free stats
banner 728x250
Berita  

Cleo Minta Pengusaha AMDK Kreatif Dan Inovatif Dalam Hadapi Rencana Pelabelan BPA

banner 120x600
banner 468x60

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis draf amandemen Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label pada Pangan Olahan. Salah satu zatnya mewajibkan pencantuman tulisan “Berpotensi BPA” pada label air minum dalam kemasan polikarbonat atau plastik keras.

Terkait rencana tersebut, direktur regional PT. Sarigona Primatrata Tbk, Produsen Galon Cleo Yohanes Catur Artiono meminta pengusaha AMDK tidak melihat rencana BPOM sebagai momok yang menakutkan.

banner 325x300

Menurutnya, hal ini harus benar-benar menantang para pelaku usaha AMDK untuk kreatif dan inovatif dalam meningkatkan produknya menuju kemasan bebas BPA.

“Kalau paparan BPA di bawah batas yang ditetapkan BPOM, kenapa harus khawatir,” kata Johannes yang menjadi pembicara dalam webinar bertajuk “Labeling BPA: Menuju Masyarakat Sehat dengan Pasar Sehat.”

Ia menambahkan, “Perwakilan dagang yang mengolah galon polikarbonat secara tidak benar sehingga paparannya terhadap BPA melebihi batas aman, harus melakukan inovasi.”

Selain menjadi tantangan yang bisa melahirkan inovasi, menurut Yohanes, skema pelabelan tersebut sebenarnya menyasar produk air minum kemasan polikarbonat yang paparan BPA-nya melebihi batas aman yang ditetapkan BPOM.

Bisphenol A atau BPA sendiri merupakan bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan galon dari plastik keras. Berbagai publikasi ilmiah menunjukkan bahwa risiko paparan BPA dalam kemasan kontak makanan antara lain dapat menyebabkan gangguan hormonal yang berujung pada infertilitas dan kanker.

Dalam perubahan peraturan tersebut, BPOM mewajibkan nilai batas deteksi BPA pada kemasan galon polikarbonat tidak melebihi 0,01 bpj (parts per million). BPA dapat dideteksi dalam kemasan makanan polikarbonat dan dibawa dari fasilitas produksi ke distribusi dan penyimpanan.

“Kami sudah lama memproduksi galon non-polikarbonat dan diberi label bebas BPA, karena kami mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan kesehatan di masa depan,” kata Johannes.

Selain itu, Cleo sendiri juga menjelaskan bahwa mereka kini telah merancang bagaimana galon selain polikarbonat yang sudah tidak layak pakai dapat didaur ulang menjadi galon yang layak pakai.

“Strategi kami adalah melakukan inovasi daur ulang” dari botol ke botol “agar kondisi kemasan kami tetap sesuai untuk masyarakat dan memenuhi regulasi yang kami harapkan sejak awal,” jelas Diane Kosassi, Regional Director PT Sariguna Primatirta, Tbk. Pada kesempatan yang sama.

Diklaim menghentikan bisnis AMDK

Terkait skema pelabelan BPA, ditolak oleh pengusaha AMDK. Misalnya, Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia atau Aspadin meminta BPOM untuk tidak melanjutkan rencana tersebut.

Aspadin mengklaim, jika disahkan, aturan labelisasi BPA akan menimbulkan persaingan komersial tidak sehat dan mematikan industri air minum galon.

Namun dalam webinar yang sama, peneliti dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Dr. Emma Mayasari, MH menilai rumusan perubahan peraturan BPOM telah disesuaikan dengan proses pembentukan peraturan yang direkomendasikan oleh Organisasi Negara Maju. atau OECD.

Menurut dia, BPOM telah menerapkan apa yang disebut penilaian dampak regulasi dengan mempertimbangkan praktik hukum terbaik di negara lain (praktik terbaik internasional), meninjau dampak paparan BPA dalam literatur dan laboratorium (pembuatan kebijakan berbasis bukti), dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan (involvement of stakeholders interest).

“Pembuatan kebijakan berbasis bukti dan partisipasi pemangku kepentingan dari peraturan BPOM ini sangat kuat. BPOM melakukan pemeriksaan laboratorium dan konsultasi publik dengan mengundang asosiasi bisnis dan organisasi konsumen, termasuk mengundang saya sebagai akademisi,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Ima, BPOM harus memperhitungkan dampak regulasi tersebut terhadap industri serta dampak kesehatan dari paparan BPA.

