free stats
banner 728x250
Berita  

The Fed Diprediksi Naikkan Lagi Suku Bunga, Begini Ramalan IHSG Sepekan Ke Depan

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan menggelar Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan. Banyak pihak memprediksi bahwa bank sentral negara Paman Sam akan menaikkan suku bunga lagi seiring dengan tingginya tingkat inflasi.

Tingkat inflasi di Amerika Serikat telah mencapai level tertinggi dalam empat dekade. Tingkat inflasi AS menyentuh level 8,6% pada Mei 2022. Tingkat inflasi ini melanjutkan inflasi April 2022 yang sebesar 8,3%.

banner 325x300

Lonjakan inflasi tersebut disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar, bahan pangan dan kebutuhan lainnya selama periode Mei 2022

Analis MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Citradi mengatakan pasar sebenarnya mengharapkan The Fed menaikkan suku bunga untuk sisa pertemuan FOMC.

Pada FOMC bulan Juni, Juli dan September masing-masing sebesar 50 basis poin (bps), dan sisanya 2 kali pertemuan masing-masing sebesar 25 bps.

Pada akhir tahun ini, federal fund rate ditargetkan 2,75%-3,00%.

The Fed juga berencana untuk mengurangi ukuran neraca dari awal Juni hingga akhir Agustus sebesar US$47,5 miliar, dan mulai awal September 2022 akan dikurangi sebesar US$95 miliar.

“The Fed mulai diprioritaskan oleh pasar, kini giliran European Central Bank (ECB) yang akan segera menyelesaikan tapering dan keluar dari era suku bunga negatif”, Tirta kepada Kontan.co . ID, Minggu (12/6/2022).

Meski BI masih mempertahankan suku bunga di level 3,5%, Tirta mengharapkan BI mulai menaikkan suku bunga pada semester II 2022 yang pada Juli 2022 bisa menjadi pertimbangan bank sentral. dari negara.

Dia memprediksi BI memiliki kemampuan menaikkan suku bunga hingga tiga kali lipat untuk setiap kenaikan 25 basis poin.

Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan suku bunga Reverse Repo 7 hari pada akhir tahun sebesar 4,25% dengan proyeksi inflasi headline sebesar 4,36% YoY.

Menurut Tirta, ada dua alasan BI masih mempertahankan suku bunga rendah secara historis.

Pertama, BI selalu tentang pertumbuhan. Hal ini juga tercermin dari pertumbuhan positif penyaluran kredit, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur yang terus berada pada level ekspansif dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang juga berada pada level optimis.

Kedua, mempertimbangkan aspek stabilitas. Memang, pasar keuangan Indonesia mencatat aliran keluar portofolio, terutama pada SUN.

Namun, dengan tingginya harga komoditas yang mendorong lonjakan ekspor, surplus neraca perdagangan masih berlanjut dan transaksi berjalan domestik masih mencatat surplus.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lagi 50 basis poin pada dua pertemuan berikutnya, dengan pertemuan terdekat berlangsung minggu depan.

Jika mencermati pasar saham global jelang pertemuan FOMC, ada indikasi pelaku pasar mulai mempertimbangkan harga ke depan pada Jumat (10/6). Antisipasi ini ditandai dengan penjualan dan pelemahan indeks.

Pada Jumat (10/6/2022) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,34% ke level 7.086,64. Pelemahan tersebut dibarengi dengan aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 360,12 miliar di pasar reguler.

Oleh karena itu, pelaku pasar harus mengantisipasi kemungkinan koreksi IHSG berlanjut dengan support terdekat di 7000 sebagai target pelemahannya minggu depan. Level resistance IHSG sendiri berada di level 7.300

“Selama IHSG masih belum mampu menembus level tersebut, aksi jual akan melampaui IHSG ke depan dan lower high akan mulai terbentuk pada grafik,” kata Ivan, Minggu (12/6/2022).

Menurut Ivan, ada beberapa saham yang secara teknikal menarik untuk diwaspadai pekan depan, seperti BTPS, INKP, MIKA, dan PGAS.

Sementara itu, Tirta merekomendasikan sejumlah tindakan emiten bank, antara lain membeli saham BBRI dengan target harga Rp 5.500, membeli ARTO dengan target harga target Rp 16.000, menahan BBCA dengan target harga Rp 7.900, menahan BMRI dengan target. harga. dari Rp. 8.900, dan holding BBNI dengan target harga Rp. 9.000.

Menurut Tirta, kenaikan suku bunga akan berdampak pada emiten bank, namun tidak secara langsung. Yang harus dilihat perbankan saat ini adalah net interest margin (NIM).

Saat ini pendanaan perbankan memang didominasi oleh dana murah atau Current Account Savings Account (CASA), sehingga cost of fund (CoF) mengalami penurunan.

Ke depan, kenaikan suku bunga ini tentu akan direspons oleh perbankan terutama dari sisi bauran kredit sehingga sisi NIM tidak tertekan. Bank yang memiliki eksposur tinggi terhadap UMKM atau CASA besar dari total pendanaan akan cenderung diuntungkan.

“Namun perlu diingat, percepatan kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) juga akan mempengaruhi NIM karena imbal hasil kompensasi yang ditawarkan lebih rendah,” pungkas Tirta.

Laporan oleh Akhmad Suryahadi | Sumber: Akun

The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan 7 Kali Tahun Ini
Bank sentral amerika serikat as atau federal reserve the fed menaikan suku bunga acuan hingga 25 basis poin bps pada kamis 17 3 dini

The Fed Naikkan Suku Bunga Harga Emas Dunia Diprediksi
Harga emas diprediksi menembus 2 000 dolar amerika serikat as per troy ounce seriring pengumuman the fed yang menaikkan suku bunga

Deg Degan The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga Lagi
Bank sentral amerika serikat the federal reserve bakal melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya kenaikan suku bunga nampaknya akan

The Fed Bersiap Umumkan Suku Bunga As Bakal Hadapi Resesi
Federal reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga dan memotong neraca tidak hanya itu the fed juga diprediksi bakal lebih cepat

The Fed Diprediksi Akan Kerek Suku Bunga 4 Kali Pada 2022
Bi meramal bank sentral amerika serikat the federal reserve the fed akan mengerek suku bunga kebijakannya 4 kali

Jelang Kenaikan Rapat Fomc The Fed Esok Pasar Dilanda
Dikutip dari cnbc selasa 3 5 2022 bank sentral as tersebut diprediksi akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin suku bunga federal

Terungkap Pejabat The Fed Pertimbangkan 2 Kali Lagi Kenaikan
Setelah menaikkan suku bunga fed fund rate sebesar 50 basis poin pada mei 2022 pejabat federal reserve atau the fed menilai bank sentral

The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga Pengamat Bi Jangan Ikutan
3 hari yang lalu kemudian pada tahun 2023 the fed juga diprediksi akan mengerek suku bunga sebanyak 2 kali hingga akhir 2023 targetnya diprediksi mencapai 3 25

Jika The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi Apa Dampak Pada
4 hari yang lalu kebijakan the fed yang akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi paling diantisipasi para investor market update okezone economy

The Fed Diprediksi Bakal Naikkan Suku Bunga Harga Emas Tertekan
Harga emas spot meredup jelang rilis kebijakan suku bunga the federal reserve the fed pada kamis 5 5 dini hari

Awas The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga Dalam 3 Bulan
Bank sentral amerika serikat as atau yang dikenal dengan federal reserve the fed menjadi perhatian utama pelaku pasar di pekan ini

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.