free stats
banner 728x250
Berita  

Terapkan Ekonomi Sirkuler, Klinko Raih Pertumbuhan Positif Di 2021

banner 120x600
banner 468x60

Laporan pers, Coroll Arefin

Jakarta – Industri alat kebersihan menunjukkan pertumbuhan positif di masa pandemi Covid-19 seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

banner 325x300

Permintaan pasar lokal semakin meningkat, demikian pula permintaan akan kebutuhan sektor komersial seperti perkantoran dan operasional industri.

Demikian dijelaskan PT Klinko Karya Imaji, produsen alat kebersihan yang berbasis di Gresik, Jawa Timur. Perseroan membukukan laba bersih sebesar 46 persen dibandingkan tahun 2020.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan 300 persen pada 2022, naik lagi menjadi 200 persen pada 2023 atau setara dengan Rs 2,8 miliar dan Rs 4,3 miliar pada 2024.

Direktur Klinko, Anggun Supanji mengatakan, alat kebersihan merupakan komoditas peralatan rumah tangga dengan daya serap pasar yang tinggi dan tren penjualan yang stabil karena mendukung kebersihan dan kualitas hidup manusia.

“Klinko memiliki visi untuk menjadi produsen peralatan kebersihan yang berkualitas dan ramah lingkungan berstandar internasional. Kami memiliki filosofi pembersihan warna, yang dibuktikan dengan varian produk Klinko yang penuh warna dan dinamis. Artinya, kami ingin kegiatan bersih-bersih menjadi menyenangkan, dan tidak lagi membosankan.”

Didirikan pada tahun 2016, perusahaan ini awalnya memproduksi 5.000 pel per bulan dengan fokus pada pasar komersial dan ritel lokal. Tak butuh waktu lama bagi bisnis perusahaan untuk mengakselerasi pemasaran berbagai produk pembersih rumah tangga seperti kemoceng, keset lantai, pel, dan 16 produk turunan lainnya.

Setahun kemudian, industri alat kebersihan berhasil menembus pasar ekspor terlebih dahulu ke Singapura dan Italia kemudian merambah pasar di empat benua, yakni Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa. Keberhasilan ini juga didukung oleh model kolaborasi private brand dengan membuat produk mereka tersedia bagi pelanggan komersial untuk dipasarkan sebagai merek lain.

Model kerjasama ini berhasil menjangkau pasar domestik dan global, karena beberapa keunggulan Klinko seperti kapasitas produksi yang besar, bahan yang ramah lingkungan, harga yang kompetitif, dan memungkinkan pelanggan untuk menyesuaikan produk sesuai kebutuhan mereka dengan warna yang menarik. Selain itu, lokasi operasional Klinko di kawasan industri utama di Jawa Timur juga memudahkan distribusi di seluruh pulau.

Produk yang dihasilkan perusahaan ini memiliki ciri utama ramah lingkungan yang tercermin dari penerapan konsep 3R (reuse, reduce, recycle), dalam proses pemilihan bahan benang daur ulang tanpa menggunakan pewarna kimia dalam pembuatannya. berbagai produk berwarna, karena sudah menggunakan Warna berasal dari limbah tekstil daur ulang, sehingga lebih ramah lingkungan.

Proses produksi ekonomi sirkular telah terbukti mampu menyerap 60.000-120.000 kg limbah tekstil per tahun sejauh ini dan akan terus tumbuh sejalan dengan perkiraan peningkatan produksi di tahun berikutnya.

Angün menjelaskan bahwa perusahaannya menerapkan bahan ramah lingkungan untuk daur ulang limbah tekstil di 90 persen kategori produknya dan akan terus berkembang di masa depan.

Hal ini juga untuk mendukung Agenda Kepresidenan G-20 2022, dengan kontribusi nyata untuk mengatasi perubahan iklim akibat dampak kegiatan industri sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab atau konsumsi berkelanjutan. dan produksi yang ditetapkan oleh PBB.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.