Press "Enter" to skip to content

Pentingnya Lalu Lintas Pembayaran Di Era Globalisasi Lengkap

Wirda Maulidia 0

Pentingnya Lalu Lintas Pembayaran Di Era Globalisasi – Perkembangan globalisasi menjadi dampak perubahan kehidupan masyarakat pada semua negara. Hal ini juga berdampak di negara kita yaitu indoensia.

Salah satu bidang dalam kehidupan masyarakat yang terkena dampak dari globalisai ini adalah bidang perekonomian yang didalamnya termasuk juga bidang perdagangan. Pasar bebas menjadi inspirator munculnya alat-alat pembayaran yang efektif dan efisien baik di perdagangan nasional maupun internasional.

Hal tersebut membuat kondisi menuntut adanya cara pembayaran yang mudah, cepat dan aman, sebab pembayaran menggunakan uang kartal memiliki resiko tinggi terhadap kehilanggan serta pencurian.

Hal ini lah yang menyebabkan perkembangan dalam lalu lintas pembayaran saat ini semakin banyak. Alat–alat yang di gunakan dalam system lalu lintas pembayaran ini yaitu giral atau bisa disebut dengan surat berharga.

Artikel tentang bank yang lainnya dapat kalian akses di link berikut ini:

Bank

Pentingnya Lalu Lintas Pembayaran

Pentingnya Lalu Lintas Pembayaran

 

Dalam system pembayaran tidak dapat di pisahkan antara pembayaran tunai maupun menggunakan alat elektronik, sebab keduanya memiliki keterkaitan dan bersifat saling menunjang.

Hal ini memberikan dampak positif pada kemajuan dan perkembangan system keuangan suatu perbankan dan mempunyai dampak negative yaitu mengakibatkan resiko internal dan resiko eksternal yang berupa ketidakstabilan pada perekonomian negeri.

Pembayaran dapat di artikan sebagai pindahnya kepemilikan atas sejumlah dana dari sang pembayar kepada sang penerima. Pada dasarnya pembayaran terjadi akibat adanya suatu transaksi dalam kehidupan sehari-hari. Transaksi tersebut secara umum dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Transaksi Komersial, yaitu transaksi akibat adanya jual beli suatu barang atau jasa.
  2. Transaksi Finansial, yaitu transaksi yang terjadi karena adanya pemberian kredit, penanaman modal, perdagangan valas, pembelian saham, menyimpan uang dalam bentuk deposito berjangka, pembelian obligasi serta transaksi transfer.

Jad semua itu dapat di simpulkan bahwa lalu lintas pembayaran merupakan suatu proses penyelesaian pembayaran transaksi komersial ataupun finansiai dari sang pembayar kepada sang penerima.

Untuk lalu lintas pembayaran menggunakan giral dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan yang mengakibatkan adanya suatu pembayaran dengan warkat yang digunakan dengan cara saling memperhitungkan antara beban dengan keuntungan nasabah antar bank.

Baca Juga :   Lembaga Keuangan Bank & Bukan Bank Lengkap

Lalu Lintas Pembayaran Secara Umum

Lalu lintas secara umum dibagi menjadi dua yaitu

#1 Lalu lintas pembayaran tradisional

Lalu lintas pembayaran tradisional

Merupakan transaksi pembayaran masih sangat sederhana yang hanya ditemui di suatu kota besar maupun desa.

Karakteristik lalu lintas pembayaran tradisional yaitu :

  1. Umumnya terjadi pertemuan tatap muka antara pihak pembayar dan pihak penerima.
  2. Alat pembayaran berupa uang tunai.
  3. Tidak membutuhkan jasa pihak ketiga, seperti bank.
  4. Pelaksanaan pembayarannya sangat sederhana dan cepat.

#2 Lalu Lintas Pembayaran Modern

Lalu Lintas Pembayaran Modern

Lalu lintas pembayaran modern bisa kita jumpai di sebuah kota-kota besar yang transaksinya relatife besar dan dapat ditemukan di kota-kota kecil yang memiliki daerah wisata yang khususnya objek wisata tersebut di kunjungi oleh turis mancanegara.

Karakteristik lalu lintas pembayaran modern yaitu :

  1. Tidak terjadi tatap muka atau bertemu langsung antara pihak pembayar dengan pihak penerima.
  2. Alat pembayaran bervariasi.
  3. Membutuhkan jasa pihak ketiga yaitu bank.

Pembagian Wilayah Lalu Lintas Pembayaran

Lalu lintas pembayaran mempunyai pembagian wilayah, dalam lalu lintas pembayaran dibagi dua wilayah yaitu : lalu lintas pembayaran dalam negeri serta lalu lintas pembayaran luar negeri.

