free stats
banner 728x250
Berita  

IHSG Anjlok Usai Libur Lebaran, Saham-saham Bank Besar Juga Ambrol

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Pergerakan IHSG pasca libur Idul Fitri 2022 ditutup Senin (9/5) turun 4,42 persen atau 319 poin menjadi 6.909,75 poin.

Pada awal perdagangan, IHSG turun lebih dari 2 persen hingga menyentuh angka terendah di 6.911,84, di mana indeks berada pada penutupan sebelumnya pada 28 April 2022 di 7.228,91.

banner 325x300

Gema Merdeka Goeyardi, CEO dan pendiri PT Astronacci International, memprediksi IHSG akan ambruk seiring dengan kondisi makro ekonomi dunia.

Kondisi yang mempengaruhi antara lain tingkat inflasi di Amerika Serikat, melemahnya nilai tukar rupee, perang antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022, harga minyak dunia yang tinggi, dan kondisi makro ekonomi yang kurang lebih serupa hingga tahun 2013 .

Menurutnya, kondisi makro ekonomi dunia saat ini tentunya berdampak pada pergerakan IHSG di Indonesia.

“Negara kita tidak hidup sendiri. Negara kita bergerak dengan negara lain, dan itu pasti akan berdampak pada Indonesia,” kata Jimma.

Gema menjelaskan bahwa IHSG memasuki area resistance wave 5 yang diikuti oleh momentum bearish multiple divergence, dimana kekuatan tersebut idealnya terbatas dan bersiap untuk pelemahan signifikan menuju area support.

“Analisis ini juga digunakan oleh institusi dalam dan luar negeri yang disediakan langsung oleh Astronacci International dan dapat diperoleh dari Bloomberg,” ujarnya.

Idealnya, setelah mini-crash berakhir, IHSG akan melanjutkan reli bullish berikutnya dengan target resistance terdekat di 7800 setelah pembalikan ke zona support, kata Jimma.

“Ini bukan salah pemerintah. Ini bencana global pasca wabah dan menyebabkan inflasi yang harus dihadapi bersama. Harga pasti naik karena mengikuti pasar global,” kata Gemma.

Akibat penurunan signifikan di pasar Indonesia, Astronacci International telah memberikan beberapa rekomendasi saham-saham yang memiliki prospek bagus di tahun ini, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Previously, the large capitalized banks were PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), and PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) compactly dragged JCI into the red.

Harga saham keempat bank tersebut berbanding terbalik dengan kinerja kuartal I 2022.

Bank BRI mencatatkan laba sebesar Rp 12,22 triliun. Selanjutnya ada Bank Mandiri yang berhasil membukukan laba bersih Rp 10,03 triliun. Kemudian BCA dengan laba bersih Rp 8,1 triliun dan BNI Rp 3,96 triliun.

Penyebab turunnya sejumlah saham perbankan karena respon negatif pelaku pasar terhadap kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang resmi menaikkan suku bunga acuan. Kebijakan ini menimbulkan tekanan di pasar saham.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah di pasar spot pada Senin sore. Menurut Bloomberg, Garuda berada di level 14.573 rupee per dolar AS, atau turun 93 poin (0,64 persen).

Kurs acuan untuk kurs spot dolar di Jakarta Interbank (Jisdor), rupiah adalah 14.534 rupee per dolar AS atau naik dua kali lipat dari kurs sebelumnya sebesar 14.480 rupee per dolar AS. (Jaringan/sen/kps/wly)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.