free stats
banner 728x250
Berita  

Menkeu Was-was Memanasnya Konflik China-Taiwan Bikin Inflasi Naik

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengkhawatirkan makin memanasnya konflik China dan Taiwan belakangan ini yang bisa memicu naiknya laju inflasi di dalam negeri.

Dia mengatakan invasi Rusia ke Ukraina dan konflik China-Taiwan bisa merembet kepada disrupsi sisi supply.

banner 325x300

Dia memberikan contoh saat pandemi covid-19 sedang menggila, situasi kala itu sangat tidak baik-baik saja. Terjadi disrupsi sisi supply, distribusi produk dan barang tidak berjalan lancar.

Akibatnya, saat pandemi covid-19 melandai, mobilitas masyarakat mulai tinggi, sisi permintaan melonjak tapi tidak bisa dipenuhi oleh produsen.

“Karena sesudah 2 tahun terkena pandemi ternyata normalisasi produksi tidak begitu saja mudah terjadi. Dengan adanya disrupsi sisi suplai akibat pandemi dan dengan sekarang masalah perang, sementara demand side meningkat, terjadilah inflasi global yang melonjak sangat tinggi,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita, Kamis (11/8/2022).

Menkeu menjelaskan, tren inflasi yang melonjak sangat tinggi, berbagai negara melakukan respons kebijakan moneter melalui pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga.

Tindakan ini menimbulkan efek rembetan ke berbagai negara, sehingga volatilitas pasar keuangan melonjak.

Karena itu kini ia tengah mewaspadai pergerakan inflasi nasional. Terutama yang didorong oleh harga pangan. Sri Mulyani menegaskan, Indonesia perlu mewaspadai inflasi yang didorong harga pangan. Sebab, angkanya sudah kisaran 11,5 persen.

“Inflasi ini terutama yang didorong harga pangan karena sudah mencapai 11,5 persen,” ujar Sri Mulyani.

Kemudian yang kedua, menurut Sri Mulyani adalah inflasi yang berasal dari harga yang diatur pemerintah namun tidak semuanya bisa ditahan.

“Meskipun harga BBM Pertalite dan juga harga dari Solar, Elpiji, listrik, semuanya masih ditahan, namun kita lihat beberapa harga energi dan transportasi seperti tiket pesawat mengalami kenaikan,” tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengimbau agar mewaspadai kedua faktor tersebut, yakni inflasi yang didorong harga pangan dan harga energi.

“Karena memang gejolak global adalah berasal dari food dan di Indonesia juga terkena 11,5 persen dan kemudian berasal dari energi yang kemudian diterjemahkan dalam beberapa barang yang diatur oleh pemerintah namun tidak semuanya bisa kita tahan,” kata Sri Mulyani.

Saat ini, Indonesia telah menaikan subsidi di sektor energi sebesar Rp 502 triliun. Namun, apabila tidak ditahan harga energi akan jauh lebih tinggi dari 6,5 persen.

“Sedangkan inflasi core atau inti 2,9 persen sedikit menggambarkan ada kenaikan dan ini menggambarkan pemulihan ekonomi dari sisi demand mulai kuat, konsumsi meningkat, ekspor mulai meningkat, dan investasi mulai pulih,” imbuh Sri Mulyani.

Dia juga menyoroti adanya pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga kebijakan bank-bank sentral di negara maju serta potensi krisis utang global.

Sehubungan dengan keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan negara-negara berkembang, maka akan menimbulkan tekanan pada nilai tukar.

Hal tersebut menjadi momok bagi negara-negara dengan tingkat utang di atas 60 persen produk domestik bruto (PDB) dan yang mendekati 100 persen PDB.

“Dengan inflasi yang tinggi dan banyaknya risiko, maka negara-negara di dunia berpotensi mengalami pelemahan kondisi ekonomi,” tutur Sri Mulyani.

Kondisi tersebut disebut dengan stagflasi. Inflasi yang tinggi, pengetatan suku bunga, akan memperlemah kondisi ekonomi dunia.

“Kombinasi yang rumit dan bahaya bagi para pembuat kebijakan dan bagi perekonomian,” tutur Sri Mulyani.

Terpisah, ekonom INDEF Eka Puspitawati berpendapat, pemerintah perlu memastikan kesediaan barang dan memperhatikan efek psikologis masyarakat. Hal itu menurutnya, sebagai kunci mengendalikan inflasi agar tidak menjadi anomali bagi masyarakat.

“Kunci biar terkendali, selain usaha yang dilakukan pemerintah. Usaha riil yang dilakukan misalnya Operasi Pasar, bagaimana cara agar suplai pangan dan energi tetap ada untuk menghindari inflasi yang lebih tinggi maka pemerintah harus bisa menenangkan psikologi masyarakat,” kata Eka.

Ada istilah, expected inflation atau inflasi yang didorong dari ekspektasi berlebihan atau merasa ketakutan. Jika terjadi ketakutan di masyarakat, maka harga akan lebih cepat naik.

Namun menurut dia, ketakutan ini lebih banyak dirasakan oleh pihak swasta.