“Jadi saya menjawab tegas bahwa peraturan ini tidak menghilangkan keberlangsungan industri,” katanya.

Sementara itu, pakar persaingan dagang dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Tjahjanto Budisatrio yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, risiko terpapar BPA merupakan eksternalitas negatif dalam industri air minum dalam kemasan, begitu juga dengan risiko nikotin. dan tar dalam industri rokok.

Dalam keadaan seperti itu, wajar jika pemerintah turun tangan, dalam hal ini BPOM, agar ke depan industri tidak terkena market failure.

“Persaingan semakin sehat ketika masyarakat lebih sadar akan dampak kesehatannya,” katanya. “Produk yang menggunakan BPA otomatis akan terpacu untuk berbenah agar tetap kompetitif, sehingga terjadi situasi pasar yang kompetitif (kompetitif).”

Tjahjanto juga skeptis dengan klaim asosiasi bahwa label BPA akan mematikan industri air minum dalam kemasan. Dia mencontohkan bagaimana sebelum peraturan terkait BPA muncul di Amerika Serikat, Kanada, dan sejumlah negara Eropa pada tahun 2015, produsen perabot rumah tangga Swedia IKEA memutuskan untuk menghapus BPA dari semua produknya sejak 2012.

Inovasi perusahaan telah mengantisipasi dan melampaui evolusi kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Produk mereka (IKEA) bertahan sejauh ini. Artinya pengusaha, produsen, harus kreatif dan inovatif karena bagaimanapun tuntutan masyarakat semakin meningkat.”

Produsen Air Minum Luncurkan Kemasan Botol Kaca Beritasatu Com
Jan 31 2022 sadar akan pentingnya kemasan yang menarik cleo memiliki inisiatif untuk menghadirkan air minum dalam kemasan botol kaca 330 ml dengan

Bab I Pendahuluan Repository Stei
Aqua adalah sebuah merek air minum dalam kemasan amdk yang bekerja dari pertamina mendirikan usaha amdk sungguh sungguh meminta brand aqua

Produsen Amdk Dukung Wacana Pelabelan Galon Bpa
5 days ago regional manager amdk cleo yohanes catur arkiyono artinya seorang pengusaha seorang produsen itu harus kreatif dan inovatif karena

Hadapi Rencana Pelabelan Bpa Cleo Pengusaha Harus Kreatif
May 12 2022 namun yohanes meminta pengusaha amdk tidak melihat rencana bpom itu sebagai momok menakutkan selain menjadi tantangan yang bisa memicu inovasi

Rencana Aturan Label Bpa Di Amdk Pengusaha Dituntut Lebih
4 days ago rencana pelabelan itu menurut manajer regional pt sariguna primatirta tbk produsen galon cleo yohanes catur artiono justru harus menjadi

Doc Aqua Cleo K Rizky Afattqa Academia Edu
Jika hal ini terjadi maka produsen harus membuat inovasi baru agar perusahaan air minum dalam kemasan amdk dengan merek cleo ini menilai merek

Target Pertumbuhan 30 Persen Cleo Klaim Pakai Galon Bebas Bpa
Mar 14 2022 sementara itu melisa patricia wakil direktur utama cleo mengatakan kemasan cleo diproduksi dari bijih plastik murni yang bebas bpa dengan

Aturan Pelabelan Bpa Pengusaha Diminta Tidak Khawatir
Apr 27 2022 para pengusaha lanjut dia harus kreatif dan inovatif perusahaannya pun akan mengolah galon yang tidak layak pakai menjadi layak pakai kembali

Inovasi Berkelanjutan Cleo Swa Co Id
Feb 4 2022 inovasi berkelanjutan dijalankan cleo merek air minum dalam kemasan amdk yang hadir di pasar indonesia sejak 2004

Produsen Amdk Dukung Wacana Pelabelan Galon Bpa
5 days ago pada kesempatan yang sama manajer regional pt sariguna primatirta tbk dian kosasih juga turut menjelaskan bahwa saat ini cleo telah melakukan

Polemik Di Tengah Perencanaan Pelabelan Bpa Pada Galon Amdk
7 days ago rencana pelabelan itu menurut manajer regional pt sariguna primatirta tbk produsen galon cleo yohanes catur artiono justru harus menjadi

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.