free stats
banner 728x250
Berita  

BBM Mahal, Bahan Bakar Gas Bisa Jadi Alternatif Untuk Kebutuhan Transportasi Darat

banner 120x600
banner 468x60

Journalist Report, Choirul Arifin

JAKARTA – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi selama 6 bulan terakhir terus menjadi ancaman bagi perekonomian Indonesia. Mahalnya biaya bahan bakar membuat beban biaya logistik meningkat.

banner 325x300

Di industri logistik, rata-rata biaya bahan bakar diperkirakan berkontribusi sekitar 20-25% dari biaya produksi first mile-last mile.

Dian Kuncoro, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Gas Cair & Kompres Indonesia (APLCNGI) mengatakan, sektor logistik nasional masih sangat bergantung pada transportasi darat yang sebagian besar mengkonsumsi BBM.

Oleh karena itu, ketika harga BBM mengalami volatilitas, ketakutan akan lonjakan harga barang konsumsi dan barang produksi segera terjadi. Dampaknya adalah kemungkinan peningkatan inflasi yang akan menciptakan tekanan yang lebih tinggi pada perekonomian.

“Sudah berulang kali kami usulkan agar transportasi darat bisa migrasi ke BBG, agar ketergantungan BBM berkurang,” ujarnya, Senin 11 Agustus 2022.

Ia mengatakan, dengan semakin meningkatnya infrastruktur pengisian CNG, para pelaku usaha transportasi seperti truk dan angkutan barang lainnya harus mulai menggunakan CNG.

“Ini energi yang lebih bersih, harga sangat kompetitif dan pasokan selalu tersedia dan tidak perlu impor,” lanjutnya.

Menurut Dian, dengan jumlah penduduk yang masih terpusat di Pulau Jawa, penggunaan transportasi darat dalam bisnis jasa logistik masih akan dominan ke depan.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah juga mendorong penggunaan CNG untuk efisiensi di sektor logistik.

Beberapa inisiatif dapat diambil. Diantaranya percepatan pengaktifan dan pembangunan SPBG masif di jalur kendaraan angkutan logistik. Selain itu, insentif bagi sektor angkutan barang untuk menggunakan CNG sebagai pengganti BBM.

Ia menegaskan, dengan menghubungkan tol Trans Jawa, seharusnya memudahkan pengusaha angkutan barang untuk mulai bermigrasi menggunakan BBG.

Menurut Dian, untuk kendaraan besar seperti truk peti kemas bisa dimulai dengan menggunakan bahan bakar ganda, yakni solar dan CNG. Namun bisa juga memanfaatkan penggunaan LNG dengan kapasitas yang lebih besar.

“Merefleksikan data penggunaan BBM dual fuel – BBG pada truk dan kendaraan penumpang seperti yang sudah ada terbukti mampu menghemat biaya hingga 30 persen,” jelasnya.

“Jika penghematan ini bisa dinikmati oleh angkutan logistik dan kendaraan penumpang lainnya, tentu akan menguntungkan perekonomian. Dengan harga BBM yang tinggi dan beban pemerintah saat ini, kita perlu segera bertindak,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, moda transportasi jalan memberikan kontribusi terhadap PDB subsektor transportasi sebesar 69,38 persen, angkutan laut sebesar 8,71 persen, dan angkutan kereta api sebesar 1,38 persen.

“Ada jutaan truk kargo yang beroperasi di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Jika truk-truk ini dapat beralih ke CNG, penghematan biaya energi akan sangat besar. Apalagi ketersediaan gas bumi di dalam negeri masih sangat besar dibandingkan BBM yang harus diimpor,” tambah Dian.

Lebih lanjut Dian mengatakan, di tengah perkembangan kendaraan listrik, pemerintah juga harus memperhatikan pengembangan moda transportasi berbasis BBG. Misalnya, pemerintah mendorong industri otomotif untuk memproduksi kendaraan angkutan umum dan logistik menggunakan CNG.

“Apa yang terjadi hari ini ketika harga bahan bakar merangkak naik dan kekhawatiran tentang biaya logistik dan distribusi akan lebih mahal, maka dengan meningkatkan produksi kendaraan berbasis CNG, tentu akan tercipta ekosistem dan ini juga akan mengurangi konsumsi bahan bakar yang pasokannya bergantung pada bahan bakar. pada impor. Ini akan sangat membantu menghemat dan membebani APBN,” katanya.

Pemerintah harus mendorong industri otomotif untuk memproduksi kendaraan CNG setiap 20 persen setiap tahun.

