free stats
banner 728x250
Berita  

Daftar Negara Yang Mengalami Lonjakan Inflasi Di 2022, Berikut Sejumlah Faktor Pemicunya

banner 120x600
banner 468x60

Laporan Wartawan , Ismoyo

JAKARTA – Sejumlah negara di berbagai belahan dunia kini mengalami gejolak perekonomian yang cukup mengkhawatirkan.

banner 325x300

Hal tersebut terlihat dari lonjakan inflasi yang signifikan, baik itu di Asia, Amerika, bahkan di Eropa.

Lonjakan inflasi yang terjadi saat ini disinyalir dampak dari adanya kenaikan harga komoditas dan energi dunia.

Di sisi lain, terjadinya gangguan pada rantai pasokan.

Inflasi sejumlah negara terus melejit seiring dengan perekonomian dunia yang kian memburuk. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang mencatatkan inflasi hingga di atas 100 persen.

menghimpun daftar negara dengan inflasi tertinggi berdasarkan data yang dirangkum oleh Trading Economics, dikutip Minggu (7/8/2022).

1. Lebanon (210 persen pada Juni 2022)

Tingkat inflasi di Lebanon masih sangat tinggi. Inflasi di Tanah Air pada Juni 2022 tercatat sebesar 210 persen secara tahunan.

Mengutip The National, hal ini disebabkan kurangnya pemantauan harga eceran, fluktuasi nilai tukar pound Lebanon di pasar paralel, pencabutan subsidi hidrokarbon secara bertahap dan penyelundupan barang impor juga menyebabkan kekurangan pasokan.

Air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya melonjak 594 persen pada Juni 2022, dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, diikuti oleh segmen perawatan kesehatan yang melonjak 492 persen.

Biaya transportasi melonjak 462 persen, sedangkan makanan dan minuman non-alkohol naik 332 persen.

2. Zimbabwe (257 persen per Juli 2022)

Inflasi tahunan Zimbabwe melonjak menjadi 257 persen di bulan Juli dari 191,6 persen di bulan sebelumnya.

Tingkat inflasi bulan ke bulan di bulan Juli adalah 25,6 persen, turun 5,1 poin persentase dari 30,7 persen di bulan Juni.

Menurut Xinhua, Zimbabwe telah mengalami tekanan inflasi selama tujuh bulan terakhir, didorong oleh faktor eksternal dan volatilitas nilai tukar.

Menteri Keuangan Mthuli Ncube mengatakan inflasi impor berkontribusi signifikan terhadap inflasi domestik.

3. Sudan (149 persen pada Juni 2022)

Sudan mengalami inflasi sebesar 149 persen pada Juni 2022. Inflasi ini justru menurun dari 192 persen pada Mei 2022.

Inflasi Sudan mencapai puncaknya pada Juli 2021 mencapai 422,78%. Gejolak politik dan krisis ekonomi menjadi penyebab utama tingginya inflasi.

4. Turki (79,6 persen pada Juli 2022)

Inflasi di Turki naik menjadi 79,6 persen pada Juli 2022.

Menurut Al Jazeera, lonjakan inflasi karena berlanjutnya pelemahan lira dan biaya energi dan komoditas global mendorong harga lebih tinggi.

Inflasi mulai melonjak musim gugur lalu, ketika lira merosot setelah bank sentral secara bertahap memangkas suku bunga kebijakannya sebesar 500 basis poin menjadi 14 persen dalam siklus pelonggaran yang diupayakan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

5. Argentina (64 persen pada Juni 2022)

Argentina mengalami lonjakan inflasi 64 persen pada Juni 2022 secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 60 persen.

Krisis ekonomi di Tanah Air terlihat dari panic buying yang terjadi di negara Amerika Selatan tersebut.

6. Sri Lanka (60 persen pada Juli 2022)

Inflasi Sri Lanka dalam 12 bulan hingga Juli 2022 meningkat menjadi 60,8 persen.

Mengumpulkan, kekurangan makanan dan bahan bakar menyebabkan harga meroket.

Kemudian, pemadaman listrik dan kurangnya obat-obatan membawa sistem kesehatan ke ambang kehancuran.

Krisis ekonomi Sri Lanka terjadi karena cadangan mata uang asing yang menipis.

Pada Mei 2022, Sri Lanka akan gagal bayar utang luar negerinya untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Apa itu Inflasi? Berikut adalah pengertian, sebab dan akibat

Kata ‘Inflasi’ mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda.

Biasanya istilah ini muncul terkait dengan stabilitas ekonomi.

Dikutip dari Badan Pusat Statistik, inflasi merupakan kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang berlangsung secara terus menerus.

Jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, maka inflasi akan meningkat.

Kenaikan harga barang dan jasa menyebabkan penurunan nilai uang.

