free stats
banner 728x250
Berita  

Regulasi Berbeda Diperlukan Demi Hindari Misinformasi Produk Tembakau Alternatif

banner 120x600
banner 468x60

Laporan pers, Muhammad Zulfikar

Jakarta – Asosiasi konsumen menolak menyamakan regulasi produk tembakau alternatif dan rokok.

banner 325x300

Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kebingungan antara konsumen produk tembakau alternatif dengan perokok dewasa.

Presiden Indonesia Vaper Alliance (AVI) Johan Sumantri mengatakan ada perbedaan profil risiko antara produk tembakau alternatif dan rokok.

Terbukti secara ilmiah bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau panas, dan kantong nikotin kurang berbahaya daripada rokok.

Oleh karena itu, produk tembakau alternatif harus diatur melalui peraturan khusus yang berbeda dengan rokok dan pengaturannya diubah sesuai dengan profil risikonya.

“Kalau aturannya sama, soal larangannya juga sama. Nanti akan ada gambar seperti rokok, lubang di tenggorokan, sedangkan bahayanya bukan pada penggunaan produk tembakau alternatif dan belum ada penelitian yang membuktikannya.” 2022).

Diharapkan seluruh pemangku kepentingan terutama pemerintah dapat memahami berbagai fitur produk tembakau alternatif sebelum memutuskan kebijakan terkait produk inovatif tersebut.

Diharapkan Kementerian Kesehatan dan lembaga pemerintah lainnya lebih aktif dan terbuka dalam mengenali hasil penelitian dari dalam dan luar negeri tentang produk tembakau alternatif.

Jika penelitian yang ada saat ini dirasa belum cukup untuk menjadi dasar penyusunan regulasi, pemerintah dapat mendorong kajian ilmiah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam industri produk tembakau alternatif.

“Jadi bukan hanya produk ini sama dengan rokok, sedangkan pemerintah sendiri belum ada hasil penelitiannya,” katanya.

Johan menegaskan, AVI siap memberikan data yang dibutuhkan jika pemerintah berencana melakukan penelitian produk tembakau alternatif.

Sejak awal pembentukan AVI, Johann mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung semua pemangku kepentingan yang ingin melakukan kajian ilmiah terhadap produk tersebut. “AVI menyadari kami sangat membutuhkan penelitian ini,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan.

Juga tidak disepakati apakah regulasi produk tembakau alternatif sama dengan regulasi rokok.

Menurut Baidu, kebijakan ini bertentangan dengan semangat pemerintah untuk menekan prevalensi merokok di Indonesia. Dia khawatir prevalensi merokok akan meningkat karena regulasi yang salah.

“Ini lebih terkait dengan keseriusan pemerintah dalam mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Komunitas produk tembakau alternatif juga sudah lama menghimbau pemerintah untuk segera melakukan kajian ilmiah.”

Baidu mengatakan, kajian ilmiah diperlukan untuk menetralisir miskonsepsi tentang produk tembakau alternatif yang banyak disampaikan oleh instansi pemerintah atau LSM, selain sebagai acuan dalam proses penyusunan regulasi khusus berdasarkan profil risiko.

Warga negara berhak mengetahui bahwa informasi yang menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah adalah akurat, sebagaimana dijamin oleh peraturan.

“Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang media terbuka, negara menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, proses pengambilan keputusan publik, dan alasan pengambilan keputusan publik.” Dia berkata.

Akibat kesalahpahaman yang meluas ini, perokok dewasa juga menerima informasi yang salah, yang mencegah peralihan ke produk berisiko rendah ini.

“Pada akhirnya, perokok tidak dapat memperoleh informasi yang akurat tentang produk ini dan tujuan mengurangi perokok di Indonesia tidak akan tercapai,” kata Baidu.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.