yang diterbitkan oleh BRI Research Institute yang menunjukkan bahwa 45% dari hampir 65 juta pelaku UMKM mulai beralih ke transaksi nontunai di tahun 2020.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.