free stats
banner 728x250
Berita  

PP Presisi Kantongi Laba Bersih Rp 39,2 Miliar Pada Kuartal I 2022

banner 120x600
banner 468x60

Pelaporan oleh jurnalis Cino Tre Sollistino

Jakarta – PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba bersih kuartal I 2022 sebesar Rp 39,2 miliar, meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 30,9 miliar.

banner 325x300

Peningkatan laba bersih didorong oleh peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 24,7 persen menjadi Rs 829 miliar dari Rs 665 miliar tahun lalu.

Direktur Keuangan, Manrisk & Legal PT PP Presisi, M Arif Iswahyudi, mengatakan sektor konstruksi yang meliputi proyek infrastruktur dan jasa pertambangan mendominasi kontributor pendapatan dengan kontribusi pendapatan sebesar Rs 753,5 miliar atau 90,8% dari total pendapatan.

Dalam keterangannya, Selasa (10/5/2022), Arif mengatakan, “Sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 90,8 persen, meningkat 34,2 persen (secara tahunan) dari Rs 561,6 miliar menjadi Rs 753,5 miliar.”

Dia menjelaskan, peningkatan tersebut berasal dari proyek jasa pertambangan, yaitu Proyek Wada Nickel Bay, Proyek Morwali, Proyek MHU dan Jalan Hauling HPJ.

Next, infrastructure projects such as Indrapura Kisaran Road Project, Kolaka Project, PLTU Sulut Site Development Project, Belinyu Pier Project, Balikpapan Sentani and Sepinggan Airport Project, Cinere Kukusan Toll Project and Halim Airport Revitalization Project.

“Sektor usaha jasa pertambangan memberikan kontribusi sebesar Rp 137,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 32,6 miliar, yang akan meningkatkan optimisme dan keyakinan kita sebagai sumber pendapatan berulang,” katanya.

Arif menambahkan, “Kami juga membukukan keuntungan joint venture dalam proyek pembangunan Bandara Dhow Kediri yang berasal dari anak perusahaan kami, LMA sebagai kontraktor utama serta merintis konsorsium sebesar Rp 11,2 miliar pada kuartal pertama ini.”

Total aset perseroan per 31 Maret 2022 sebesar Rp 7,26 triliun, naik 3,3 persen dibandingkan kondisi per 31 Desember 2021 sebesar Rp 7,02 triliun.

“Peningkatan kinerja dan perolehan kontrak baru di sektor usaha jasa pertambangan, kami harapkan dapat terus meningkat pada triwulan berikutnya dan menjadi recurring source income yang dapat meningkatkan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Arif.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.