free stats
banner 728x250
Berita  

Stok Mencapai 36 Ribu Ton, Daging Kerbau Bisa Jadi Pilihan Hadapi Lebaran

banner 120x600
banner 468x60

Dilaporkan oleh jurnalis Cino Tre Sollistino

Jakarta – Pasokan daging kerbau yang melimpah di lapangan menjadi pilihan masyarakat saat ini, seiring dengan tingginya harga daging sapi menjelang festival 2022.

banner 325x300

Pengamat pertanian dari Himpunan Politik Ekonomi Indonesia Khodori mengatakan pemerintah telah menugaskan Pirom Bolog tahun ini untuk mengimpor 100.000 ton daging kerbau beku.

Berdasarkan data yang ada, kata Al-Khadoori, kebutuhan daging rata-rata per bulan berkisar antara 8 ribu hingga 10 ribu ton, dan stok Bulog sebanyak 36 ribu ton.

Al-Khadoori mengatakan, Rabu (27/4/2022), “Artinya stok daging kerbau masih mencukupi, bahkan untuk Lebaran pun tidak, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan daging hingga Mei dan Juni.”

Dengan stok yang cukup, kata Al-Khadoori, masyarakat bisa memilih daging kerbau untuk menyambut Idul Fitri, apalagi harganya jauh lebih murah yakni Rp80.000.

“Oleh karena itu, masih ada pilihan daging kerbau sebagai alternatif. Yang pasti konsumen masih ada, dan peminatnya ada, meski tidak sebesar daging sapi (konsumen),” ujarnya.

Dan soal kenaikan harga daging menjelang Lebaran, Khodori mengatakan hal itu disebabkan beberapa faktor, mulai dari pasokan lokal yang tidak mencukupi hingga tingginya harga daging dari negara pengekspor.

“Makanya saya tidak heran, sekarang harga daging sapi tinggi. Kalau dibicarakan dengan asosiasi daging, sangat mungkin menjelang Lebaran harga daging sapi segar bisa naik menjadi Rp 180.000 per kilogram,” ujarnya. .

Ia berharap daging akan dipasok dari sapi lokal, terutama karena banyak orang terlihat memelihara 3 sampai 4 ekor sapi meskipun itu bukan pekerjaan utama mereka.

Sayangnya, mereka memperlakukan sapi sebagai properti cair. Karena itu, jika tidak ada keperluan penting dan mendesak, mereka belum tentu mau menjual robot sapi sebelum hari raya.

”Sebenarnya banyak sapi yang siap disembelih, tapi tidak laku. Tidak setiap kali masuk pasar. Saya kira ini juga yang menyebabkan stok terbatas dan harganya naik,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mengerahkan ternak dari sentra di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Khususnya untuk memenuhi kebutuhan daging di Jabodetabek dan Bandung Raya yang kebutuhan konsumsinya tinggi.

“Tapi lewat kemasan kita lihat hasilnya juga tidak banyak. Jadi semuanya cocok, suplai lokal tidak bisa menutupi kebutuhan, lalu harga daging impor tinggi. Sekarang harganya juga tinggi,” dia menjelaskan. .

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.