free stats
banner 728x250
Berita  

Pendapatan Bunga Bersih Tipis, Tapi Laba Bersih Bank Besar Ini Melambung

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Meski pendapatan bunga bersih terus tumbuh tipis, sejumlah bank besar mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang tinggi pada kuartal I 2022.

Meski pertumbuhan bunga bersih mereka minimal, beberapa mencatat penurunan.

banner 325x300

Jadi, apa yang mendorong pertumbuhan kinerja tinggi ini?

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), misalnya, membukukan laba bersih Rp 3,96 triliun atau tumbuh 63,2% year-on-year.

Sementara itu, pendapatan bunga bersih bank tetap terkoreksi sebesar 4,6% dari Rp 9,67 triliun pada kuartal I 2021 menjadi Rp 9,23 triliun pada kuartal I 2022.

Pertumbuhan laba bersih didorong oleh peningkatan pendapatan non-bunga yang signifikan, yang tumbuh 25,6% YoY menjadi Rs.4,03 triliun dari Rs.3,2 triliun pada kuartal pertama tahun lalu.

Selain itu, biaya alokasi BNI turun signifikan, yakni sebesar 26,1%. Pada kuartal I 2022, biaya provisi yang dikeluarkan bank ini hanya Rp 3,6 triliun. Sedangkan pada kuartal I tahun lalu mencapai Rp 4,87 triliun.

Selanjutnya, proporsi dana murah di BNI juga meningkat menjadi 69,2% per Maret 2022 dari 67,9% pada kuartal I 2021.

“Penurunan CASA mendorong cost of fund BNI menjadi 1,46% pada kuartal I 2022 dari 1,74% pada periode yang sama tahun ini,” kata Direktur Keuangan BNI Novita W. Anggraini dalam presentasi kinerja, Selasa (26/ 26). Sebelumnya”. / 2020). 4/2022).

Total DPK National Bank of Bahrain meningkat 8,4% YoY menjadi Rs.692,7 triliun. Dana murah bank meningkat 10,6 persen dari Rp 433,6 triliun menjadi Rp 479,5 triliun.

Secara rinci, rekening giro tumbuh 11,1% tahun-ke-tahun menjadi Rs.258,1 triliun dan tabungan meningkat 10% tahun-ke-tahun menjadi Rs.221,4 triliun. Sementara itu, DPK hanya naik 3,8% menjadi Rp213,2 triliun.

Sementara itu, BNI mencatat pendapatan bunga bersih hanya Rp 14,48 triliun pada kuartal I atau tumbuh 2,5% year-on-year. Namun, laba bersih bank tumbuh 14,6% menjadi Rp 8,06 triliun.

Sama halnya dengan BNI, pertumbuhan laba bersih BCA ditopang oleh peningkatan pendapatan non-bunga yang signifikan, yakni 19,5% YoY dari Rs 4,95 triliun pada kuartal I tahun lalu menjadi Rs 5,92 triliun.

Khusus pendapatan provisi dan komisi (fee-based income), BCA membukukan pendapatan sebesar Rp3,97 triliun atau tumbuh 15,8% year-on-year.

Penurunan provisi juga berkontribusi pada peningkatan laba bersih Bank Sentral Bahrain. Biaya provisi bank turun 13,4% YoY dari Rs 3,2 triliun menjadi Rs 2,8 triliun pada kuartal pertama tahun 2022.

Tidak hanya itu, kinerja positif juga didorong oleh peningkatan rasio dana murah BCA menjadi 80% dari 77,2% pada kuartal I tahun lalu.

Di sisi lain, hanya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 30,4 triliun atau tumbuh 12,1% year-on-year.

Namun, laba bersih atau laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk meningkat 78,2% YoY menjadi Rs.12,16 triliun.

Pesatnya pertumbuhan laba bersih BRI tidak lepas dari penggabungan usaha dengan Pegadaian dan Ibukota Negara (PMN) dalam rangka pembentukan kepemilikan mikro.

Laba bersih BRI ditopang oleh kenaikan fee based income (FBI) 9,2% year-on-year dari Rp 3,9 triliun pada kuartal pertama tahun lalu menjadi Rp 4,27 triliun.

Ditambah biaya provisi bank. Hal ini juga menurun secara signifikan sebesar 26,6% YoY dari Rs 10,18 triliun menjadi Rs 7,47 triliun pada kuartal pertama tahun 2022. (Dina Mirayanti Hutauruk / Tendi Mahadi)

Sumber: Happy

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.