Press "Enter" to skip to content

7 Kesalahan Mengatur Keuangan Yang Dilakukan Semua Orang

keuangankita 0

7 Kesalahan Mengatur Keuangan Yang Dilakukan Semua Orang – Saat ini, banyak sekali orang yang cuek dengan pengaturan keuangan mereka. Yang penting hanya bekerja, dapet uang, ditabung, kerja lagi, dapat uang lagi, tabung lagi, dan seperti itu terus selamanya.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa sebenarnya apa yang mereka lakukan itu adalah suatu kesalahan mengatur keuangan. Kesalahan ini mungkin saat ini tidak akan berakibat apapun bagi hidup mereka, tetapi akibatnya akan ada pada masa depan keuangan mereka.

Karena setiap orang tidak mungkin akan selamanya terus bekerja, ada masa dimana mereka harus pensiun, baik karena masalah usia maupun masalah kesehatan. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan keuangan kita mulai dari sekarang, salah satunya adalah dengan tidak melakukan kesalahan mengatur keuangan.

Nahh, kali ini kami akan membahas artikel tentang 7 Kesalahan Mengatur Keuangan Yang Dilakukan Semua Orang, agar banyak orang yang sadar atas perbuatan mereka yang asal-asalan dalam mengatur keuangan 😊.

Artikel tentang Keuangan selain 7 Kesalahan Mengatur Keuangan Yang Dilakukan Semua Orang dapat kalian akses di link berikut ini:

Keuangan

7 Kesalahan Mengatur Keuangan Yang Dilakukan Semua Orang

Berikut ini adalah 7 kesalahan mengatur keuangan yang hampir dilakukan oleh semua orang:

Kesalahan #1 Tidak Punya Tabungan Dana Darurat

Kesalahan Mengatur Keuangan - Tidak Punya Tabungan Dana Darurat

Kesalahan mengatur keuangan yang pertama adalah tidak memiliki tabungan dana darurat sama sekali. Banyak sekali orang yang tidak sadar di dunia ini betapa pentingnya memiliki tabungan dana darurat, apalagi saat pandemi virus corona seperti ini.

Ketika pandemi virus corona menyerang seperti yang terjadi sekarang ini, akhirnya banyak orang yang baru sadar mengenai betapa pentingnya mempunyai tabungan dana darurat. Karena saat ini, banyak orang yang diberhentikan sementara dari pekerjaannya, bahkan ada yang sampai di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Dana darurat adalah hal yang paling mendasar untuk dimiliki oleh setiap orang demi menyelematkan kondisi keuangan kita pada saat-saat yang tidak terduga, misalnya seperti saat pandemi virus corona yang terjadi sekarang ini.

Kita tidak akan tahu apa yang terjadi kedepannya, apakah nantinya akan ada kejadian baru lagi yang akan membuat kondisi keuangan kita menjadi bahaya (Semoga saja tidak yah temen-temen 😊). Oleh karena itu, memiliki tabungan dana darurat sejak dini adalah suatu kewajiban bagi setiap orang dalam mengatur keuangannya.

Untuk membentuk suatu dana darurat, kita bisa mulai menyimpan uang kita dengan ideal, yaitu seperti berikut ini:

  • Untuk Lajang, Buatlah tabungan dana darurat sebesar 4 kali pengeluaran bulanan.
  • Untuk Menikah, Buatlah tabungan dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran bulanan.
  • Untuk Menikah dengan 1 anak, Buatlah tabungan dana darurat sebesar 9 kali pengeluaran bulanan.
  • Untuk Menikah dengan 2 anak, Buatlah tabungan dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran bulanan.

Kesalahan #2 Tidak Punya Investasi Sama Sekali

Kesalahan Mengatur Keuangan - TIdak Punya Investasi Sama Sekali

Kesalahan mengatur keuangan yang kedua adalah tidak melakukan investasi sama sekali. Investasi sudah menjadi hal penting yang harus dilakukan setiap orang dalam mengatur keuangannya. Investasi bukanlah judi ataupun lotre. Investasi berarti membeli masa depan keuangan kita.

Setiap orang yang bekerja akan menukarkan waktunya dengan uang yang mereka dapatkan setiap hari, minggu, atau bulan. Jika begitu mereka harus bekerja setiap bulannya agar dapat mendapatkan uang selama hidupnya. Tetapi kenyataannya mereka tidak mungkin untuk bekerja selamanya, akan ada waktu dimana mereka harus pensiun, entah karena masalah umur ataupun masalah kesehatan.

Walaupun begitu, sebenarnya tidak ada yang salah jika kita masih bekerja menukar waktu kita dengan uang. Tetapi, sebaiknya kita harus memulai untuk berinvestasi mulai dari sekarang, agar nantinya kita tidak perlu menukar waktu lagi untuk bisa mendapatkan uang.

