free stats
banner 728x250
Berita  

Pimpinan Komisi XI DPR Apresiasi OJK Karena Kinerja Jasa Keuangan 

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Kinerja jasa keuangan pada triwulan I 2022 menunjukkan sejumlah indikator positif.

Peran penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga stabilitas kinerja sektor jasa keuangan juga diapresiasi banyak kalangan.

banner 325x300

“Dengan terkendalinya dampak pandemi Covid-19, OJK mampu mendorong peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan industri keuangan non bank (IKNB). Wakil Ketua Komite Kesebelas Republik Demokratik Kongo, Fattan Supchi, mengatakan Rabu (11/5). /2022), peran ini sangat strategis dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi pascapandemi COVID-19 melanda.

Fateh mengatakan peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan IKNB terlihat dari peningkatan pertumbuhan kredit sebesar 6,67% year-on-year pada Maret 2022 dengan semua kategori debitur mencatatkan peningkatan, terutama mikro, kecil, menengah. dan perusahaan ritel.

Berdasarkan sektor, sebagian besar sektor utama mencatat kenaikan bulanan (juta metrik ton) dalam kredit, terutama perdagangan, manufaktur dan rumah tangga masing-masing sebesar Rs.20,2 triliun, Rs.19,3 triliun dan Rp16,7 triliun.

“Tentu ini kabar baik karena pertumbuhan kredit di sektor UMKM dan ritel menjadi indikator jika ekonomi kelas menengah ke bawah benar-benar bergerak setelah dihambat oleh pandemi,” ujarnya.

Fathan mengatakan kepercayaan investor terhadap kinerja sektor jasa keuangan juga meningkat.

Hal ini tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level tertinggi sepanjang masa di 7.276.

Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal pada kuartal I melalui penawaran umum saham, sukuk dan obligasi mencapai angka yang sangat tinggi di kisaran Rp 85 triliun.

“Kepercayaan investor terhadap ekonomi lokal menjadi penting di tengah tekanan ekonomi global akibat perang Rusia-Ukraina yang tak berkesudahan,” katanya.

Fattan menambahkan, optimisme investor ini sepenuhnya wajar jika memperhitungkan kekuatan permodalan perbankan.

Per Maret lalu, modal bank jauh di atas ambang 24,80 persen.

Begitu pula dengan rasio leverage perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,94 kali atau jauh di bawah maksimal 10 kali.

“Stabilitas permodalan perbankan dan penyedia jasa keuangan lainnya penting untuk memberikan kenyamanan baik kepada debitur maupun kreditur,” katanya.

Politisi PKB ini juga mendorong OJK untuk terus meningkatkan kualitas penilaian para pelaku di sektor jasa keuangan.

Selain itu, OJK juga harus segera mengeluarkan berbagai kebijakan yang dibutuhkan pelaku industri jasa keuangan.

Ia menutup, “Kami tetap berharap berbagai langkah dan kebijakan dari OJK dapat menjadi katalis untuk menghidupkan kembali perekonomian daerah yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir.”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.