free stats
banner 728x250
Berita  

Harga Minyak Mentah Masih Tinggi, Pemerintah Isyaratkan Penyesuaian Harga Pertalite

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Pemerintah tengah mengkaji penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni Pertalite.

Penyesuaian harga pertalite diperlukan agar keuangan negara tidak kebobolan, mengingat kuota subsidi migas sudah menipis, sementara harga migas dunia saat ini sedang naik tinggi.

banner 325x300

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku sedang mengkaji penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Di sisi lain, isu Revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 juga sedang dilaksanakan dan diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, mengatakan penyesuaian harga Pertalite saat ini sedang dikaji.

“Ini (penyesuaian harga) juga masuk dalam kajian yang sedang dilakukan, nanti dilihat dan dievaluasi bersama, harga minyak mentah tidak turun,” katanya saat ditemui di Kementerian ESDM dan Sumber Daya Mineral, Senin (15/8).

Selain mengkaji penyesuaian harga BBM bersubsidi, Arifin juga mengaku pihaknya sedang merampungkan revisi Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 191 Tahun 2014 tentang pembatasan pembelian BBM bersubsidi dan diharapkan selesai pada Agustus 2022.

“Mudah-mudahan setelah 17 Agustus. Ya, dalam bulan ini, kami harus bisa menyelesaikannya dalam waktu dekat,” jelasnya.

Dirjen Migas Tutuka Ariadji menambahkan, terkait penambahan kuota BBM bersubsidi, saat ini sedang dilakukan pembahasan dengan tim dan menteri terkait.

“Kalau melihat kebutuhan tentu akan bertambah, sekarang tinggal bagaimana menyikapinya,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, kebutuhan Pertalite dan Solar sangat perlu diperhatikan karena masyarakat sangat membutuhkannya. “Kami terus melihat dari waktu ke waktu, pada waktunya akan kami sampaikan,” kata Tutuka.

Tutuka memberikan gambaran bahwa kajian yang masih dilakukan lebih lanjut adalah mengenai kondisi Wilayah Operasi Pemasaran (MOR), terutama untuk melihat MOR mana yang kritis dan mana yang tidak.

Asal tahu saja, secara nasional MOR terbagi menjadi 8 seksi yang mewakili sejumlah daerah di Indonesia.

Sedangkan untuk revisi aturan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, Kementerian ESDM saat ini sedang mengkaji dan mencermati situasi saat ini karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

“Saat ini belum bisa saya sampaikan sesuatu yang konkret karena masih belum selesai,” ujarnya.

DPR Enggan Tambah Anggaran Subsidi

Sementara DPR menegaskan tidak akan menambah anggaran untuk subsidi energi lagi, padahal anggaran tersebut sudah semakin tipis.

Dengan demikian, solusi yang ada saat ini adalah dengan menyesuaikan subsidi BBM yang telah ada saat ini.

“Bagi saya tidak ada penambahan anggaran (anggaran subsidi energi), kalau terus seperti ini, tidak punya pijakan, maka yang terbaik adalah secara gradual pemerintah melebarkan, menaikkan, atau menyesuaikan subsidi BBM kita,” tutur Ketua BanggarDPR Said Abdullah kepada awak media saat ditemui di Gedung Parlemen DPR RI, Selasa (16/8/2022).

Tidak hanya BBM, menurutnya anggaran untuk subsidi LPG 3 kg pun tidak akan ditambah.

Hal ini lantaran, penerima subsidi LPG 3 kg tersebut paling tidak tepat sasaran.

Ia mencatat sasarannya hanya 22 persen saja masyarakat yang seharusnya merasakan.

Lebih lanjut, untuk menjaga daya beli masyarakat ketika memang pemerintah menaikkan harga Pertalite, Said menyarankan agar sejumlah bantuan seperti perlindungan sosial dan bantuan sosial gencar di kucurkan ke masyarakat.

“Untuk menjaga daya beli masyarakat, artinya perlinsos harus dipertebal, langsung tepat sasaran kepada masyarakat penerima,” jelasnya.

Bagi Banggar, lanjut Said, melakukan penyesuaian harga BBM adalah pilihan yang tepat ketimbang pemerintah menambah anggaran subsidi lagi yang jelas-jelas realisasinya tidak tepat sasaran.

