free stats
banner 728x250
Berita  

Prediksi IHSG Hari Ini, Berikut Saham-saham Yang Bisa Jadi Penggeraknya

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Pelemahan harga saham masih membayangi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/8/2022).

Secara teknikal potensi koreksi terindikasi bahwa Stochastic RSI berada dalam zona jenuh beli sehingga IHSG berpeluang akan mengalami koreksi lanjutan di kisaran MA10 di kisaran 6.920-6.930.

banner 325x300

Pada Jumat (29/7/2022), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 0,08% menjadi 6.951,12.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan sebagian besar dari mereka juga merilis kinerja keuangan mereka pada kuartal kedua tahun 2022, sehingga katalis positif untuk itu akan mereda minggu depan.

Dikutip Kontan, dia meyakini sejumlah saham yang memimpin IHSG pekan lalu sudah memasuki zona overbought, misalnya BUMI, BBCA, BBRI, BMRI, UNTR dan ANTM.

Selain itu, rilis data inflasi pada perdagangan besok akan menentukan arah IHSG. Menurut dia, jika kenaikan inflasi berlanjut pada Juli 2022, maka dapat meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan BI rate pada Agustus atau September 2022.

“Dengan demikian, pelaku pasar dapat kembali memperhatikan dukungan peluang beli saham-saham yang defensif, seperti ICBP, INDF, UNVR, KLBF, MYOR dan ERAA,” jelasnya.

Sejumlah saham konstruksi bangunan dan real estate juga diperkirakan akan melaporkan kinerjanya pekan depan. Oleh karena itu, PWON, SMRA, ADHI, WIKA dan WSKT dapat dipertimbangkan.

Saham dengan kapitalisasi pasar

Saham emiten dengan kapitalisasi pasar jumbo itu bergerak dinamis untuk periode tujuh bulan tahun ini. Pergeseran signifikan terlihat pada sektor berbasis komoditas dan berbasis teknologi.

Jika mengacu pada data kapitalisasi pasar akhir tahun 2021 hingga akhir Juli, posisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masih kokoh di peringkat pertama dan kedua.

Kapitalisasi pasar BBCA meningkat dari Rp 890,90 triliun pada Desember 2021 menjadi Rp 902,98 triliun per 28 Juli 2022. Demikian pula BBRI meningkat dari Rp 616,67 triliun menjadi Rp 654,73 triliun pada periode yang sama.

Pergeseran sengit terjadi pada saham-saham emiten berbasis komoditas dan teknologi. Lantai PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada 11 April juga mengubah peta peringkat.

Dengan kapitalisasi Rp 459,53 triliun, GOTO menempati urutan ketiga di antara emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar pada Juni 2022. GOTO mengungguli PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan konglomerat, PT Astra Internasional Tbk (ASII).

Namun, pada 28 Juli, GOTO turun ke peringkat lima, disusul TLKM dan BMRI. Kemudian terjadi lonjakan kapitalisasi pasar PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Pada akhir tahun 2021, kapitalisasi pasar BYAN adalah sekitar Rs 90 triliun, menempati posisi ke-15.

Kapitalisasi pasar emiten batu bara itu naik menjadi Rp 223,08 triliun dan melonjak ke peringkat tujuh. Dorongan lain ditunjukkan oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

Emiten Garibaldi “Boy” Thohir memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rs 71,96 triliun pada akhir tahun lalu. Hingga akhir Juli, kapitalisasi pasar ADRO mencapai 104,91 triliun rupee.

Saham teknologi mengalami nasib yang berbeda tahun lalu, seperti PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Pada Desember 2021, ARTO berada di urutan keenam dengan Rp219,48 triliun.

Sementara DCII berada di posisi ke-12 dengan kapitalisasi pasar Rp 104,82 triliun. Hingga akhir Juli, peringkat ARTO naik ke posisi 11 dengan nilai Rp 137,17 triliun. Sementara itu, DCII ditendang keluar di peringkat 19 dengan kapitalisasi pasar Rp 90,52 triliun.

