free stats
banner 728x250
Berita  

Mampu Serap Tenaga Kerja, Pelaku Industri Vape Berharap Ada Regulasi Yang Komprehensif

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizers Indonesia (APVI), Aryo Andrianto menilai keberadaan produk perawatan tembakau (HPTL) lainnya, termasuk vaping, semakin populer di berbagai kalangan.

Hal ini disertai dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaping yang lebih kecil risikonya dibandingkan produk konvensional.

banner 325x300

Melihat tren fenomena vaping yang terus meningkat, Aryo meyakini potensi pasar vaping dalam 10 tahun ke depan akan semakin meningkat.

“Kami percaya vaping akan terus tumbuh dalam 10 tahun ke depan, inovasi akan terus berlanjut dan pemain komersial akan tumbuh,” kata Aryo dalam keterangannya, Senin (13/6).

Aryo mengatakan, jumlah pelaku bisnis vape semakin hari semakin meningkat. Menurut data resmi APVI, asosiasi saat ini memiliki 1.100 anggota yang terdiri dari toko ritel, distributor/agen dan produsen. Di Indonesia, saat ini terdapat lebih dari 100 distributor/agen dan lebih dari 200 produsen, selebihnya adalah pengecer.

“Dengan banyaknya pelaku komersial, industri vape saat ini mampu menyerap 80-100.000 tenaga kerja,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Aryo berharap pemerintah mengadopsi regulasi komprehensif yang bertujuan melindungi kelangsungan industri vaping di tanah air.

“Selain ketentuan tentang kebijakan cukai, kita juga membutuhkan peraturan lain sebagai unsur kepastian komersial yang sangat penting, baik dari segi produksi maupun perdagangannya,” katanya.

Direktur Komunikasi dan Pembinaan Pengguna Jasa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, sejak peraturannya pada 2018, kontribusi penerimaan cukai dari vaping/e-cigarette terhadap produk tembakau secara keseluruhan pada 2021 adalah 0,33%. atau Rp 629 miliar.

“Sejak tarif cukai diterapkan pada rokok elektrik, industri ini mampu memberikan kontribusi peningkatan. Untuk itu menyerap produk tembakau mentah dalam negeri. Saya kira perkembangannya cukup bagus,” kata Nirwala Dwi Heryanto.

Nirwala mengatakan industri rokok elektrik (vape) diharapkan mampu memberikan kontribusi sebesar Rs 648,84 miliar pada 2022, terutama karena perkembangan rokok elektrik yang terus tumbuh pesat dan memuncak pada tahun lalu. periode 2018-2020.

Terkait langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menaikkan cukai dan Harga Jual Eceran (RSP) e-cigarette dan cairan lainnya, mengingat konsumsi e-cigarette terus meningkat seperti rokok konvensional dalam bentuk tembakau bakar. .

Terkait desakan perlunya payung hukum bagi industri vape, menurut Nirwala, regulasi industri rokok elektrik (vape) pada dasarnya sama dengan regulasi. diberikan kepada jenis produk tembakau lain yang telah diproduksi di Indonesia.

“Artinya, selalu mempertimbangkan konsep penyederhanaan ketentuan dan penyesuaian terhadap industri vape/rokok elektronik yang sebagian besar merupakan industri kecil dan menengah,” ujarnya. -dia menjelaskan.

Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Tembakau, dan Minuman Kementerian Perindustrian Edy Sutopo mengatakan industri pengolahan hasil tembakau (HPTL) lainnya, khususnya berupa vaping cair, berkembang pesat di Indonesia. Industri vape biasanya digeluti oleh industri kecil menengah (IKM).

Edy Sutopo mengatakan pada tahun 2017 jumlah vape shop mencapai hampir 4.000 outlet, jumlah vapers/pengguna vaping mencapai sekitar 900.000 pengguna dengan 650.000 pengguna aktif.

Menurut data Asosiasi Personal Vaporizers Indonesia (APVI), pengguna vape pada 2020 diperkirakan meningkat menjadi 2,2 juta orang dari 1,2 juta orang pada 2018.

“Industri ini sangat berkembang dengan banyak menyerap tenaga kerja,” kata Edy Sutopo.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah pengecer sudah mencapai 5.000. Sementara itu, jumlah distributor/importir mencapai 150 orang, produsen cairan 300 orang, produsen alat dan asesoris lainnya 100 orang dan pengusaha lainnya (EO, media, equipment) hingga 50 orang.

Edy Sutopo mengungkapkan sejak pengenaan cukai pada 2018, penerimaan cukai HPTL mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan di tahun 2020.

“Kontribusi cukai HPTL terbesar adalah jenis Tembakau Ekstrak dan Esensi (EET),” ujarnya.

Meski penggunaan rokok dalam hal ini vaping berdampak negatif bagi masyarakat, menurut Edy Sutopo, pemerintah tetap perlu mengatur industri ini.

“Kalau tidak, akan muncul pasar gelap dan merugikan pemerintah”, pungkas Edy Sutopo.

Artikel ini awalnya terbit di Kontan dengan judul Serap Banyak Tenaga Kerja, Industri Vape Harap Regulasi Komprehensif

Industri Hasil Tembakau Berkontribusi Pada Pemulihan Ekonomi
Tidak ada industri yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak industri lanjut budidoyo pelaku industri hasil tembakau mengharapkan ada

Keberadaan Ikm Bisa Serap Tenaga Kerja Pemerintah Kota
Sekretaris dinas perdagangan koperasi ukm dan perindustrian kota palangka raya akhmad zakaria menyebut keberadaan industri kecil

Industri Berperan Penting Serap Bahan Baku Dan Tenaga Kerja Lokal
Ini salah satu industri yang berbasis ekspor dan semua bahan bakunya dari lokal industri hortikultura ini harus terus didorong karena dapat meningkatkan nilai

Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Terus Meningkat
Dari tahun 2015 ke 2018 terjadi kenaikan 17 4 persen dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di tahun 2019 ungkap

Kemenperin Nilai Revolusi Industri 4 0 Mampu Serap Banyak
Era revolusi industri 4 0 yang ada di depan mata nantinya bakal banyak menyerap tenaga kerja

Ikm Berkontribusi Serap Tenaga Kerja Industri
Ikm berkontribusi serap tenaga kerja industri sementara itu guna mendorong pelaku ikm nasional mampu menembus pasar ekspor di tengah

Sandiaga Uno Industri Perfilman Banyak Serap Tenaga Kerja
Perfilman merupakan salah satu subsektor yang terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja hot issue okezone economy

Tumbuh 17 82 Persen Menperin Industri Otomotif Mampu Serap
Kartasasmita industri otomotif mampu serap banyak tenaga kerja upaya membangkitkan pelaku industri otomotif di tengah pandemi

Industri Diharap Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja Lokal Republika
Ia mengatakan bahwa paket kebijakan diberikan kepada pelaku usaha untuk bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja paket kebijakan ekonomi yang

Sektor Umkm Mampu Serap 97 Tenaga Kerja Di Indonesia
Sektor umkm mampu serap 97 tenaga kerja di indonesia dan industri serta para pelaku umkm usaha mikro kecil dan menengah

Kemenperin Industri Kerajinan Terus Berkontribusi Pulihkan Ekonomi
6 hari yang lalu baca juga serap 200 000 tenaga kerja ekspor batik tembus 533 juta dolar as baca juga kemenperin industri batik mampu bertahan di masa

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.