free stats
banner 728x250
Berita  

Rugi Bersih Turun Signifikan, Kinerja BNC Membaik Di Kuartal I 2022

banner 120x600
banner 468x60

Laporan pers, Coroll Arefin

Jakarta – Kinerja Bank of New Commerce (BNC) terus membaik pada triwulan I 2022 dengan mencatatkan penurunan rugi bersih yang signifikan secara bulanan pada triwulan I 2022 menjadi Rs 417 miliar dari pengumuman sebelumnya rugi bersih sebesar Rp. 986 miliar pada kuartal pertama tahun 2021.

banner 325x300

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 121,4 persen year-on-year mencapai 9,3 triliun rupee pada kuartal pertama 2022, yang sebagian besar disumbangkan melalui deposito online.

Dengan kinerja positif pada kuartal pertama, pengembangan bisnis tahun ini terus didedikasikan untuk investasi teknologi, keamanan digital dan sumber daya manusia serta promosi dan pendidikan berkelanjutan, kata New Commerce Director Tijandra Gunawan.

Ia menjelaskan, sejak diluncurkan, aplikasi neobank telah memperoleh lebih dari 16 juta pengguna terdaftar dengan 3 juta pengguna aktif bulanan (MAU). Stabilnya jumlah MAU ini seiring dengan peningkatan signifikan volume transaksi sebesar 88% menjadi 76 juta transaksi dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Kinerja positif perseroan di awal tahun 2022 ditunjukkan dengan keberhasilan mencatatkan peningkatan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang signifikan, meningkat 214,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 dari Rp 63 miliar menjadi Rp 198 miliar. . Pada triwulan I 2022 ” kata Tandra Gunawan, Senin (9/5/2022).

Peningkatan pendapatan juga terlihat pada triwulan I 2022 sebesar Rp 448 miliar, meningkat sekitar 204,8 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 147 miliar.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya pada triwulan IV 2021 (triwulanan), pendapatan bunga bersih (Asuransi Nasional) pada triwulan I 2022 meningkat 167,1 persen dari Rp 74 miliar menjadi Rp 198 miliar.

Sementara itu, dari sisi total pendapatan juga meningkat sebesar 85,6 persen dari kuartal sebelumnya pada kuartal keempat tahun 2021, dari Rs.241,4 miliar menjadi Rs.448 miliar pada kuartal pertama tahun 2022.

Kenaikan pendapatan di atas diikuti dengan penurunan beban usaha perusahaan, sehingga pada triwulan I BNC melaporkan rugi bersih yang cenderung menurun. Masing-masing senilai Rp 163 miliar pada Januari, turun menjadi Rp 150 miliar pada Februari, dan Rp 100 miliar pada Maret 2022, sehingga total kerugian pada kuartal I 2022 menjadi Rp 413 miliar.

Selama triwulan I 2022, Dana Pihak Ketiga (DPK) sangat tinggi, sekitar 121,4 persen year on year dari Rp 4,2 triliun pada triwulan I 2021 menjadi Rp 9,3 triliun pada triwulan I 2022 atau tumbuh 14,7 persen dari Rp 8,1 triliun. Pada kuartal IV 2021 hingga Rp 9,3 triliun pada kuartal I 2022, sebagian besar penyetoran dilakukan secara online melalui aplikasi neobank.

Sementara itu, total aset naik 119,3 persen YoY dari Rp 5,7 triliun pada kuartal I 2021 menjadi Rp 12,5 triliun pada kuartal I 2022.

Jika melihat total aset dari perspektif pertumbuhan, mereka tumbuh secara kuartal ke kuartal sebesar 10,5 persen dari Rp 11,3 triliun pada kuartal keempat tahun 2021 menjadi Rp 12,5 triliun pada kuartal pertama tahun 2022. Dari sisi kredit, BNC juga telah berhasil mengucurkan pinjaman sebesar Rp4 triliun ,8 triliun pada akhir kuartal pertama tahun 2022.

Total rasio kredit bermasalah perseroan juga menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal I 2021 dari 4,4 persen menjadi 1,7 persen per posisi pada kuartal I 2022. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap BNC’ produk dan jasa.

Di tahun 2022, tambah Tjandra, BNC juga akan terus berupaya memenuhi kebutuhan nasabahnya, termasuk di bidang investasi, dengan menawarkan produk-produk wealth management seperti reksa dana, saham, asuransi, emas dan produk lainnya.

Tjandra Gunawan juga mengatakan, dengan melihat pertumbuhan kinerja positif BNC, fundamental perusahaan yang semakin sehat, serta respon strategis yang tepat disertai dengan manajemen risiko yang baik dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang tidak menentu, BNC optimistis kinerja tahun ini dapat melampaui tahun sebelumnya. , dan juga dapat mempertahankan kinerja di masa mendatang.

Momentum pertumbuhan tahun lalu akan kami manfaatkan sebagai katalis semangat kami tahun ini untuk lebih mengembangkan bisnis perusahaan. Selain meningkatkan efisiensi kinerja operasional perusahaan, kami yakin BNC dapat terus meningkatkan kinerjanya tahun ini.”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.