Dengan demikian, inflasi juga dapat diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Sedangkan menurut situs resmi Bank Indonesia (BI), inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi, yaitu penurunan harga barang secara umum dan terus menerus.

Perhitungan inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS menghitung inflasi menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau indeks pengeluaran.

Kenaikan harga satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali kenaikan itu meluas (atau menyebabkan kenaikan harga) ke barang-barang lainnya.

Pengukuran IHK

Berdasarkan Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP), IHK dikelompokkan menjadi tujuh kelompok pengeluaran, yaitu:

1. Bahan Makanan.

2. Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau.

3. Perumahan.

4. Pakaian.

5. Kesehatan.

6. Pendidikan dan Olahraga.

7. Transportasi dan Komunikasi.

Pengelompokan data tersebut diperoleh melalui Survei Biaya Hidup (SBH).

Mengapa inflasi muncul?

Inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi penawaran (cost push inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi.

Faktor terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri khususnya negara mitra dagang, kenaikan harga komoditas yang diatur oleh pemerintah (Administered Price), dan guncangan penawaran negatif akibat bencana alam dan gangguan distribusi.

Faktor penyebab demand pull inflation adalah tingginya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya.

Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh permintaan total lebih besar dari pada kapasitas perekonomian.

Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi dalam menggunakan ekspektasi angka inflasi dalam keputusan kegiatan ekonominya.

Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru) dan penentuan upah minimum provinsi (UMP).

Meskipun ketersediaan barang secara umum diperkirakan mencukupi dalam mendukung kenaikan permintaan, tetapi harga barang dan jasa pada saat-saat hari raya keagamaan meningkat lebih tinggi dari kondisi supply-demand tersebut.

Demikian halnya pada saat penentuan UMP, pedagang ikut pula meningkatkan harga barang meski kenaikan upah tersebut tidak terlalu signifikan dalam mendorong peningkatan permintaan.

Dampak Inflasi

Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun.

Sehingga, standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.

Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.

Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi.

Hal itu pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai Rupiah.

Keempat, pentingnya kestabilan harga kaitannya dengan SSK (referensi).​

Deretan Negara Asean Dengan Inflasi Tertinggi Bagaimana
Lonjakan inflasi yang terjadi di negara negara asia belakangan ini memaksa para pemerintah berpikir keras untuk mengambil langkah langkah

Daftar 10 Negara Dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Di Dunia
Inflasi di sejumlah negara melonjak tinggi dipicu oleh kenaikan harga maju maupun berkembang lainnya juga mengalami lonjakan inflasi

Daftar Negara Di Asia Selatan Dengan Laju Inflasi Tertinggi Di Juni
Permintaan yang meningkat serta terbatasnya pasokan akibat invasi rusia ke ukraina telah memantik lonjakan harga energi terutama harga minyak mentah inflasi

10 Negara Dengan Inflasi Tertinggi Ada Yang Tembus 200
Beberapa negara mengalami inflasi tahunan di atas 100 yoy bahkan menembus 200 yoy pada periode april mei 2022

10 Negara Dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Indonesia Termasuk
Hal ini bisa dilihat dari lonjakan inflasi di masa pemulihan baca juga daftar 5 provinsi dengan tingkat pengangguran paling tinggi

5 Negara Dengan Inflasi Tertinggi Di Atas 100 Cnbc Indonesia
Berikut daftar negara dengan inflasi tertinggi berdasarkan data yang lonjakan inflasi itu disebabkan oleh melambungnya harga sejumlah

5 Daftar Negara Dengan Inflasi Tertinggi Di Dunia Okezone Economy
Highest inflation 2019 venezuela 10 000 000 tulis the spectator index yang dilansir dari akun twitternya pada minggu 5 1 2020 baca

Dunia Alami Krisis Ekonomi Ini Daftar 10 Negara Dengan Inflasi
Angka itu menjadi yang tertinggi dalam 41 tahun terakhir negara maju maupun berkembang lainnya juga mengalami lonjakan inflasi yang cukup

Lebanon Hingga Sri Lanka Ini Daftar 10 Negara Dengan Tingkat
Penyebabnya adalah lonjakan harga bensin di as yang mencapai 60 persen sejumlah negara juga mengalami hal serupa tak tanggung tanggung

Daftar 10 Negara Dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Di Dunia News
Penyebabnya adalah lonjakan harga bensin di as yang mencapai 60 persen sejumlah negara juga mengalami hal serupa tak tanggung tanggung

Ini 10 Negara Dengan Tingkat Inflasi Tertinggi Dan Kondisi Indonesia
Dunia sedang mengalami inflasi tinggi sejak wabah covid 19 melanda dan makin parah saat invasi rusia ke ukraina bagaimana kondisi indonesia

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.