free stats
banner 728x250
Berita  

Revisi Perpres 191/2014 Segera Rampung, Mobil 1.500 Cc Dilarang Beli Pertalite, Jadi Rp 10.000?

banner 120x600
banner 468x60

Report of Journalist, Seno Tri Sulistiyono

JAKARTA – Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) beserta petunjuk teknis pembelian BBM jenis Pertalite, akan selesai dalam waktu dekat.

banner 325x300

Dengan demikian, nantinya tidak semua mobil bisa membeli BBM jenis Pertalite karena Perpres tersebut memuat kriteria kendaraan yang boleh mengonsumsi BBM bersubsidi.

“Kita harus optimis September bisa dilaksanakan,” kata Anggota Panitia BPH Migas Saleh Abdurrahman saat dihubungi Senin (15/8/2022) malam.

Jika pembatasan pembelian Pertalite diterapkan bulan depan, revisi Perpres akan selesai bulan ini dan kemudian akan dilakukan sosialisasi oleh pihak terkait kepada masyarakat.

“Semua mobil dengan cc di atas 1.500 mungkin tidak bisa menggunakan Pertalite,” kata Saleh.

Perpres 191/2014 sangat dibutuhkan Pertamina dalam membatasi pembelian Pertalite, dimana BUMN perminyakan tersebut mulai membuka pendaftaran pembelian Pertalite untuk mobil melalui MyPertamina sejak Juli 2022.

Namun, Pertamina belum bisa menerapkan pembatasan tersebut karena masih menunggu Perpres selesai sebagai payung hukumnya.

“Revisi Perpres tersebut masih dalam tahap finalisasi oleh pemerintah,” kata Pj. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.

Harga Pertalite akan menjadi Rp 10.000 per liter

Selain melakukan pembatasan, pemerintah juga dikabarkan akan menaikkan harga Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter dari saat ini Rp 7.650 per liter.

Hal itu diungkapkan Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang menyoroti besarnya beban subsidi BBM yang ditanggung pemerintah.

“Jadi wartawan tolong sampaikan juga kepada masyarakat rasanya seperti berpegang pada harga BBM saat ini, perasaan saya kita harus siap, jika dikatakan terjadi kenaikan harga BBM,” katanya dalam keterangannya. . konferensi pers Progres Pencabutan Izin Usaha Pertambangan, di Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Menyikapi hal tersebut, Pertamina menyerahkan masalah harga BBM bersubsidi kepada pemerintah.

”Untuk harga BBM bersubsidi, itu kewenangan pemerintah. Kami sebagai operator akan menjalankan apa yang diberikan oleh regulator,” kata Irto.

Data Pertamina mencatat penyaluran BBM jenis Pertalite hingga Juli 2022 telah mencapai 16,8 juta kilo liter (KL).

Artinya kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini hanya 6,2 juta KL dari kuota tahun ini yang ditetapkan 23 juta KL.

Siapkan Bantuan Sosial

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan, saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menyesuaikan jenis bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan jika BBM jenis ini naik, pemerintah akan memastikan kenaikan harga tidak terlalu signifikan.

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan skema bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Susiwijono kembali mengungkapkan, alokasi subsidi BBM Pertalite dinilai kurang efektif. Pasalnya, masih banyak mobil mewah yang menggunakan BBM bersubsidi.

“Kalaupun ada kenaikan kita buat tidak terlalu berat, dan yang pasti kalau ada kenaikan kita siapkan bansos lebih banyak dan ini lebih adil,” kata Susiwijono di Sarinah Jakarta, Senin (15/8). /2022).

“Karena dengan harga sekarang semua orang menikmati. Yang pakai mobil juga pakai. (Seharusnya) ini bisa kita salurkan ke bansos,” lanjutnya.

Revisi Perpres Bbm Selesai Agustus Pengguna Mobil Di Atas 2 000
Pt pertamina menunggu revisi perpres nomor 191 tahun 2014 yang akan mengatur mendorong pemerintah segera menaikkan harga bbm subsidi

Solar Subsidi Jebol 2 Juta Kl Pertamina Usul Revisi Perpres 191
Kita juga mengusulkan kepada kementerian esdm untuk segera merevisi perpres 191 2014 tentang kriteria yang berhak mendapatkan bbm subsidi

Mulyanto Minta Presiden Segera Revisi Perpres Nomor 191 Tahun
Anggota komisi vii dpr ri mulyanto meminta presiden joko widodo segera menerbitkan revisi peraturan presiden perpres nomor 191 tahun 2014

Siap Siap Perpres Pembatasan Bbm Subsidi Akan Terbit Pekan Ini
7 hari yang lalu revisi perpres soal pembatasan bbm subsidi akan segera keluar bbm jenis pertalite dan solar lewat revisi perpres nomor 191 tahun 2014

Pertamina Targetkan Revisi Perpres 191 2014 Rampung Akhir Juli
Tirto id pt pertamina persero menargetkan revisi

Beli Pertalite Batal Dibatasi Hari Ini Ini Kata Pemerintah
Yang terang saleh berharap revisi perpres 191 2014 dapat segera selesai dengan cepat dengan begitu maka upaya untuk pengendalian volume

Revisi Perpres 191 2014 Rampung Pembelian Pertalite Dan Solar
Membengkaknya subsidi bbm dampak dari mahalnbya harga minyak mentah membuat pemerintah tak punya pilihan pembelian bbm bersubsidi

Batasi Pembelian Pertalite Menteri Esdm Pastikan Revisi Perpres
Jakarta menteri energi dan sumber daya mieral esdm arifin tasrif menargetkan revisi peraturan presiden nomor 191 tahun 2014 akan rampung

Kebijakan Pembatasan Pertalite Tetap Berlaku Agustus
Revisi perpres 191 2014 tentang bbm dipercepat supaya pelaksanaan pembatasan pembelian pertalite bisa segera berjalan

Revisi Aturan Pembatasan Pembelian Pertalite Dan Solar Rampung
Jakarta pemerintah sedang merevisi peraturan presiden perpres nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan pendistribusian dan

Revisi Aturan Pembatasan Bbm Pertalite Ditargetkan Rampung
Menteri esdm arifin tasrif mengatakan revisi perpres no 191 tahun 2014 yang mengatur pembatasan pembelian pertalite akan segera rampung

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.