free stats
banner 728x250
Berita  

Punya Fundamental Kuat, Analis Sebut Saham PGAS Berpeluang Masuk Indeks MSCI

banner 120x600
banner 468x60

Laporan pers, Coroll Arefin

Jakarta – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) merupakan salah satu saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berpeluang masuk kembali dalam Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

banner 325x300

Perbaikan fundamental bisnis PGAS dan potensi bisnis energi yang diperkirakan akan terus tumbuh pascapandemi menjadi faktor yang akan mendongkrak posisi PGAS sebagai kandidat saham di MSCI Index.

Indeks MSCI dievaluasi setiap 6 bulan. Mei mendatang dan mulai 1 Juni 2022, indeks saham yang sudah ada sejak 1968 dan mewakili bursa di suatu negara tertentu akan memiliki struktur baru.

It is known that many stocks are candidates to enter the MSCI index in June. Besides PGAS, there are PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), and PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS).

Kepala Informasi Investasi Mirae Aset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta mengatakan, peluang PGAS masuk ke indeks MSCI cukup terbuka karena sejumlah indikator fundamental yang terus membaik. Selanjutnya, PGAS sendiri merupakan bagian dari MSCI Index.

Sepanjang tahun 2021, PGAS berhasil membalikkan keadaan dari kerugian di tahun 2020 sebesar $264,77 juta menjadi membukukan laba bersih sebesar $303,8 juta.

Di sisi lain, perseroan juga mencatatkan kinerja positif dengan menghasilkan pendapatan sebesar $3,04 miliar pada tahun 2021. Meningkat sebesar $2,85 miliar pada tahun 2020.

Volume penyaluran gas untuk periode 2021 meningkat menjadi 871 British thermal unit per day (BBTUD) dari periode 2020 sebesar 828 BBTUD. Sedangkan volume transmisi PGN tercatat sebesar 1.352 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Volume angkat minyak gas adalah 24.086 barel setara minyak per hari (BOEPD) dengan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) $68,8 per barel.

“Jika PGAS kembali ke MSCI, mencerminkan kemampuan manajemen dalam menjalankan bisnis serta keberhasilan perusahaan dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Memperbaiki dan menyempurnakan faktor fundamental, baseline dan bottom line PGAS , kata Nawane, Selasa (26/4/2022).Pengaruh signifikan terhadap evaluasi indikator.

Saham PGAS saat ini diperdagangkan pada harga 1.350 – Rp 1.450 per saham. Kinerja saham tersebut dinilai menarik, seiring dengan membaiknya kinerja perseroan dan prospek positif pemulihan ekonomi nasional dan global.

Navan melihat PGAS mengembangkan bisnisnya, khususnya dalam pengembangan infrastruktur gas bumi ke berbagai segmen pelanggan. Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 terkendali tentu akan mendorong konsumsi energi kembali meningkat.

Beberapa perusahaan baru PGAS, seperti beroperasinya jaringan migas dari Rokan hingga Dumai, bisa menjadi katalis positif bagi kinerja PGN di 2022.

Kondisi global juga berdampak signifikan terhadap potensi permintaan energi, terutama dengan naiknya harga minyak dunia.

Gas bumi bisa menjadi pilihan utama sebagai energi transisi yang didukung oleh program pemerintah dalam beberapa program gasifikasi untuk sektor ketenagalistrikan, termasuk upaya Pertamina sebagai holding company untuk memangkas biaya energi melalui penggunaan gas di kilangnya.

“Saka Energi (anak usaha PGAS) juga terus berkembang dan semakin positif. Semuanya berdampak pada potensi kinerja inti mereka. Saka pasti ingin untung di masa depan dan ini tentu sangat bagus untuk PGAS dalam jangka panjang, dan bisa menjadi momentum harga minyak saat ini adalah peluang yang bagus.

Saka Energi yang beberapa tahun merugi, pada tahun 2021 akhirnya berhasil membukukan keuntungan sebesar 6 juta dolar AS. Perusahaan juga mempercepat pelunasan sebagian utang obligasinya sebesar $220 juta pada 25 Maret 2022.

Dengan masih tercapainya kenaikan oil lift dan fluktuasi harga minyak internasional yang diperkirakan masih terjadi, kinerja Saka Energi dinilai akan terus membaik dan tidak lagi membebani bisnis PGAS.

Bisnis Saka juga akan semakin dinamis dengan adanya potensi tambahan cadangan gas dari blok Moria senilai 126 miliar cubic charge (BCF). Blok Muriah sepenuhnya dikelola (100% partisipasi) oleh Saka Energi melalui Saka Energi Muriah Limited (SEML) dengan 99% kepemilikan saham.

Navan mengatakan kinerja dan prospek positif yang ditunjukkan oleh bisnis Grup PGN akan menjadi dasar bagi sahamnya untuk masuk dalam daftar indeks potensial MSCI.

Masuknya saham PGAS ke dalam indeks MSCI juga akan mendongkrak kinerja sahamnya di bursa. Akan ada faktor yang menggembirakan bagi saham-saham yang berhasil masuk ke MSCI,” ujarnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.