Dinamika pasar juga mendorong emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun. Dari total 13 pemancar pada Desember 2021, kini menjadi 16 pemancar pada akhir Juli.

Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas, mengingatkan perubahan kapitalisasi pasar bergantung pada optimisme investor agar bisa bergerak dinamis. Sektor teknologi yang menjadi primadona tahun lalu bergeser ke sektor material menyusul lonjakan harga dan kinerja gemilang tahun lalu.

“Kinerja yang kuat ini membuat investor mengalihkan sebagian investasinya, sehingga sektor komoditas naik, sedangkan teknologi terkoreksi,” kata Pandhu saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (31/7/2022).

Ia juga menyoroti saham-saham yang kapitalisasi pasarnya turun, seperti DCII dan ARTO. Meski terlihat tumbuh signifikan, saham DCII cukup mahal dari sisi valuasi dengan price-to-book (PBV) rasio 11x.

Begitu juga dengan ARTO yang mencapai 17,5x. Dianggap berisiko jika tidak dapat menunjukkan kinerja yang kuat. Karena ekspektasi investor tinggi.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar ARTO dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang sempat anjlok dalam beberapa hari terakhir mampu pulih. Kapitalisasi pasar EMTK berhasil kembali naik di atas Rp 100 triliun, setelah sempat jatuh pada Juni lalu. “Ini menunjukkan investor masih cukup optimis dengan prospek ke depan,” tambah Pandhu.

Raditya Krisna Pradana, analis fundamental di B-Trade, memiliki pandangan serupa. Pergerakan kapitalisasi pasar selama ini dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, siklus super komoditas, yang membuat stok komoditas menjadi besar, sehingga permintaan stok meningkat.

Kedua, ada sejumlah sentimen yang menekan saham-saham berbasis teknologi, seperti ketidakpastian makroekonomi global, kenaikan inflasi, dan tren kenaikan suku bunga. Akibatnya, investor cenderung mengurangi porsi pembelian saham emiten teknologi.

“Hal ini menyebabkan penurunan kapitalisasi pasar. Namun ketika ekonomi makro global kembali stabil, kami berharap akan menjadi turnaround bagi emiten teknologi,” kata Raditya.

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menambahkan, kehadiran GOTO dengan market cap jumbo membuat IHSG semakin bergejolak. Memang, pergerakan yang terjadi di GOTO, terutama di awal periode IPO, berdampak pada IHSG.

“Sekarang pengaruh bank tidak sebesar dulu karena dipengaruhi juga oleh GOTO. Jadi IHSG semakin mencerminkan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, bukan hanya perbankan,” kata Cheryl.

Sementara itu, akhir-akhir ini pasar saham global cenderung bergejolak akibat berbagai perasaan ketidakpastian ekonomi. Akibatnya, harga saham juga menjadi semakin fluktuatif.

Cheryl menganggap kondisi ini hanya akan bersifat sementara. “Dari sisi kinerja, sebagian besar yang mempublikasikan kinerja keuangan menunjukkan perbaikan, sehingga secara fundamental masih bagus”, imbuhnya.

Associate Director Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga menyampaikan bahwa pergerakan pasar saham yang dinamis menunjukkan kondisi pasar yang sehat. “Ini hanya soal bagaimana kita sebagai pelaku pasar dapat memanfaatkan volatilitas itu untuk mendapatkan keuntungan,” kata Nico.

Daya tarik emiten, sentimen pasar dan data ekonomi akan mendorong pasar saham. Lebih penting lagi, investor harus memperhatikan fundamental dan potensi valuasi masing-masing emiten ke depan.

Nico melihat saham-saham seperti ARTO dan EMTK masih memiliki prospek yang kuat di tengah volatilitas pasar. Selain mendukung ekosistem bisnis, kedua emiten tersebut juga memposisikan diri dengan cukup baik.

Misalnya, ARTO diposisikan sebagai pemimpin dalam perbankan digital dan EMTK sebagai pelopor dalam infrastruktur ekonomi digital. “Selama transformasi digital terjadi di Indonesia, perannya selalu dibutuhkan,” kata Nico.