Tetapi, tetap perhatikan agar kita semua belajar dulu bagaimana cara berinvestasi dengan benar sebelum berinvestasi. Untuk cara berinvestasi yang benar kita bisa memulai dengan meniru cara dari investor yang terkenal akan kesuksesannya seperti Warren Buffet ataupun Lo Kheng Hong.

Untuk bisa belajar cara berinvestasi yang benar kalian bisa akses link yang ada disini dan juga disini.

Kesalahan #3 Aset Hanya Ditumpuk Di Tabungan Bank

Kesalahan Mengatur Keuangan - Aset Hanya Tidak Ditumpuk Di Bank

Kesalahan mengatur keuangan yang ketiga adalah asetnya hanya ditumpuk di tabungan bank saja. Salah satu ciri khas dari orang yang masih belum mengerti tentang literasi keuangan adalah orang yang hanya menumpuk uangnya pada tabungan saja.

Padahal, setiap tahunnya rata-rata inflasi ataupun penurunan nilai mata uang rupiah sebesar 3% per tahunnya. Hal ini berarti jika uang kita hanya ditumpuk di celengan ataupun di tabungan bank saja, daya belinya hanya akan berkurang sebesar 3% setiap tahunnya.

Dengan penurunan nilai mata uang rupiah yang sebesar itu setiap tahunnya, bunga tabungan di bank pun tidak akan bisa menutupinya. Masalahnya, bunga tabungan yang terdapat di bank kebanyakan hanya berkisar kurang dari 1% per tahun saja.

Hal itu akan mempengaruhi kondisi keuangan kita di masa depan sedikit demi sedikit. Oleh karena itu, mulai dari sekarang, cobalah untuk melakukan investasi. Investasi tidak hanya pada saham saja, banyak investasi selain saham yang dapat dilakukan oleh pemula, seperti investasi pada valuta asing, emas, properti, dan lain-lain.

Kesalahan #4 Cicilan Hutang Melebihi 30% Dari Penghasilan Bulanan

Kesalahan Mengatur Keuangan - Cicilan Hutang Melebihi 30% dari Penghasilan Bulanan

Kesalahan mengatur keuangan yang keempat adalah cicilan hutannya melebihi 30% dari penghasilan bulanan. Saat ini, banyak sekali pembelian barang dengan menggunakan sistem kredit, mulai dari laptop, motor, mobil, rumah, dan lain-lain.

Banyak orang yang bilang “Gaji besar juga percuma jika nantinya uang itu hanya numpang lewat saja. Hanya habis buat dipakai bayar cicilan rumah, motor, mobil, asuransi, tv, dan lain-lain”. Banyak dari mereka yang terjebak dengan cicilan yang terlalu besar untuk ditanggung, bagaikan hidup yang tersandera saja.

Jika begini, rasio cicilan utang kita bisa saja akan melebihi 30% dari penghasilan bulanan kita. Sisa 70% dari uang kita akan habis untuk pengeluaran bulanan saja. Pada akhirnya, kita tidak punya sisa uang yang bisa digunakan untuk membentuk dana darurat maupun investasi untuk masa depan.

Ingat yah, penghasilan boleh besar sampai berjuta-juta, tapi bukan berarti cicilan juga harus ikut jadi membesar. Rasio cicilan utang yang sehat itu tidak boleh lebih dari 30% dari penghasilan bulanan. Dengan begitu, kita masih memiliki tabungan yang dapat kita gunakan sebagai dana darurat ataupun untuk investasi masa depan.

Kesalahan #5 Tidak Punya Asuransi Sama Sekali

Kesalahan Mengatur Keuangan - Tidak Punya Asuransi Sama Sekali

Kesalahan mengatur keuangan yang kelima adalah tidak memiliki asuransi sama sekali. Asuransi ini sangat penting untuk kita semua, terutama jika kita menjadi tulang punggung keluarga, memiliki mobil dan motor, ataupun kondisi lainnya.

Bayangkan jika hanya karena satu kecelakaan atau satu sakit yang parah saja, uang tabungan yang selama ini kita kumpulkan dengan bekerja selama 3 tahun bisa langsung habis. Oleh karena itulah, setiap orang wajib memiliki asuransi kesehatan, karena sakit itu tidak mengenal usia dan bisa datang kapan saja.

Jika kita adalah seseorang yang menjadi tulang punggung utama keluarga, maka asuransi jiwa sangatlah diperlukan agar nantinya saat kita terkena suatu musibah (Semoga saja tidak 😊), keluarga yang kita tinggalkan bisa tetap hidup dengan layak tanpa harus meminjam uang lagi.

Tetapi, saat memilih asuransi kita juga harus memilih asuransi yang sesuai dengan kita dan memperhatikan dimana kita membeli asuransi tersebut. Jangan sampai asuransi yang telah kita bayarkan nantinya preminya malah tidak bisa cair atau terjadi hal yang tidak mengenakkan lainnya.