“Masyarakat secara umum konsumsi lebih banyak dipenuhi dalam negeri. Yang barang impor yang terdistruksi besar besaran atas goncangan internasional. Kalau dari masyarakat belum banyak kena imbas, asal tidak di blow up. Kalau dari pengusaha khawatir itu pengaruhnya ke masyarakat,“ jelas Eka.

Dalam beberapa bulan ke depan, dengan adanya pembatasan impor, sejumlah pengusaha pasti kesulitan mendapat bahan baku. Hal ini akan membawa dampak pada bisnis mereka.
Meski begitu, Eka percaya inflasi secara keseluruhan masih akan tetap terkendali karena pergerakan masyarakat.

“Dorongan inflasi yang masih disokong oleh tarikan demand, bahwa masyarakat masih beraktivitas, masih berproduksi, melakukan investasi, masih bisa terjaga. Karena inflasi di satu sisi, mengkhawatirkan jika tidak terkendali, tetapi inflasi dibutuhkan untuk mendorong sisi produksi,” tutur Eka.

Inflasi pangan terasa betul pada masyarakat kecil sehingga tugas pemerintah untuk mengendalikan harga, menurunkan inflasi sampai ke ambang batas wajar tadi.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan berkomitmen dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP & TPID) dalam menjaga terkendalinya inflasi nasional.

“Jadi menurunkan 10,47 persen menjadi enam atau bahkan lima persen betul-betul dampak sosialnya sangat besar untuk mensejahterakan rakyat,” kata Perry. Pada bulan Juli 2022, Inflasi pangan bulanan mencapai angka 10.45 persen dari batas wajar yaitu antara 5-6 persen.

Hal tersebut diwujudkan melalui gelaran Sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP).

Salah satu inisiasinya adalah menggelar Operasi Pasar (OP). “Mari kita segera melakukan operasi pasar agar harga cabai, bawang, telur bisa turun. Dan harga minyak goreng yang sudah turun, tidak naik lagi,” jelas Perry.( Network/nas/nis/wly)

Sri Mulyani Sebut Konflik Taiwan China Ganggu Keamanan Dunia
4 hari yang lalu menteri keuangan sri mulyani menilai konflik antara china dan taiwan jika konflik antara negara ini terus berlangsung dan makin memanas

What S Going On In Taiwan How China Taiwan Tensions Impact Global Relations
Taiwan has a government separate from china but its independence has never officially been declared tensions between the countries continue to arise over this issue

Menteri Bahlil Ikut Was Was Dengan Konflik China Taiwan
4 hari yang lalu kontan co id jakarta ketegangan geopolitik antara taiwan dan china semakin memanas setelah kunjungan ketua dpr amerika serikat as nancy

China Taiwan Memanas Sri Mulyani Waspadai Dampaknya Ke
7 hari yang lalu menteri keuangan sri mulyani indrawati saat konferensi pers fmcbg g20 salah satunya konflik geopolitik yang sedang memanas antara china

China Vs Taiwan Memanas Ini Prediksi Sri Mulyani Harianjogja Com
4 hari yang lalu harianjogja com jakarta menteri keuangan ri sri mulyani memprediksi dia menilai konflik china vs taiwan yang memanas menambah masalah

What To Do In Taiwan
Use our insider connections to know where to go and what to do use our insider connections to know where to go and what to do by proceeding you agree to our privacy policy and terms of use explore the best of the world access insider t

Konflik Dengan Taiwan Memanas China Terus Perluas Latihan Militer
4 hari yang lalu menjadi perhatian dunia konflik antara taiwan dengan china kembali memanas setelah ada perluasan latihan militer

China Dan Taiwan Memanas Dunia Makin Tak Aman Liputan6 Com
4 hari yang lalu menteri keuangan sri mulyani indrawati mengatakan ketegangan antara china dan taiwan menimbulkan eskalasi baru konflik global

Memanas Taiwan Was Was Di Invasi China Cnbc Indonesia
3 hari yang lalu taiwan mengaku khawatir china bakal melancarkan perang setelah terus memprovokasi sejak menggelar latihan besar besaran di sekeliling

Best Things To Do In Taiwan Travelawaits
Walking the lively streets of taipei relaxing in soothing hot springs and sampling seafood are just a few reasons why taiwan is an incredible destination travelawaits our mission is to serve the 50 traveler we want to inspire you to ex

Konflik China Taiwan Memanas Hari Ini Bagaimana Situasi
7 hari yang lalu situasi terkini konflik china dan taiwan hari ini jumat

Panasnya China Taiwan Tambah Daftar Kekhawatiran Sri Mulyani
18 jam yang lalu ketegangan antara china dan taiwan masuk dalam daftar risiko yang mengancam menteri keuangan sri mulyani saat konferensi pers apbn kita

Kemenkeu Khawatir Konflik China Taiwan Bisa Ganggu
4 hari yang lalu konflik kedua negara itu semakin memanas usai ketua dewan perwakilan rakyat amerika serikat as nancy pelosi berkunjung ke taiwan pekan lalu

Sri Mulyani Was Was Dengan Konflik China Vs Taiwan Nih
17 jam yang lalu bisnis com jakarta menteri keuangan sri mulyani indrawati mengaku was was seiring memanasnya konflik antara china vs taiwan dalam

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.