In addition, Nico also believed that the shares of BBRI, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) and PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) are still attractive for investors.

Sedangkan Cheryl mengadvokasi saham-saham bank berkapitalisasi jumbo seperti BBCA, BBRI dan BMRI. Di segmen perbankan digital, ada saham ARTO. Sementara itu, di jajaran bank syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) telah mencuri perhatian.

“Hasil yang baik mendukung kenaikan harga saham. Kami merekomendasikan sektor perbankan berkapitalisasi besar dengan target 10%,” kata Cheryl.

Raditya juga memberikan rekomendasi beli untuk BRIS dengan target penguatan di harga Rp 1.970 hingga Rp 2.275. di saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental yang baik dapat dipulihkan dengan strategi beli pada kelemahan.

Entry terlihat di area target koreksi ARTO di harga Rp 9.425 hingga Rp 8.150, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di area Rp 4.200 dan Rp 1.670 sebagai target koreksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Adapun Pandhu, saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan komoditas selalu menarik untuk dikoleksi. Pilihan utama Pandhu adalah saham BBRI, BMRI, BBNI, ADRO, ASII dan UNTR. (Kontan/Yuliana Hema/Anna Suci Perwitasari/Ridwan Nanda Mulyana/Wahyu T. Rahmawati)

Intip Proyeksi Ihsg Hari Ini Dan Rekomendasi Saham Dari Sejumlah
Intip proyeksi ihsg hari ini dan rekomendasi saham dari sejumlah analis berikut rabu 13 juli 2022 06 30 wib indeks berita intip proyeksi ihsg hari ini

Ihsg Hari Ini Diramal Berbalik Melemah Simak Rekomendasi
Ihsg hari ini diramal berbalik melemah simak rekomendasi saham dari analis berikut rabu 27 juli 2022 06 30 wib indeks berita ihsg hari ini diramal

Ihsg Berpeluang Menguat Ke Level 6 830 Berikut Prediksi Saham
Bei investor asing beli bersih rp 58 88 triliun sejak awal tahun 1 hari lalu

Prediksi Ihsg Tertekan Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini Tirto Id
Ihsg diprediksi tertekan pada sesi perdagangan hari ini

Berita Ihsg Hari Ini Kabar Terbaru Terkini Liputan6 Com
Berita ihsg berikut 10 saham yang masuk top losers pada 25 29 juli 2022 bni sekuritas prediksi ihsg menguat terbatas intip saham pilihannya

Ihsg Rawan Koreksi Simak Menu Saham Dari Pwon Hingga Bbca
6 hari yang lalu simak prediksi ihsg beserta rekomendasi saham pilihan dari hari ini ihsg berpotensi menguat yang berada di kisaran 6 786 hingga 6 901

Prediksi Ihsg Tertekan Berikut Sederet Rekomendasi Saham Hari Ini
Ihsg diprediksi melemah pada perdagangan hari ini yugen

Berita Rekomendasi Dan Prediksi Saham Hari Ini Market Bisnis
Ihsg berpeluang koreksi pasca the fed cermati saham berikut ini middot rekomendasi 3 days ago indeks harga saham gabungan ihsg diprediksi akan terkoreksi pada

Prediksi Ihsg Hari Ini Cermati Rekomendasi Saham Berikut Viva
Viva indeks harga saham gabungan atau ihsg melemah 45 poin atau 0 65 persen di level 6 949 pada pembukaan perdagangan selasa 14 juni 2022

Samuel Sekuritas Prediksi Ihsg Menguat Hari Ini Cermati Saham
Samuel sekuritas prediksi ihsg menguat hari ini cermati saham berikut ini perkiraan itu karena melihat ihsg kemarin rebound intraday

Prediksi Ihsg Hari Ini Bakal Melemah Berikut Saham Rekomendasi
Sejumlahh analis memperkirakan indeks harga saham gabungan ihsg bakal melemah pada perdagangan hari ini

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.