free stats
banner 728x250
Berita  

Cerita Puluhan Nasabah Bank Riau Kepri Kehilangan Jadi Korban Skimming, Saldo Menyusut Sendiri

banner 120x600
banner 468x60

Puluhan nasabah Riau Kepri tiba-tiba kehilangan uang dari rekening tabungannya.

Beberapa nasabah tersebut langsung mendatangi Gedung Bank Riau Kepri, Sungai Panas, Kecamatan Kota Batam, Batam, Senin (9/5/2022).

banner 325x300

Suasana di ruang tunggu nasabah Bank Riau Kepri siang itu sangat ramai.

Kursi yang tersedia penuh dengan pelanggan yang menunggu untuk dilayani.

Beberapa dari mereka pernah melihat agen berseragam pegawai negeri sipil (PNS).

Nilai kerugiannya pun bervariasi dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Saldo akun penyusutan sendiri

Seorang nasabah Riau Kepri yang tidak mau disebutkan namanya mengaku kekurangan Rp 10 juta dan saldo rekeningnya menyusut sendiri.

Meski tidak pernah melakukan transaksi apapun hingga menghabiskan tabungannya di Bank Riau Kepri sebesar Rp10 juta pada 5-6 Mei 2022.

“Saya rugi hampir 10 juta rupiah, sedangkan saya merasa sama sekali tidak ada kesepakatan pada 5-6 Mei 2022,” kata pria yang ditemui di Bank Riau Kepri, Senin.

Ia mengaku terakhir kali melakukan transaksi di ATM Bank Riau Kepri di Sekupang, namun transaksi tersebut dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri.

“Terakhir kali saya membuat kesepakatan adalah sekitar 28 April 2022, setelah itu tidak ada apa-apa. Namun, sejak 5-6 Mei 2022, ada empat penarikan dari rekeningnya senilai Rp 2,5 juta.”

Senada dengan itu, Heru juga mengaku merugi Rp 12 juta dari rekeningnya di Riau Kepri.

Sama seperti klien lainnya, Heru juga mengaku tidak melakukan transaksi apapun pada 5-6 Mei 2022.

Heru berkata, “Saya terkejut, karena ketika saya memeriksa data transaksi, akun saya telah menarik 12 juta rupee.”

Dia menyarankan agar semua nasabah memeriksa rekening mereka sendiri untuk dugaan skimming ATM.

kata Bahareddin saat ditemui di kantor Bank Riau Kepri Si Banas, Senin (9/5/2022).

Seorang pelanggan yang tak mau disebutkan namanya mengaku merugi 12 juta rupiah dalam dua hari.

Dari histori transaksi di mobile banking, ia baru mengetahui ada dua kali penarikan dari rekeningnya pada 6 Mei senilai Rp5 juta dan pada 7 Mei 2022 sebanyak tiga kali senilai Rp7 juta.

“Saya baru tahu hari ini setelah seorang teman memberi tahu saya bahwa beberapa orang kehilangan uangnya di Bank Riau Kepri. Saya tidak melakukan semua transaksi, dan terakhir saya menarik uang pada tanggal 5 Mei di ATM Plaza HBC Sekupang,” jelas nasabah.

Saat ini, kasus kehilangan uangnya itu dibawa langsung ke kantor Bank Riau Kepri, bersama beberapa klien lainnya.

Bank menjelaskan bahwa uang dikembalikan ke tangan pelanggan, dan akan ditangani dalam waktu paling lama 21 hari.

Menurut informasi yang diterima dari nasabah yang dikonfirmasi ke Bank Riau Kepri, kejadian ini disebabkan oleh tindak pidana pencurian data (skimming) oleh penjahat di beberapa ATM Bank Riau Kepri.

“Kami tidak memberi tahu polisi soal ini, karena pihak bank yang menangani langsung. Katanya, Insya Allah uangnya akan kembali, yang penting kalau nasabah merasa ada kekurangan uang di rekeningnya, langsung lapor ke bank,” tambah nasabah yang tinggal di pulau Casso.

Itu akan diubah

Sementara itu, Riau Kepri telah mengkonfirmasi bahwa ada kasus klien kehilangan uang di saldo rekening mereka.

Bank Riau Kepri juga memastikan kekurangan dana tersebut pasti akan terkompensasi.

Kepala Bank Riau Kepri Batam Cabang Batam, Baharudin saat ditemui di lokasi bank.

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid sebelumnya mendapat informasi adanya sindikat ATM di salah satu bank.

Namun, dia tidak menerima laporan jumlah pegawai di lingkungan Pemkot Batam yang kehilangan saldo bank Riau Kepri.

Diketahui, bank tersebut merupakan mitra pemerintah, termasuk pembagian hak finansial kepada pegawai Pemkot Batam.

“Saya baru saja menelepon manajer bank Riau Kipri, dan dia bilang ya, benar, ada dua orang yang ditangkap dan ditangkap,” kata Jeffridine, Senin (9/5/2022).

Diakuinya, saat mendapat informasi itu, dia langsung mengecek saldo di rekeningnya.

Ia bersyukur saldo di ATM-nya tidak sedikit.

“Alhamdulillah saldo saya tidak berkurang. Aman,” ujarnya.

Ia juga memohon kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendry Orlan, agar Disdik segera melakukan pengecekan saldo rekeningnya.

Pasalnya, ia mendapat laporan sejumlah guru terluka dalam sindikat skimming di bank.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Bapak-bapak dan Ibu-Bapak, ada laporan ada guru yang dipukul oleh serikat pekerja skimming di bank, mohon ditarik sementara dari teller atau ATM dengan aman. Atau mungkin transfer saldo ke rekening bank lain sampai kondisi perbaiki lagi Hendry membacakan surat itu kepada stafnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri Ronnie Okorta Barros meminta Bank Riau Kepri segera menyelesaikan masalah kehilangan uang nasabah.

”Kami sudah berkoordinasi terkait kasus ini, dan Bank Riau Kepri telah mengakui sedang melakukan penyelidikan internal yang dilakukan oleh tim khusus Bank Riau Kepri di Pekanbaru,” kata Ronnie Okorta Barros melalui telepon.

Namun, Rooney berharap Bank Kepri tetap mematuhi prosedur yang telah ditetapkan, seperti menyampaikan laporan awal kepada perwakilan Bank Indonesia (BI) di Kepri.

“Yang penting, ke depan, Bank Riau Kepri akan memperkuat sistem pengawasan ATM dan sistem perbankan yang mereka miliki saat ini,” kata Rooney.

Rooney juga meminta Bank Riau Kepri untuk terus berkomunikasi dengan nasabah yang mengalami kerugian, khususnya terkait keterbukaan informasi terkait perkembangan hasil investigasinya.

“Keterbukaan informasi sangat penting saat ini, agar pelanggan yang telah melapor mengetahui bahwa kejadian mereka masih berlanjut,” kata Rooney. (Batam / Henning Sikar Otami / Roma Ole Siantori /)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.