Oleh karena itu, untuk kalian yang belum memiliki asuransi, mulailah belajar tentang asuransi terlebih dahulu dan kemudian belilah produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kalian agar nantinya jika terdapat kejadian yang tidak diduga, kalian bisa langsung siap sedia menghadapinya.

Untuk cara memilih asuransi yang tepat dan kesalahan yang harus dihindari dalam memilih asuransi bisa kalian lihat di link yang ada disini dan disini.

Kesalahan #6 Rela Berhutang Hanya Untuk Tujuan Konsumtif

Kesalahan Mengatur Keuangan - Rela Berhutang Untuk Tujuan Konsumtif

Kesalahan mengatur keuangan yang keenam adalah rela berhutang ke orang lain hanya untuk hal yang konsumtif. Di dunia ini, terdapat utang untuk tujuan produktif dan utang untuk tujuan konsumtif.

Utang Produktif adalah utang yang digunakan dengan tujuan untuk memperoleh uang yang lebih banyak lagi secara produktif, seperti modal usaha, alat penunjang kerja, dan lain-lain. Sedangkan, utang konsumtif adalah utang yang digunakan dengan tujuan untuk konsumsi yang tidak memiliki nilai produktif sama sekali, misalnya cicilan beli TV, game, barang mewah, dan lain-lain.

Utang dengan tujuan konsumtif ini tidak seharusnya kita lakukan, karena hal ini sama saja dengan membuang-buang uang. Seperti yang telah dijelaskan pada kesalahan keempat, cicilan yang sehat tidak boleh lebih dari 30% dan itu pun untuk tujuan produktif.

Tetapi jika misalnya kita membeli sesuatu untuk tujuan konsumtif secara kredit, walaupun cicilan itu tidak lebih dari 30% per bulannya, hasilnya akan sama saja. Yang dimaksud di Kesalahan #4 itu adalah tidak lebih dari 30% dan digunakan untuk tujuan yang produktif, bukan malah hanya untuk foya-foya saja.

Seperti yang sering dikatakan oleh pepatah:

“Jika kita sampai berutang hanya untuk tujuan hiburan semata, sebenarnya kita belum layak untuk mendapatkannya”

Kesalahan #7 Tidak Punya Tujuan Finansial Yang Spesifik

Kesalahan Mengatur Keuangan - Tidak Punya Tujuan Finansial Yang Spesifik

Kesalahan mengatur keuangan yang ketujuh adalah tidak memiliki tujuan finansial yang spesifik sama sekali. Setiap orang pasti memiliki tujuan finansialnya masing-masing, tetapi tujuan tersebut hanyalah berupa keinginan untuk menjadi sukses dan menjadi kaya saja.

Keinginan untuk “Menjadi Sukses dan Kaya” ini hanyalah cita-cita kosong yang tujuannya tidak spesifik, tidak terukur, dan tidak jelas sama sekali tolak ukurnya. Setiap orang pasti menginginkan kekayaan, tetapi tidak semua orang yang ingin berubah demi meraih kekayaan tersebut.

Tujuannya untuk menjadi kaya, sudah banyak sekali orang dengan tujuan seperti ini. Saat ini, tidak ada orang yang memiliki tujuan finansial yang seperti memiliki penghasilan pasif, dan tujuan lainnya. Padahal dengan tujuan yang seperti itulah sedikit demi sedikit kita bisa memperoleh kebebasan finansial di masa depan.

Oleh karena itu, mulai dari sekarang, cobalah untuk membuat tujuan finansial yang lebih spesifik, seperti yang berikut ini:

  • Punya dana darurat sebanyak 12 kali pengeluaran per bulan.
  • Setiap anggota keluarga mempunyai asuransi kesehatan.
  • Memiliki dua penghasilan pasif yang stabil.
  • Mempunyai satu rumah sederhana yang nyaman untuk dihuni.
  • 50% asset yang kita miliki berupa investasi untuk tujuan jangka panjang.

Orang yang tidak memiliki tujuan finansial dalam hidupnya akan terlihat seperti mengikuti arus secara terus menerus dan cenderung lebih banyak dimanfaatkan oleh orang lain.

Nah… Itulah 7 Kesalahan Mengatur Keuangan Yang Dilakukan Semua Orang, Gimana nih? Jadi ingin berubah kan setelah membaca artikel ini, maka dari itu jangan sampai lakukan 7 kesalahan tersebut agar kondisi keuangan kalian tetap aman sejahtera 😊.

Jangan lupa untuk share artikel 7 Kesalahan Mengatur Keuangan Yang Dilakukan Semua Orang ini ke teman-teman kalian, agar ilmu ini bisa terbagi pula.

7 Kesalahan Mengatur Keuangan Yang Dilakukan Semua Orang

Stay Productive

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *