free stats
banner 728x250
Berita  

Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Berpengaruh Positif Pada Kegiatan Produksi, Konsumsi Dan Investasi

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya menyebutkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen year on year pada kuartal I 2022.

Namun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yaitu triwulan IV tahun 2021, angka tersebut mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,96 persen (dari triwulan ke triwulan).

banner 325x300

Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan pulihnya mobilitas masyarakat yang berdampak positif pada kegiatan produksi, konsumsi dan investasi, kata Margo Yoono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam paparannya Senin (5/9/2022), Margo Yoono menyampaikan bahwa ”tingginya pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2022 ini disebabkan oleh pulihnya perekonomian masyarakat”.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dengan peningkatan PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan I tahun 2022 sebesar 4.513,0 triliun rupiah dan atas dasar harga konstan tahun 2010 sebesar 2.818,6 triliun rupiah.

Margo mengungkapkan, kontribusi terhadap distribusi dan pertumbuhan PDB pada triwulan I 2022 berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, konstruksi, konsumsi rumah tangga, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Untuk kelompok provinsi di pulau Jawa masih mendominasi struktur spasial perekonomian Indonesia pada triwulan I 2022 sebesar 57,78 persen (y/y), dengan kinerja ekonomi tumbuh 5,07 persen dibandingkan triwulan I. tahun 2021.’ kata Margot.

inflasi tinggi

BPS juga dalam laporannya menyebutkan kenaikan inflasi pada April 2022 sebesar 0,95 persen secara bulanan atau bulanan (juta metrik ton).

Margo Yoono menjelaskan, angka inflasi tersebut berasal dari kenaikan indeks harga konsumen menjadi 109,98 pada April dari 108,95 pada Maret 2022.

Berdasarkan data BPS, laju inflasi April 2022 merupakan yang tertinggi sejak Januari 2017, dengan inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,97% secara MTM.

Sedangkan jika dilihat secara tahunan (on an annual basis), pada April 2022 terjadi inflasi sebesar 3,47 persen, tertinggi sejak Agustus 2019 dengan tingkat inflasi tahunan sebesar 3,49 persen.

Dengan realisasi tersebut, sejak awal tahun hingga April 2022 terjadi inflasi 2,15 persen.

Ada beberapa faktor penyebab kenaikan inflasi, kata Margo, antara lain minyak goreng, bensin, daging ayam pedaging, biaya angkutan udara, dan ikan segar.

Dilihat berdasarkan wilayah, seluruh wilayah yang dipantau BPS mengalami inflasi pada April 2022, dengan Tanjung Pandan yang tertinggi mencapai 2,58%.

“Inflasi terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 0,22 persen,” kata Margo.

pengangguran

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, BPS juga menyebutkan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian tumbuh dengan baik.

Dimana sebaran penduduk yang bekerja adalah 29,96 persen atau sekitar 1,86 juta orang setiap tahunnya (Yunani).

Dengan pertumbuhan ini, tingkat pengangguran pada tahun 2022 mengalami penurunan yang signifikan, kata Margo.

“Pada Februari 2021, jumlahnya masih 6,26 persen dan sekarang turun menjadi 5,83 persen,” kata Margo.

Margo mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) yang dihitung secara tahunan (YonY) juga naik, dengan NTP April 2022 sebesar 108,46 atau lebih tinggi dari nilai NTP April 2021 yang hanya 102,93.

Selain NTP, nilai tukar perdagangan petani (NTUP) pada April 2022 mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan kasus NTUP pada April 2021 yang hanya 103,55. Sedangkan NTUP tahun ini mencapai 108,64.

Namun, baik NTP maupun NTUP yang dihitung secara bulanan mengalami penurunan.

Menurut Margo, penurunan terjadi karena indeks harga yang diterima petani lebih rendah dari indeks yang dibayarkan petani.

”Indeks harga yang diperoleh petani hanya naik 0,06 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani sebesar 0,83 persen,” katanya. (Jaringan/isme/kps/wly)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.