Lalu Lintas Pembayaran #1 Dengan Cek

Lalu Lintas Pembayaran Dengan Cek

Penggunaan uang elektronik dalam suatu kejadian yang mengakibatkan adanya suatu transaksi merupakan bagian dari suatu evolusi dari alat pembayaran berupa uang tunai sampai ke dalam bentuk nontunai.

Misalnya alat pembayaran dalam bentuk kertas seperti cek, wesel, bilyet giro. Sedangkan untuk alat pembayaran berupa elektornik seperti alat pembayaran menggunakan kartu ATM, debit, kredit serta uang elektronik hingga ke wujud digital.

Pengertian Cek

Cek merupakan salah satu alat yang dipergunakan untuk menarik sejumlah uang dari rekening giro seseorang untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang namanya disebutkan dalam cek tersebut.

Syarat-Syarat Hukum dan Penggunaan Cek Sebagai Alat Pembayaran

  • Pada cek tertulis perkataan “ CEK”.
  • Surat cek harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayarkan sejumlah uang tertentu kepada pihak yang namanya tertera dalam cek atau pihak yang telah di tunjuk.
  • Nama bank yang harus membayar sejumlah yang tertera dalam cek tersebut.
  • Tertera tanggal dan tempat cek tersebut dibuat.
  • Tanda tangan dari penarik.

Syarat Lain Penggunaan Cek

  • Tersedianya dana.
  • Ada materai yang cukup.
  • Jumlah uang yang ditulis di cek berupa angka dengan huruf haruslah sama.
  • Masa kadaluarsa cek yaitu 70 hari setelah dikeluarkannya cek tersebut.
  • Tanda tanggan perusahaan atau perorangan harus sama dengan yang ada di contoh tanda tangan.
  • Tidak diblokir pihak yang berwenang.
  • Resi cek sudah kembali.
  • Rekening belum ditutup.

Jenis-Jenis Cek

  • #1 Cek Atas Nama, Merupakan cek yang diterbitkan berdasarkan nama seseorang atau perusahaan tertentu yang namanya tertera dalam cek tersebut.
  • #2 Cek Atas Unjuk, Merupakan cek yang pengambilannya dilakukan oleh pihak pembawa cek tersebut. Maka pihak pembawa boleh menguangkan cek tersebut.
  • #3 Cek Silang, Merupakan cek yang pada pojok kiri atas cek tersebut terdapat tanda silang yang fungsinya sebagai alat pemindahbukuan antara tunai menjadi nontunai.
  • #4 Cek Mundur, Merupakan cek yang belum jatuh tempo dan tanggal penarikannya diberi tanggal mundur.
  • #5 Cek Kosong, Cek yang tidak memiliki dana dalam rekening giro.
Baca Juga :   6 Manfaat Memiliki Rekening Tabungan di Bank (Wajib Diketahui)

Pihak Terkait dalam Lalu lintas Pembayaran dengan Cek

Berikut ini adalah pihak-pihak yang terkait dalam lalu lintas pembayaran dengan menggunakan cek:

  • Penerbit yaitu pihak yang mengeluarkan cek.
  • Tersangkut yaitu bank yang diberi perintah untuk membayar sejumlah uang tertentu.
  • Pemegang yaitu pihak yang memegang cek serta mempunyai hak untuk memperoleh sejumlah uang dari cek yang dia pegang yang mana pemegang tersebut namanya tertera dalam cek.
  • Pembawa yaitu pihak yang di tunjuk untuk menerima sejumlah uang tanpa menyebutkan namanya dalam cek tersebut.
  • Pengganti yaitu pihak yang menggantikan kedudukan pemegang dari cek tersebut.

Lalu Lintas Pembayaran #2 Dengan Giro

Lalu Lintas Pembayaran Dengan Giro

Pengertian Giro

Pengertian giro menurut undang-undang perbankan nomer 10 tahun 1998 pasal 1 (6) adalah simpanan atau dana pihak ketiga, dimana penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan media yaitu cek, bilyet giro serta sarana pembayaran lainnya.

Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihar rekening giro tersebut untuk memindahkan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang namanya atau nomer rekeningnya tertera pada bank yang sama atau bank lainnya.

Faktor pendorong para nasabah menggunakan bilyet giro yaitu, munculnya kewajiban untuk segera menyediakan dana baru yang timbul setelah tanggal jatuh tempo tiba, pelaksanaan amanat sampai pada tujuan dan dapat dibatalkan.