Kenaikan Harga Pertalite Jadi Pertimbangan

Sebelumnya Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, menyesuaikan harga jual Pertalite ke masyarakat dapat menjadi pertimbangan.

Menurutnya, subsidi BBM saat ini dinilai belum efektif dan kurang tepat sasaran. Pasalnya, masih banyak masyarakat golongan mampu yang membeli BBM subsidi jenis Pertalite.

“Menaikan harga BBM subsidi (bisa menjadi opsi), karena memang disparitas harga (keekonomian) yang sangat jauh ini,” ungkap Mamit kepada , Minggu (14/8/2022).

“Hal ini membuat banyak terjadi penyelewengan. Akhirnya subsidi menjadi tidak tepat sasaran,” sambungnya.

Sebelumnya, Pertamina pernah mengungkapkan, untuk harga keekonomian BBM jenis pertalite seharusnya dibanderol Rp17.200 per liter.

Angka tersebut terpaut sangat jauh, karena saat ini harga pertalite dihargai Rp7.650.

Mamit memberikan pandangannya, bahwa alangkah baiknya subsidi oleh Pemerintah dialihkan kepada orang, bukan kepada barang.

Sehingga hal tersebut dinilai lebih tepat sasaran.

Mamit juga menegaskan, revisi aturan pembatasan penjualan BBM harus segera diselesaikan, agar kuota BBM subsidi tak jebol.

“Perlu adanya pembatasan terkait dengan konsumsi bbm pertalite dan solar subsidi. Oleh karena itu, revisi perpres 191/2014 saya harap segera diterbitkan karena ini kuncinya,” jelas Mamit.

(/Kontan/Siti Masitoh/Tendi Mahadi/Bidara Pink/Wahyu T.Rahmawati)

Harga Minyak Mentah Dunia Melejit Namun Kkks Masih Pelit
Hanya saja dia meminta pemerintah untuk menawarkan sejumlah insentif untuk mendorong minat eksplorasi dan investasi pada sektor hulu migas

Harga Minyak Mentah Meroket Ini Dampaknya Ke Anggaran
Ekonom mengungkapkan kenaikan harga minyak mentah bagai pedang bermata dua namun demikian harga komoditas masih akan relatif tinggi

Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Ini Kebijakan Esdm Jangka
Sri mulyani indrawati mengatakan dana pemerintah daerah di perbankan masih tinggi atau sebesar rp 212 4 triliun baca selengkapnya sri mulyani

Harga Minyak Dunia Tinggi Pemerintah Genjot Produksi Gas Alam
Pasokan gas global diprediksi akan kembali meningkat pasca fid sejumlah proyek pada 2019 meski demikian pertumbuhannya diperkirakan masih akan

Minyak Dunia Masih Tinggi Berikut Harga Ditjen Migas
Pemerintah tetap menjaga harga bbm pertalite sebesar rp7 650 per liter karena paling banyak dikonsumsi masyarakat bagaimana dengan harga bbm

Minyak Dunia Masih Tinggi Berikut Harga Keekonomian Bbm Non
Harga minyak dunia saat ini masih tinggi diatas us 110 per barel pemerintah tetap menjaga harga bbm petalite sebesar rp 7 650 per liter

Kenaikan Harga Minyak Mentah Berdampak Pada Bbm Pemerintah
Icp sementara masih tinggi di atas 114 dolar as per barel harga minyak brent lebih tinggi lagi tingginya harga minyak tidak hanya

Turun Drastis Harga Minyak Mentah Ri Jadi Us 102 5 Barel
Selain dari pada itu turunnya harga minyak mentah indonesia juga didorong atas masih berlakunya ekspor minyak mentah rusia

Sri Mulyani Prediksi Harga Minyak Mentah Mulai Mereda Pada 2023
Id jakarta pemerintah memprediksi harga minyak mentah dunia mulai harga minyak mentah global pada tahun depan masih relatif tinggi

Harga Minyak Dunia Jatuh Lebih Dari 7 Persen Ini Penyebabnya
Harga minyak mentah dunia turun tajam pada perdagangan hari selasa di barat kombinasi harga energi yang tinggi dan kenaikan suku bunga

Penelitian Fiskal
Fluktuasi harga minyak yang cukup tinggi secara nyata berimplikasi pada makroekonomi kondisi seperti ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membuat

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.