free stats
banner 728x250
Berita  

NFA Siapkan Strategi Cegah Fluktuasi Harga DOC, Telur Dan Daging Ayam

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Fluktuasi pasokan dan harga day-old chick (DOC), telur ayam, dan daging ayam selalu terjadi setiap tahun, untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Pangan Nasional (Badan Pangan) menggelar rapat pemangku kepentingan untuk menyiapkan sejumlah strategi. .

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi di kantor NFA, Jakarta, Senin (2/8/2022), dengan perwakilan dari seluruh pemangku kepentingan pangan, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Dinas Perdagangan, Satgas Pangan Polri, BUMN Pangan Holding ID FOOD Group, Perum Bulog, Perhimpunan Rakyat Unggas Indonesia (Pinsar) dan Peternak Petelur Nasional (PLN).

banner 325x300

Ketua NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan pertemuan itu bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga COD, telur ayam, dan daging ayam untuk mendukung penguatan ekosistem pangan nasional.

Saat ini masalah fluktuasi harga DOC, telur ayam, dan daging ayam kerap terulang setiap tahun. Hal ini mengancam kelangsungan usaha petani dan mengganggu masyarakat sebagai konsumen akhir.

Arief mengungkapkan, pertemuan tersebut membahas beberapa solusi, antara lain penetapan harga acuan produsen dan harga pembeli (PAH) untuk membentuk keseimbangan baru, program penyerapan dengan memperkuat peran perusahaan publik sebagai pembeli dan optimalisasi sarana/prasarana cold chain.

Menurut Arief, salah satu penyebab melonjaknya harga adalah komitmen penerapan HAP. Selain itu, HAP yang ada harus ditinjau dan disesuaikan berdasarkan harga pokok produksi (HPP) di lapangan.

“Sebelumnya kami menyepakati PAH untuk jagung yang kemudian akan ditentukan oleh Perbadanan. Kami akan melakukan hal yang sama untuk DOC, telur ayam dan daging ayam. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan baru dalam rangka memperkuat ekosistem pangan nasional, karena stabilisasi harga terbentuk ketika ekosistem baik,” ujarnya.

Di sisi penyerapan, Arief meminta peran BUMN sebagai pembeli produk peternakan diperkuat. Peran ini akan dipastikan berkat dukungan keuangan dengan bekerja sama dengan bank umum atau Himbara.

“Penguatan peran Bulog dan holding ID FOOD Food BUMN melalui PT Berdikari sangat penting. Badan Usaha Milik Negara menjadi ujung tombak penyerapan di sentra-sentra produksi, terutama bagi peternak mikro/kecil. Harga penyerapan mengacu pada PAH produsen sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan yang wajar,” ujarnya.

Arief mengatakan penjualan atau distribusi lainnya ditujukan untuk daerah yang defisit atau yang sudah tercantum harga jualnya. Distribusi dalam bentuk ayam pedaging/karkas atau telur meja dilakukan melalui Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), tol laut atau jasa logistik lainnya.

”Untuk tindak lanjut, masing-masing perusahaan diminta melaporkan hasil penyerapan dan pendistribusiannya ke NFA,” ujarnya.

Aspek lain yang perlu diamankan adalah ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Arief menambahkan pihaknya akan memperkuat kerjasama untuk mengoptimalkan cold store atau ruang pendingin milik NFA, BUMN atau swasta yang tersebar di berbagai daerah. Upaya ini sangat penting guna memperpanjang waktu penyimpanan telur dan daging ayam sehingga pengelolaan persediaan dapat dilakukan dengan lebih leluasa.

“Beberapa usulan menjadi keynotes yang kemudian akan dimasukkan ke dalam peraturan Otoritas Pangan (Rakyat) Nasional,” tambahnya.

Berdasarkan data Prognosis Keseimbangan Pangan Nasional yang diolah oleh NFA, ketersediaan telur ayam dan daging ayam hingga Desember 2022 berada pada posisi aman. Telur ayam diperkirakan surplus 191.862 ton, sedangkan daging ayam surplus 903.267 ton.

Sedangkan untuk tren harga, berdasarkan data yang dilansir NFA Food Price Panel. Pada 5 Agustus, rata-rata harga daging ayam nasional Rp 35.703/kg. Sedangkan harga rata-rata nasional telur ayam adalah Rp 27.757/kg. Masing-masing turun 0,83% dan 0,66% dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, NFA kini tengah gencar menyiapkan regulasi untuk memperbaiki tata kelola pangan nasional. Sebelumnya, NFA melalui Food Availability and Stabilization Assistant telah mengidentifikasi dan merumuskan solusi masalah jagung dengan mempertemukan seluruh pemangku kepentingan jagung nasional. Selain itu, review dan penilaian serupa akan dilakukan untuk produk pangan lainnya.

“Saat ini kita sedang memasuki DOC, telur ayam dan daging ayam. Diperlukan terobosan untuk meningkatkan tata kelola setiap produk. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat ekosistem pangan, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memfokuskan pemerintah dalam mengantisipasi ancaman krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan global, ” dia berkata. Menjelaskan.

Analisis Risiko Harga Day Old Chick Doc Broiler Dan Layer Pada
Seperti halnya daging unggas sebagai suatu komoditas strategis terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi kesehatan dan taraf hidup masyarakat dalam bidang

Pnn Ajak Semua Pihak Cegah Fluktuasi Harga Ayam Broiler
Harga daging ayam broiler kini tengah terpuruk jauh di bawah harga pokok produksi menunjukkan tidak sehatnya kondisi industri

Jaga Ketersediaan Pangan Irjen Kementan Jalin Kerjasama
8 jam yang lalu dan membangun kemitraan strategis dengan stakeholder pertanian nfa siapkan strategi cegah fluktuasi harga doc telur dan daging

Nfa Siapkan Strategi Cegah Fluktuasi Harga Doc Telur Dan
Nfa siapkan strategi cegah fluktuasi harga doc telur dan daging ayam udin abay senin 08 agustus 2022 22 25 00 wib swadayaonline com fluktuasi

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.