Syarat Formal dalam Bilyet Giro

  • Terdapat nama bilyet giro dan nomor bilyet giro yang bersangkutan.
  • Memiliki nama penarik.
  • Terdapat perintah tanpa syarat untuk memindah bukukan dana atas rekening penarik.
  • Nama dan nomor rekening pemegang.
  • Nama bank penerima.
  • Jumlah dana yang dipindahkan baik dalam angka maupun dalam huruf haruslah selengkap-lengkapnya.
  • Tertera tempat dan tanggal penarikan.
  • Tanda tanggan serta nama yang jelas dilengkapi dengan stempel dengan syarat pemindah bukuan.

Lalu Lintas Pembayaran #3 Dengan Kliring

Lalu Lintas Pembayaran Dengan Kliring

Pengertian Kliring

Kliring merupakan kumpulan surat-surat dagang dan surat-surat berharga dari suatu bank ke bank lain dan merupakan tata cara dalam perhitungan utang piutang dengan maksud untuk memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.

Tujuan Kliring

Tujuan dari kliring itu sendiri, sebagai berikut :

  • Memajukan serta memperlancar lalu lintas pembayaran giral.
  • Mempermudah, mengamankan serta agar lebih efisien dalam melakukan perhitungan utang piutang.
  • Merupakan pelayanan dari bank untuk nasabahnya.
Baca Juga :   Lembaga Keuangan Bank & Bukan Bank Lengkap

Sistem Kliring

Kliring lokal dilakukan dengan 5 macam sistem kliring, yaitu :

  • Sistem manual
    merupakan system yang dalam melaksanakan perhitungan, pembuatan bilyet saldo kliring serta pemilihan warkat dilakukan secara manual.
  • Sistem semi otomasi
    Merupakan system yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring dilakukan secara otomasi sedangkan pemilihan warkat masih dilakukan secara manual.
  • Sistem otomasi
    Merupakan system yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring serta pemilihan warkat dilakukan secara otomasi.
  • Sistem elektronik
    Dalam system ini proses perhitungan, rekapitulasi, dan pembuatan laporan kliring dilakukan secara elektronik melalui terminal elektronik di bank peserta kliring agar tidak perlu datang ke tempat kliring untuk menyiapkan warkat kliring.
  • Sistem kliring nasional
    Merupakan system kliring bank Indonesia yang meliputi kliring debet serta kliring kredit yang menyelesaikan segalah sesuatu dengan cara nasional.

Fasilitas Peserta Kliring

Fasilitas yang diterima oleh peserta kliring adalah sebagai berikut:

  • Mendapatkan informasi hasil kliring.
  • Laporan hasil proses kliring.
  • Menerima rekaman data warkat.
  • Mendapatkan salinan warkat atas laporan hasil kliring.
  • Investigasi selisih.
  • Pengujian kualitas MICR code line.

Pengertian Warkat

Dari penjelasan diatas, apa sih warkat itu? warkat merupakan permintaan dari nasabah atas penagihan piutang dalam bentuk uang giral atau pembayaran kewajiban lalu lintas pembayaran dengan suatu lembaga kliring.

Macam-macam Warkat

Macam-macam warkat yang dapat dikliringkan adalah, sebagai berikut:

  • Cek
  • Bilyet giro
  • Wesel bank
  • Surat bukti penagihan transfer dari luar kota
  • Lalu lintas giral atau nota kredit

Syarat-Syarat Warkat

Syarat-syarat warkat yang dapat dikliringkan adalah sebagai berikut :

  • Dalam bentuk mata uang rupiah
  • Saat terjadinya kliring warkat tersebut telah mampu untuk ditagih
  • Telah mengalami jatuh tempo
  • Tertera cap atau stempel kliring

Jenis-Jenis Warkat Kliring

Warkat kliring terdiri dari dua jenis yaitu :

  1. Warkat debet kliring
    Merupakan warkat piutang uang giral yang diberikan kepada bank peserta kliring untuk ditagihkan kebank penerbit.
  2. Warkat kredit kliring
    Merupakan warkat yang diberikan oleh nasabah kepada bank untuk membayar utang melalui kliring bank lain.

Dokumen Kliring

Dokumen-dokumen kliring meliputi:

  • #1 Bukti penyerahan warkat debet kliring penyerahan (BPWD)
  • #2 Bukti penyerahan warkat kredit penyerahan (BPWK)
  • #3 Kartu batch warkat untuk kliring debet dan kliring kredit
  • #4 Lembar subsitusi
  • #5 Bukti penyerahan rekaman warkat kliring pengembalian (BPRWKP)

Nah… Itulah Pentingnya Lalu Lintas Pembayaran Di Era Globalisasi Lengkap, Jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-teman kalian, agar ilmu ini bisa terbagi pula 😊

Stay Productive

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *