free stats
banner 728x250
Berita  

Pengamat Apresiasi Upaya Kemenperin Terapkan Sistem Manajemen K3 Dalam Penyelenggaraan Vokasi

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) bagi satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendapat respons positif.

Menurut Pengawas Pendidikan Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta dan Jain Musaffah, SMK perlu contoh dan praktik yang baik, termasuk dari negara lain.

banner 325x300

“Jika pekerja memiliki jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, tentu akan mempengaruhi kualitas kinerjanya. Jika tidak, kinerjanya akan buruk. Upaya ini patut mendapat pengakuan,” kata Jegen kepada media hari ini (10/5/2022).

Menurut Jejen, pemahaman tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja harus diberikan kepada calon pekerja dan pengusaha.

Dengan demikian, diharapkan SMK3 dapat diterapkan di SMK Kementerian Perindustrian dengan benar. “Yang baik bisa ditiru dan diterapkan di sini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Swiss dalam meningkatkan kualitas satuan pendidikan vokasi industri menjadi sekolah percontohan dan kampus berstandar dunia dengan kualifikasi dan kerja lulusan -siap.

Hal itu dilakukan melalui kick-off implementasi SMK3 satuan pendidikan di Kementerian Perindustrian yang diresmikan 30 Maret lalu.

Pelaksanaan SMK3 kemudian ditindaklanjuti dengan mengunjungi website Institut Politeknik Pengolahan dan Perabotan Kayu Kendal, Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, dan Politeknik Industri Logam Murwali.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan SMK3 di Satuan Pendidikan. Ketiga satuan pendidikan tinggi ini akan menjadi model implementasi SMK3 di seluruh satuan pendidikan Kementerian Perindustrian.

Di awal peluncuran implementasi SMK3, Direktur Jenderal Pengawasan Tenaga Kerja dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker) Haiyani Rumondang menyampaikan bahwa implementasi K3 merupakan salah satu bentuk upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman di pendidikan kejuruan yang sehat. , bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta bebas dari pencemaran lingkungan yang mengarah pada peningkatan Produktivitas.

Elhayani menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Perindustrian terus mendorong semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya program implementasi K3 dalam kondisi apapun. Dan untuk meminimalisir kerugian terbesar tentunya menjadi tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Kota Bahrain (BPSDMI), Arus Gunawan mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari kerjasama yang telah terjalin dengan Direktorat Jenderal Pengawasan Tenaga Kerja dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker) Kementerian Proyek Keahlian Tenaga Kerja dan Daya Saing (S4C) . Kerjasama Swiss-Indonesia.

Arus mengatakan saat itu: “Industri sebagai pengguna lulusan Satuan Pendidikan Kementerian Perindustrian membutuhkan lulusan yang tidak hanya harus kompeten, tetapi juga harus mengetahui dan memahami Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan baik dan benar.”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.