Khususnya pada kendaraan penumpang pribadi dan angkutan umum (angkot) serta logistik, karena saat ini dengan mahalnya harga BBM, jasa logistik dan distribusi meningkat. Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan CNG akan berdampak pada pertumbuhan bengkel layanan purna jual.

Meski saat ini sedang gencar-gencarnya tren kendaraan listrik, tak ada salahnya melihat kembali CNG sebagai produk dalam negeri yang bisa menjadi solusi tercepat untuk mengurangi beban biaya transportasi logistik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, saat ini infrastruktur gas untuk transportasi jalan telah dibangun sebanyak 57 SPBG/MRU yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.

Juli lalu, Kementerian ESDM kembali meresmikan pengoperasian tiga SPBG, yakni SPBG Kaligawe berkapasitas 1 MMSCFD atau 30.000 lsp per hari dengan harga jual Rp. 4.500 per lsp.

Harga BBG lebih rendah dari solar bersubsidi yang hanya Rp 5.550 per liter. SPBG Kaligawe sudah bisa difungsikan sebagai Mother Station.

Dua lainnya adalah SPBG Penggaron dan SPBG Mangkang masing-masing berkapasitas 0,5 MMSCFD atau 20.000 lsp.

SPBG Mangkang telah dimodifikasi dari OnlineStation menjadi Stasiun Daugther. Sedangkan SPBG Penggaron dibangun sebagai Stasiun Putri.

Dirjen Migas Tutuka Ariadji menyatakan penggunaan CNG sangat tepat untuk kendaraan besar seperti truk dan bus.

Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong pembangunan infrastruktur CNG di jalan-jalan yang menjadi lalu lintas moda transportasi tersebut.

“Mengingat truk dan bus biasanya melalui jalur atau trayek rutin, untuk menjamin ketersediaan pasokan BBG, Pemerintah berencana membangun SPBU di jalur yang dilalui kendaraan tersebut,” kata Tutuka dalam konferensi pers online awal tahun ini. .

Harga Bahan Bakar Gas Naik Bbm Kapan Okezone Economy
Kementerian esdm menaikan harga bahan bakar gas bbg menjadi rp4500 per liter setara premium lsp hot issue okezone economy

Konversi Penggunaan Bahan Bakar Minyak Bbm Ke Bahan
Bakar gas bbg bagi nelayan di kecamatan galesong selatan para nelayan adalah mahalnya bahan bakar sisi lain meskipun petani bisa mendapatkan bbm

Pertamina Minta Pemerintah Subsidi Harga Bahan Bakar Gas
Perlu adanya insentif seperti subsidi harga agar program konversi bbm ke bbg bisa berjalan dengan insentif ini investor bisa mendapatkan

Pakar Naiknya Harga Bbm Lpg Listrik Tak Bisa Dibendung Lagi
Bahan bakar minyak bbm jenis pertalite dan solar subsidi liquefied petroleum gas lpg subsidi tabung 3 kg hingga tarif listrik

Pertamina Akan Luncurkan Proyek Percontohan Sub Penyalur Bbm
Badan pengatur hilir minyak dan gas bumi bph migas akan meluncurkan proyek badarsyah mengungkapkan mahalnya harga bahan bakar minyak bbm di

Supir Bajaj Bbg Kami Ganti Bahan Bakar Gas Kementerian Esdm
Dengan adanya pengalihan subsidi bbm yang berdampak naiknya harga bbm bersubsdi diharapkan dapat menjadi pemicu percepatan program konversi bbm ke bbg untuk

Harga Bahan Bakar Gas Naik Tetap Lebih Murah Dibanding Bbm
Menteri esdm arifin tasrfi mengerek naik harga jual bahan bakar gas di spbg menjadi rp 4 500 untuk satu liter setara premium

Mobil Pakai Bbg Vs Bbm Lebih Mahal Mana Bisnis Liputan6 Com
Liputan6 com jakarta penerapan program konversi bahan bakar minyak bbm ke bahan bakar gas bbg membuat para produsen mobil menyiapkan

Harga Bbm Dan Listrik Bisa Naik Akibat Pajak Karbon Tahun 2022
Kenaikan harga beberapa komoditas bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak bbm listrik yang sebagian besar bersumber dari batu bara dan gas

Menyikapi Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Bbm
Bagi yang memiliki kendaraan atau mendapat fasilitas kendaraan bisa buat janjian pergi dan pulang kerja bersama sama pengeluaran harga bensin atau solar

Bbm Mahal Pakai Gas Elpiji Untuk Motor Pun Jadi Detiknews
Elpiji pun dijadikan bahan bakar motor keuntungannya ini motor bisa pakai bbm seperti biasa atau pakai gas elpiji

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.