free stats
banner 728x250
Berita  

Tabungan Nyaris Hilang Karena Bank Ditutup, Begini Nasib Tabungan Ibu Rosida

banner 120x600
banner 468x60

Rasa aman merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap nasabah yang menyimpan tabungannya di bank. Rusida, 52, pedagang bakso asal Banyuwangi, Jawa Timur, juga merasakan hal yang sama.

Awalnya Bu Roseda sempat khawatir saat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tawang Alun tutup karena uangnya disimpan oleh pihak yang berwenang. Selama 22 tahun bekerja sebagai nasabah BPR Tawang Alun, ia merasakan banyak manfaat dari kebiasaannya menabung di BPR, terutama untuk menambah modal usaha.

banner 325x300

Kecemasan Bu Roseda mereda dan dia bisa bernapas lagi ketika seorang pejabat bank memberi tahu dia bahwa akan ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin simpanannya serta klien BPR lainnya Tawang Alun.

“Saya menabung 22 tahun lalu di BPR Tawang Alun. Saat BPR Tawang Alun tutup, saya kembali tenang ketika diberitahu bahwa ada LPS yang menjamin tabungan kami. Ia mengatakan saat ditemui tim LPS di kediamannya pada Sabtu (23/4/2022) tanpa waktu yang lama, dan benar saja, LPS menelepon saya.

Ia mengungkapkan, seluruh proses pencairan simpanannya berlangsung cepat, lancar dan mudah asalkan memenuhi semua persyaratan LPS.

Untuk melakukan pemesanan pencairan, simpanan nasabah harus dicatat dalam pembukuan bank. Setelah itu, nasabah tidak mendapatkan bunga simpanan yang melebihi tingkat bunga yang ditetapkan LPS. Terakhir, nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, seperti kredit macet.

Ibu Rusida juga mengaku tidak menghalanginya untuk menabung di bank, karena dengan adanya LPS, tabungannya akan terjamin di semua bank yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Selain Bu Roseda, ada ratusan ribu klien lain yang telah terbantu dan merasakan manfaat dari kehadiran LPS.

Dikombinasikan dengan LPS, masyarakat tidak perlu lagi khawatir jika bank tempat mereka menabung harus tutup atau gulung tikar. Karena LPS akan menjamin dan membayar simpanan nasabah bank.

LPS menghadirkan rasa aman dengan jaminan tabungan

LPS sendiri merupakan lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Perusahaan Penjamin Simpanan. LPS bertanggung jawab kepada Presiden sebagai lembaga yang mandiri, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

LPS menjamin simpanan nasabah dalam bentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Nilai simpanan tertinggi yang dijamin LPS adalah Rp 2 miliar per nasabah per bank.

LPS menyediakan program penjaminan yang sesuai, karena 99,9 persen rekening tabungan di bank nasional dijamin oleh LPS, atau 399.859.548 rekening.

Sepanjang tahun 2021, LPS telah melikuidasi 8 BPR atau BPR Syariah (BPR/BPRS). Dari tahun 2005 hingga 2021, LPS melikuidasi total 116 BPR/BPRS, 1 bank umum dan memiliki 1 bank umum.

Dalam hal jumlah pembayaran klaim penjaminan simpanan, selama tahun 2021 LPS juga telah melakukan pembayaran klaim penjaminan simpanan kepada 16.730 rekening dengan total nilai nominal Rp 71,46 miliar.

Secara kumulatif, dari tahun 2005 hingga tahun 2021, nominal simpanan layak yang dibayarkan LPS sebesar Rp 1,7 triliun atau 82,06 persen dari total simpanan pada bank yang dilikuidasi. Sedangkan untuk total rekening terdapat 265.884 rekening atau 93,32 persen dari total rekening pada bank yang dilikuidasi.

LPS juga telah mendapatkan opini “wajar dalam segala hal yang material” selama delapan kali berturut-turut berdasarkan hasil audit atas laporan keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LHP LK LPS) yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pengujian LHP LK LPS juga dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Dengan predikat tersebut, LPS berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja lembaga, khususnya dalam hal pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di masa yang akan datang.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.