free stats
banner 728x250
Berita  

Ekonom Ingatkan Potensi Hengkangnya Investor Asing Di Pasar SBN

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Bank Dunia memperingatkan bahwa pengetatan kebijakan moneter di sebagian besar negara maju akan mempengaruhi aliran modal asing ke pasar keuangan negara-negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Dalam hal ini, pengetatan kebijakan yang lebih cepat dari yang diharapkan akan menyebabkan arus keluar modal dari negara-negara tersebut dan menekan nilai tukar negara tersebut, sehingga memicu inflasi.

banner 325x300

Hal itu juga disampaikan Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual. Ia menilai masih ada kemungkinan asing keluar dari pasar keuangan domestik, khususnya di pasar surat berharga negara (SBN).

“Di pasar SBN, memang ada kekhawatiran The Fed akan terus menaikkan suku bunga acuan sehingga imbal hasil dapat mempengaruhi selisih imbal hasil (spread) antara SBN dan obligasi pemerintah. Sehingga tren (aliran modal asing) menuju SBN masih ada. negatif,” kata David kepada Kontan.co.id, Jumat (6/10/2022).

Kondisi ini, menurut David, bisa jadi akan menekan pergerakan nilai tukar rupiah. Apalagi, seperti yang kita ketahui bersama, Rupiah melemah pekan lalu bahkan lima hari berturut-turut.

Jika melihat benchmark Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar Rupiah ditutup melemah pada 6 Juni 2022 di Rp. Dilanjutkan 10 Juni 2022, rupiah ditutup melemah pada level 14.569 rupee per dolar AS.

Namun, di sisi lain, aliran masuk modal asing terus mengalir ke pasar saham, seiring dengan rendahnya valuasi Indonesia, sehingga terus memperkuat pergerakan nilai tukar. rupee.

Dengan kondisi tersebut, David tetap mengimbau Indonesia untuk berhati-hati dan tetap berharap tren aliran masuk modal asing di pasar saham akan terus berlanjut meski ada potensi aliran modal asing keluar dari pasar SBN. Hal ini untuk menjaga ketahanan nilai tukar rupiah.

Selain itu, saat ini perekonomian Indonesia mulai bergerak, kebutuhan barang impor meningkat seiring dengan mobilitas yang tinggi. Dengan demikian, aktivitas impor akan meningkat dan kebutuhan devisa (valas) juga akan berkurang, yang pada gilirannya juga akan menambah beban mata uang Garuda.

Kabar baiknya, David masih melihat penguatan nilai tukar rupiah masih ada. Hal ini sejalan dengan perhitungan nilai tukar efektif riil Indonesia yang selalu lebih baik dari negara-negara tetangganya.

“Sejauh ini Rupiah masih cukup bagus. Kalau membandingkan nilai tukar riil, membandingkan inflasi dengan angka ekspor dan impor, kita secara fundamental lebih kuat dari rekan-rekan kita. Artinya daya saing produk kita selalu baik,” ujarnya dikatakan.

Dengan kondisi itu, David memperkirakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek akan bergerak antara Rp 14.600 per dolar AS hingga Rp 14.800 per dolar AS.

Memang ada potensi pelemahan di sini, namun David berharap pelemahan rupiah tidak terlalu mengejutkan.

Reporter : Rose Bidara | Source : Kontan

Investasi Asing Sektor Digital Diprediksi Meningkat Bkpm
Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi investasi juga akan mendorong bisnis semakin berkembang dan mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja jelasnya

Asing Keluar Dari Investasi Portofolio Ini Penjelasan Ekonom
Ekonom mengatakan keluarnya asing dari investasi portofolio antisipasi dari para investor dalam menghadapi potensi kenaikan suku bunga

Keuntungan Berinvestasi Di Indonesia Bagi Investor Asing
Semakin tinggi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara biasanya investasi yang dimiliki oleh negara itu memiliki angka yang tinggi indonesia merupakan

Kubu Luhut Ingatkan Jangan Usik Tka Nanti Investornya Hengkang
Dia meminta jangan terlalu mempermasalahkan masuknya investasi asing karena motif politik bila hal itu dilakukan investor bisa hengkang

Dana Investor Asing Kabur Rp 47 T Ytd Dari Bursa Saham Ri
Jakarta cnbc indonesia dana investor asing banyak hengkang dari pasar modal indonesia ketua dewan komisioner otoritas jasa keuangan

Dpmptsp Kemudahan Investasi Dan Strategi Memulihkan
Di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi covid 19 realisasi investasi di indonesia pada semester i 2020 masih menunjukkan tren positif bkpm

Ekonom Ingatkan Pemerintah Perhatikan Asal Dana Investasi
Bkpm harus perhatikan ini ujar aviliany pada rabu 8 9 2021 pada semester i 2021 total investasi di indonesia kecuali sektor hulu

Menko Luhut Yakinkan Investor Asing Tidak Lama Lagi Kami Akan
Indonesia punya banyak potensi sumber daya alam green energy yang siap untuk diolah ada pula potensi sumber karbon kredit hampir 80 persen

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.