free stats
banner 728x250
Berita  

Kenaikan Pungutan Ekspor CPO Tidak Ganggu Kinerja Perusahaan Sawit

banner 120x600
banner 468x60

Laporan pers, Rinas Abdullah

Jakarta – Rencana pemerintah menaikkan batas atas pajak ekspor minyak sawit mentah (CPO) awal tahun ini tidak berdampak pada kinerja keuangan PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS).

banner 325x300

Komisaris NSS Robiyanto mengatakan hal ini karena perusahaan tetap fokus pada pasar lokal.

Saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/5/2022), ia mengatakan, “Meskipun ada tarif ekspor, kinerja NSS tidak akan terpengaruh secara signifikan karena pangsa pasar NSS saat ini tetap fokus memenuhi permintaan domestik.”

Rubianto mengatakan perusahaan menargetkan pendapatan pada 2022 meningkat 45% dibandingkan pendapatan tahun lalu.

Hal ini seiring dengan kenaikan harga Buket Buah Segar (TBS) dan CPO dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun ini.

Kenaikan tarif TBS dan CPO yang signifikan ini tercermin dari kinerja nilai penjualan Nusantara Sawit Sejahtera yang meningkat selama periode 2021.

“Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan sekitar 45 persen year-on-year,” katanya.

Perubahan kebijakan CPO juga tidak berpengaruh terhadap rencana penjaminan emisi.

NSS berencana menyelesaikan pabrik baru seluas kurang lebih 43.000 hektar, serta melakukan penanaman baru.

Dengan langkah ini, perseroan yakin oil recovery rate (OER) juga akan meningkat.

Oleh karena itu, sekali lagi klarifikasi, ini selanjutnya dapat mengarah pada peningkatan produksi dan peningkatan penjualan.

Pada Maret 2022, pemerintah menaikkan batas atas bea keluar CPO dan produk turunannya dari US$1.000 per ton menjadi US$1.500 per ton.

Keputusan itu diambil setelah Mendag mencabut kebijakan peningkatan porsi Domestic Market Commitment (DMO) CPO dari 20% menjadi 30%.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.