free stats
banner 728x250
Berita  

Hotel Dan Restoran Panen Cuan Selama Lebaran, BI Catat Penarikan Uang Tunai Capai Rp 180,2 Triliun

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Abindo) mengatakan sektor usaha hotel, restoran, dan transportasi akan sangat diuntungkan dengan kegiatan Hari Nasional 2022.

Wakil Presiden Apindo Suryadi Sasmita mengatakan peredaran uang hasil kegiatan repatriasi telah merevitalisasi sektor usaha di daerah dan Jabodetabek setelah dilanda pandemi Covid-19.

banner 325x300

“Semua dapat, sektor transportasi, hotel, restoran dll. Makanannya enak banget, tiap hari kenyang karena orang bosan di rumah, jadi kalau habis semua, mereka (pengusaha) sekarang sedang menikmati hasil panen,” kata Suryadi. . (9/5).

Al-Saridi mengatakan setidaknya ada satu orang yang mudik dengan uang tunai Rp 5 juta, dan itu belum termasuk transaksi menggunakan kartu kredit.

“Satu orang itu Rp 5 juta dikalikan dengan jumlah orang yang mudik. Itu besar sekali, kalau ditambah transaksi kartu kredit bisa Rp 10 juta per orang,” kata Suryadi.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, secara kumulatif sejak H-7 hingga hari kedua Lebaran atau 3-25 April 2022, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum sebanyak 6,3 juta orang.

Secara terpisah, Bank Indonesia (BI) mencatat penarikan tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri 2022 sebesar Rp 180,2 triliun, meningkat 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 154,5 triliun.

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sebelum kondisi pandemi atau Mei 2019 yang sebesar 9,21 persen YoY (YoY) kata Erwin Haryono, Head of Business Intelligence Communications.

“Realisasi ini masih dalam lingkup alokasi kas yang disiapkan International Investment Bank untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2022,” ujarnya.

Jawa menjadi wilayah dengan penarikan tunai tertinggi sebesar 110,1 triliun rupee, naik 19,6 persen YoY, diikuti oleh Sumatera sebesar 35,3 triliun rupee, naik 6,5 persen YoY.

Kemudian Sulawesi-Maluku-Malut-Papua (Sulambwa) senilai Rp15 triliun tumbuh 13,3 persen year on year, Kalimantan Rp12,5 triliun tumbuh 15,2 persen year-on-year, dan Bali-NTT- NTB (Bali Nusra) Rp 7,4 triliun, tumbuh 42,4 persen year on year.

Terkait kurs, Bank Indonesia menyebut volume dana yang beredar melalui Bank Investasi selama Ramadan dan Idul Fitri sebesar Rp 1,3 triliun.

Selain penarikan tunai, BI juga mencatat peningkatan transaksi nontunai melalui BI-FAST yang tetap beroperasi penuh selama libur Lebaran.

Nominal transaksi BI-FAST April 2022 tumbuh 51,88 persen month-on-month (month-to-month/metric ton), menjadi Rp100,25 triliun dan tumbuh volume sebesar 32,72 persen juta metrik ton menjadi 24,55 juta transaksi.

“Nominal transaksi tertinggi terjadi pada H-7 Lebaran dengan nilai Rp5,93 triliun dengan volume 1,28 juta transaksi,” kata Irwin. (Jaringan/sen/kps/van/wly)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.